Bicara tentang hobi menulis dalam hal ini blogging, pasti kalian setuju kalau pekerjaan paling nikmat di dunia adalah hobi yang dibayar. Bagaimana tidak, kita bisa melakukan sesuatu atas dasar kesenangan dan mendapatkan bayaran. Bagi mereka yang baru mengalaminya, tentu ini sesuatu yang luar biasa.

Semisal kayak saya dulu pas pertama cuan dari menang lomba blog, rasanya berbunga-bungaaaaa…… sekali laughinglaughinglaughing. Walaupun hadiahnya cuma receh banget.

Kalau boleh saya ceritakan, pengalaman menang lomba blog pertama kalinya yaitu pas saya dulu lagi kerja di Jakarta. Dan pengalaman itu sangat melekat di hati.

Bagaimana tidak, saban harinya saya bekerja dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 16.30 atau setengah 5 sore. Dan malamnya saya manfaatkan waktu untuk menulis artikel lomba. Walaupun capek kerja, tapi saya senang melakukannya dengan penuh perjuangan.

Hari demi hari saya lewati, hingga akhirnya tibalah pengumuman, yang akhirnya nama saya muncul di urutan kedua pemenang. Walaupun hadiahnya cuma tempat tisu dan bahan kain, tapi saya sangat senang karena saya tahu kemenangan ini akan membuka sejarah baru bagi saya.

foto-pas-lagi-di-kontrakan-saat-berjuang-memenangkan-lomba-blog-pertama

Foto pas lagi di kontrakan saat berjuang memenangkan lomba blog pertama. Dokpri.

tempat-tisu-hadiah-pertama-menang-lomba-blog

Tempat tisu yang bentuk dan jahitannya cukup bagus sebagai hadiah petama menang lomba blog. Dokpri.

Kemenangan itu saya dapat setelah berpuluh-puluh kali gagal dan hampir putus asa, hingga akhirnya menang untuk pertama kalinya. Dan kemenangan tersebutlah yang memantik semangat saya jadi blogger lomba hingga saat ini.

Baca Juga : 22 Tips Menang Lomba Blog Setelah 200x Lebih Ikutan

Selain moment tak terlupakan dari lomba blog, ternyata ada banyak hal menarik lain yang saya alami selama menjadi blogger. Diantaranya yaitu :

1. Naik pesawat untuk pertama kalinya

Dulu saya selalu berangan-angan, gimana ya rasanya naik pesawat? Pasti berkesan dan seru banget. Dan akhirnya mimpi saya terwujud karena saya masuk ke dalam 200 nominasi lomba konten kreatif yang diadakan oleh Bank Indonesia pada 2019 lalu dan diundang ke Jakarta.

Awal mau naik pesawat, saya dapat tiketnya lewat email untuk kemudian cetak boarding pass, namun saya bingung bagaimana melakukannya? Akhirnya seorang teman satu rombongan yang sudah terbiasa naik pesawat membantu kami.

Dari rumah saya di Kebumen menuju Yogyakarta, saya naik bus dan nyambung dengan ojek online menuju Bandara Adisucipto Yogyakarta. Di bandara, saya dan rombongan yang berjumlah 5 orang, berangkat pukul 17.30 sore, dan sampai Jakarta malam hari sekitar pukul 19.00.

Saat tiba waktunya masuk pesawat, kami disambut oleh pramugari dengan ramahnya. Kemudian sang pramugari tersebut menjelaskan bagaimana aturan saat di dalam ruangan. Seperti cara menggunakan sabuk pengaman, aba-aba saat turun, dan lain sebagainya.

Di dalam pesawat kami mendapatkan jatah makan roti dan kami duduk di depan. Namun sayangnya saya ada di kursi tengah, bukan di pinggir, sehingga tidak bisa memotret dari jendela. Saya agak katro waktu itu karena mengambil foto-foto, maklum baru pertama kalinya laughinglaughinglaughing

Dan akhirnya teman yang duduk di pinggir jendela memotretkannya untuk saya. Dari ketinggian, rumah-rumah terlihat kecil dari langit Yogyakarta. Hingga kemudian pesawat masuk ke awan tebal dan terasa seperti ada jrenggulan seperti saat naik motor yang menginjak kerikil.

naik-pesawat-pertama-kali
saat-check-in-dan-di-dalam-pesawat

Kiri : foto pas turun dari pesawat di Jogjakarta. Kanan : foto pas check in dan pemandangan kota Jogja dari jendela. Dokpri.

Dan hanya sekitar 45 menit saja, kami sudah sampai di Jakarta sekitar pukul 19.00 atau 7 malam. Dari bandara Soekarno Hatta, kami menyewa mobil untuk menuju tempat berkumpulnya acara. Klik kanan lalu open in new tab untuk memperbesar

acara-BI-Netifest-2019-Bank-Indonesia

Foto-foto pas acara bertajuk #BINetifest (Bank Indonesia Netizen Festival 2019). Seperti melihat gunungan emas di Museum Bank Indonesia, saring session bareng pakar konten kreator, penyerahan hadiah lomba, dan paling bawah adalah foto saya yang salah kostum sendiri karena gugup hampir ketinggalan bus laughing Dokpri. 

2. Berfoto bareng pemain sepak bola ternama, Bambang Pamungkas

Meneruskan point 1 di atas, saat perjalanan pulang dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta menuju ke Bandara Adisucipto Jogjakarta, di dalam pesawat orang-orang pada ngomongin pemain sepak bola yang satu pesawat dengan kami, yang ternyata itu adalah Bambang Pamungkas dan teman-temannya, yang akan bertanding di Jogjakarta.

Dan saat turun, saya berkesempatan untuk berfoto dengannya. Walaupun saya tak suka sepak bola, tapi ada kebanggaan tersendiri saat ketemu orang terkenal. Dan ternyata mereka cukup ramah karena mau menyapa kami, termasuk temannya yang bule. Namun sayang seribu sayang karena fotonya kehapus, jadi gak bisa ditampilkan deh crycrycry

3. Ketemu blogger kenamaan mas Adhi Nugroho dan mas Joe Candra

Saat berada di Jakarta untuk acara pada point 1 di atas, saya bertemu dengan blogger kenamaan yaitu mas Nodi Harahap atau Adhi Nugroho, yang ternyata ia tinggal tidak jauh dari tempat saya menginap yang jaraknya hanya 5 menit sampai.

By the way, mas Nodi ini adalah blogger yang sering banget menang lomba blog. Saya pikir hampir semua blogger tanah air mengenalnya. Selain sering menang lomba, ia juga pernah mengadakan lomba blog. Dulu saya juga pernah ditawari menjuri lombanya, tapi saya tidak mau karena merasa tidak berkompeten.

Baca Juga : 28 Blogger Terbaik Berbagi Tips Menang Lomba Blog

Karena mumpung saya lagi ada di Jakarta, kami pun janjian untuk ketemu di sebuah tempat makan dan kami mengobrol banyak. Saya pikir, usia saya lebih muda darinya. Ternyata malah saya yang lebih tua, wkwkwkwk laughinglaughinglaughing

Selain mas Nodi, saya juga pernah bertemu dengan mas Joe Candra, yang juga cukup dikenal di kalangan blogger pecinta lomba karena sering menang. Saya ketemu mas Joe saat ia akan kondangan di tempat temannya di Kebumen selatan.

Karena lagi ada di Kebumen, kami pun tidak menyia-nyiakan waktu dan bertemu di alun-alun kota. Di sana kami pun mengobrol banyak. Dan yang bikin saya salut adalah karena mas Joe ini selalu motoran kemanapun.

meet-up-dengan-mas-Joe-Candra-dan-mas-Adhi-Nugroho

Kopdar dengan mas Joe Candra (kiri) dan mas Adhi Nugroho (kanan). Dokpri.

Dari tempat kost-nya waktu itu di Jogja, ia naik motor ke Kebumen. Dan dari Jogja ke rumahnya di Situbondo pun, ia motoran. Ia juga bilang waktu menang lomba blog wisata Dieng, dari Situbondo ke Dieng (Wonosobo) pun naik motor. Kalau saya mah gak kuat motoran.

Dan kedepan, saya berencana ketemu dengan blogger kenamaan dari Jakarta yaitu mas Iman Ridwansyah, yang akan mudik ke kampung halamannya di Kebumen, yang ternyata rumah ortunya dekat dengan tempat saya. Buat yang belum tahu, jadi mas Iman ini cukup populer namanya karena termasuk mastah adsense blogger. 

4. Menjadi wartawan dadakan demi sebuah lomba blog

Pada akhir 2018 lalu, saya mengikuti lomba blog dari perusahaan otomotif ternama, dimana pesertanya dianjurkan untuk melakukan wawancara dengan narasumber yang menjadi mitranya. Namun karena belum pernah melakukannya sama sekali, saya jadi gugup dan grogi, tapi cukup menantang.

Dan setelah saya membuat janji dengan narasumbernya, dari rumah saya di Kebumen, saya berangkat menuju Banyumas dengan bersepeda motor.

Setelah sampai dan wawancara dimulai, saya agak gugup saat menyampaikan pertanyaan-pertanyaan. Apalagi pertanyaan yang saya sampaikan kurang begitu mengena karena persiapan kurang matang, dan akhirnya artikel saya kalah. Berikut foto-fotonya.

dokumentasi-wawancara-pertama-kalinya

Dokumentasi wawancara pertama kalinya di Banyumas Jawa Tengah. dokpri.

Tapi biarpun begitu, saya bangga ke diri saya sendiri karena berani melakukan pekerjaan seperti ini layaknya seorang wartawan walaupun cukup grogi. Sekarang saya sudah beberapa kali mewawancarai orang untuk sebuah lomba, dan sudah mulai paham apa yang harus dilakukan sebelum wawancara dilakukan. Dari 3 kali wawancara untuk lomba blog yang saya lakukan, semua lombanya menang. Ini salah satu artikel yang menang.

5. Liburan gratis dan menginap di hotel untuk pertama kalinya

Menang lomba blog yang hadiahnya berupa uang tunai dan jalan-jalan itu rasanya luar biasa. Ini saya alami pas 2016 lalu. Saat itu saya dapat juara 2 lomba blog pariwisata Kabupaten Banjarnegara. Fotonya ada di header atas. 

Waktu itu sekitar pukul 20.30 malam, saya di telpon oleh panitia lomba untuk datang ke Banjarnegara keesokan paginya. Saya tidak diberitahu kalau saya ternyata menang lombanya, tapi saya sudah firasat kalau saya masuk ke list juara. Dan tentu saja saya bersedia datang dong. Apalagi ini acara seremonial pertama semenjak jadi blogger yang pastinya akan sangat berkesan. 

Dari rumah, saya berangkat pagi pukul 06.00 dan sampai di tujuan sekitar pukul 09.00 di sebuah penginapan dekat sungai Serayu.

Dan saat itulah, saya menginap di sebuah hotel atau penginapan untuk pertama kalinya. Tentu rasanya seneng dan berkesan karena ini hasil jerih payah saya dari hobi saya menulis.

menginap-di-hotel-pertama-kalinya

Kiri : foto pas bareng teman-teman di Hotel Surya Yudha Banjarnegara (penginapan kedua di liburan kedua). Kanan : The Pikas (penginapan pertama di liburan pertama). Dokpri.

Baru saja sampai penginapan, saya dan rekan-rekan lainnya sesama pemenang langsung diajak untuk mengikuti parade arak-arakan di alun-alun kota Banjarnegara dalam rangka ulang tahun kota tersebut. Dan acaranya rameeeeee banget.

Banyak banget lomba yang diadakan di acara tersebut. Seperti lomba kesenian dari anak-anak SD. Dan ada juga lomba dokar hias dari warga setempat.

event-ulang-tahun-banjarnegara-tahun-2016

Bererapa pementasan saat ulang tahun Kabupaten Banjarnegara tahun 2016. Seperti gotong gunungan hasil bumi, pemilihan Kakang Mbekayu, lomba tari polwan, dan lomba dokar hias. Dokpri. 

Sepulang dari acara arak-arakan, kami diajak rafting di kali serayu untuk pertama kalinya. Awalnya saya agak ragu karena kurang enak badan dikarenakan malamnya kurang tidur. Tapi semua sirna setelah nyebur ke air dan merasakan serunya gelombang air kali serayu yang asik banget.

Untuk jalur trackingnya sendiri jaraknya sejauh 14 km, tapi tidak terasa sudah selesai saja karena saking asiknya. Dari sini saya bisa merasakan asiknya rafting yang biasanya hanya saya lihat di internet.

Sepanjang perjalanan rafting, kami melihat banyak warga sekitar yang sedang mancing atau sedang membuat perangkap ikan. Di sekitar sungai juga juga banyak kebun salak yang merupakan komoditas di Kabupaten tersebut.

rafting-kali-serayu

Rafting di kali Serayu yang sangat mengasyikan. Dokpri.

Dari liburan gratis ini (sebenarnya tidak gratis karena harus menyisihkan 180+ peserta) saya bisa kenal teman-teman baru yang berprestasi. Seperti mas Arif yang seorang ahli sejarah, mas Eko yang juga sering menang lomba blog saat itu, dan Mas Hafidz yang saat ini berhasil menciptakan alat pendeteksi suhu dingin di Dieng, dan banyak lagi teman lainnya.

Dan liburan ini bukan hanya sekali, karena kami diundang lagi untuk liburan yang kedua kalinya. Untuk liburan kedua yang berlangsung di bulan September 2016 ini, dilakukan bersamaan dengan pemilihan duta wisata Banjarnegara.

Di liburan ini, kami menginap di hotel Surya Yudha (fotonya ada di atas), kemudian pindah ke penginapan di Dieng untuk eskplor wisata seputar Dieng. Tempat wisata yang kami kunjungi yaitu Dieng itu sendiri, pemandian air panas D’Qiano, Kawah Sikidang, dan Bukit Pangonan. Geser untuk gambar lengkapnya.

Di sini, kami bisa melihat perkebunan sayuran seperti kol, wortel, kentang, cabai, terong belanda, dan lainnya. Kami juga bisa melihat proses pembuatan carica atau pepaya Dieng yang hanya bisa hidup di daerah dingin. Dari liburan ini, momen yang paling berkesan adalah karena kami bisa merasakan syahdunya suasana dingin Dieng yang sampai berkabut.

6. Masuk hutan untuk pertama kalinya

Pada 2017 lalu, saya terpilih jadi kandidat untuk eksplor pariwisata Kabupaten Pekalongan. Bukan hanya dari kalangan blogger, tapi dari fotografer, video vlog, dan pilot drone. Jadi, di sini kami bertemu dengan banyak sekali orang-orang keren dengan prestasinya masing-masing. Termasuk para blogger.

Di sini kami juga menginap di sebuah hotel dan berwisata lagi. Gratis tentunya (dengan perjuangan maksudnya). Namun kali ini wisata yang akan dikunjungi terletak di sebuah hutan, namanya Hutan Petungkriyono. Berikut di samping adalah foto hutannya. 

Hutan-Petungkriyono

Seumur-umur saya baru pertama kalinya masuk hutan. Di dalam hutan, saya bisa melihat banyak pohon-pohon besar usia ratusan tahun, dan sempat melihat kera Owa Jawa untuk pertama kalinya.

Di hutan ini juga masih banyak hidup binatang buas lain seperti macan kumbang, ular, elang, monyet, dan banyak lagi yang lainnya. Saat pertama masuk di pintu gerbangnya, saya pun melihat elang untuk pertama kalinya. 

Pengalaman masuk hutan ini cukup berkesan. Apalagi ini lokasinya di Jawa Tengah. Karena kebanyakan hutan itu adanya di Kalimantan atau Sumatera. Cerita perjalanan mengunjungi hutan Petungkriyono bisa kalian baca di sini.

7. Dapat barang-barang keren dari lomba blog

Sebagai blogger yang suka lomba, saya pernah mendapatkan barang-barang menarik dari lomba blog. Seperti handphone, laptop, voucher belanja, uang tunai, liburan, dan sebagainya. Yang menurutku paling bermanfaat yaitu laptop karena bisa untuk kerja. Misalnya karena kemarin baru saja dapat laptop dari lomba blog. 

Baca Juga : Yakin Mau Jadi Full Time Blogger Kayak Saya? Pahami Dulu 10+ Hal Ini

Sebelum ngeblog, dulu saya adalah pekerja serabutan di perantauan, hingga akhirnya saya bisa memutuskan untuk ngeblog sepenuhnya. Bahkan keputusan menjadi full time blogger ini dikarenakan lomba blog yang saya ikuti akhirnya menang, setelah berpuluh-puluh kali kalah selama mungkin setahun lebih, yang membuat saya semakin yakin bahwa ngeblog akan menghidupi saya kelak. Dan ternyata itu benar terjadi. 

laptop-dari-menang-lomba-blog

Laptop yang saya dapat dari lomba blog pada 2016 lalu yang mendukung pekerjaanku sebagai blogger. Dokpri.

8. Ngeblog menjadi lebih hidup setelah bergabung dengan komunitas blogger

Dulu sebelum gabung dengan komunitas blogger, saya seperti merasa sendiri dan berjalan sendirian di dunia blogging karena minim networking. Oleh karenanya, ladang cuan pun sempit, karena saya paling hanya mengandalkan lomba blog saja. Itu pun kalau menang.

Namun semenjak gabung dengan komunitas Blogger Indonesia, menjadi blogger rasanya seperti ada nyawa dan merasa tidak sendirian. Karena di sini, saya bisa mengembangkan bakat dan kemampuan saya. Ladang cuan pun jadi lebih luas karena seringkali di grup komunitas blogger sering bagi-bagi kerjaan dan saling membantu satu sama lain.

Selain pekerjaan, di grup komunitas juga sering diadakan event edukatif seperti webinar tentang blogging, atau aksi sosial disaat ada salah satu member yang sedang terkena musibah.

Untuk event webinar biasanya tentang SEO (Search Engine Optimization). Kalau untuk aksi sosial biasanya ada penggalangan dana jika ada salah satu member mengalami musibah.

Dan salah satu komunitas blogger yang mendukung perkembangan saya sebagai blogger yaitu Komunitas Bloggercrony Indonesia atau Bloggercrony Community.

Di komunitas ini, saya bisa berbagi artikel di halaman grup facebooknya, blogwalking dan jejakin instagram di grup WA-nya, dan banyak keseruan lainnya yang bermanfaat untuk perkembangan masing-masing blogger, selain tentunya saling bersilaturahmi.

Yang paling saya suka dari Bloggercrony yaitu karena seringkali bagi-bagi kerjaan, baik itu berupa job menulis ataupun buzzer sosial media, seperti di twitter misalnya. Kadang juga diadakan kuis dengan hadiah menarik. Saya sendiri juga beberapa kali dapat job yang membuat dapur saya tetap ngebul.

Komunitas-Bloggercrony-Indonesia

Komunitas Bloggercrony Indonesia dalam grup facebook. Gambar buatan penulis.

Pada pelaksanaanya, Bloggercrony juga sangat disiplin dan teratur karena admin selalu memantau. Misal ada kendala atau kesulitan, admin atau sesama member pun siap membantu.

Oh ya, pada Februari lalu Bloggercrony juga baru saja mengadakan acara BloggerDay dalam rangka ulang tahunnya yang-7. Acara ini dihadiri oleh 100 peserta terpilih dengan narasumber berkompeten di bidangnya.

Misal seperti Anwar Natari yang seorang Editor dan Dosen Bahasa Indonesia. Kemudian ada Teguh Nugraha yang merupakan Digital Business Consultant & Trainer. Lalu ada juga Joe Candra yang seorang blogger dan CEO Seven Creative Media. Dari acara ini, banyak insight baru yang didapat untuk perkembangan dan personal branding para blogger, termasuk saya tentunya. Berikut flyernya di instagram. 

Di acara ini pula, saya dan hampir semua peserta dapat hadiah menarik, dan semua peserta juga mendapatkan suvenir yang dikirim sebelum acara dimulai. Pokoknya dari Komunitas Blogger Indonesia ini, saya yang full time blogger ini begitu bersemangat dan #BanggaJadiBlogger karena Bloggercrony begitu berkontribusi ke saya sebagai blogger

Kalau bisa saya simpulkan, Komunitas Bloggercrony memfasilitasi blogger Indonesia mengembangkan kualitas dirinya, membangun jejaring positif, meningkatkan produktivitas dengan menciptakan tulisan/konten yang informatif, bermanfaat dan inspiratif, serta berdaya mandiri dan profesional. Sehingga saya dan banyak blogger lainnya bisa terus produktif dan berkembang.

Akhirnya, itulah pengalaman menarik saya selama menjadi full time blogger sejak 2016 lalu. Pengalaman ini benar-benar tak terlupakan dan akan selalu dikenang. Apalagi saat ketemu teman-teman satu profesi yang memang satu visi dan misi.

Saya harap kedepan akan semakin banyak pengalaman menarik lainnya. Misalnya seperti blogger gathering atau kopdar yang saya belum pernah mengalaminya.

Apalagi karena sekarang pandemi mulai reda dan orang-orang mulai diizinkan beraktivitas di luar. Semoga impian ini akan segera terwujud. Amiiinnn. Terakhir, follow juga media sosialnya di instagram @bloggercrony dan twitternya di @Bloggercrony agar tak ketinggalan info terbaru darinya. Terima kasih sudah membaca sampai akhir.

Bagikan biar yang lain tahu