Sudah tak terasa hingga saat ini saya sudah memasuki tahun ke-6 menjadi pengabdi blogger lomba. Ya, saya seorang pejuang lomba blog. Saya termasuk orang yang kalau lihat info lomba terbaru matanya berbinar-binar dan seperti harus ikutan. Terlebih jika hadiahnya fantastis. Baik berupa barang atau uang tunai.

Baca Juga : Info Lomba Blog Bulan Update

Ada kebanggaan tersendiri jika berhasil memenangi lomba blog. Terlebih jika penyelenggaranya bergengsi. Misal dari lembaga pemerintahan atau perusahaan besar ternama. Nama kita jadi semakin dikenal jika sering memenangi lomba.

Baca Juga : Berbagi 22 Tips Menang Lomba Blog Ala Kang Amir Setelah 200 Kali Lebih Ikutan

Dari 6 tahun mengikuti lomba, saya banyak absen di tahun 2020 karena banyak sakit. Namun masih sempat memenangkan lomba blog. Seperti dari Blibli misalnya yang mana saya berhasil meraih juara 1-nya. Artikelnya bisa dibaca di sini. Dari 6 tahun tersebut, ada banyak suka duka yang saya rasakan. Berikut pembahasannya.

Sukanya

1. Memiliki banyak teman sesama pejuang lomba ataupun lintas 

Karena lomba, saya kenal banyak teman dari berbagai kota di Indonesia. Mungkin hanya Papua saja yang belum ada. Hal yang paling berkesan dari lomba adalah saat kita kopdar atau kumpul bareng. Misal karena sama-sama masuk nominasi sebuah lomba dan diundang ke sebuah acara seremonial dan bisa ketemu di situ.

Seperti pada lomba Bank Indonesia 2019 lalu yang mana saya berkunjung ke Jakarta bersama 200 peserta lainnya dari seluruh pelosok negeri super smart dan inspiratif. Pada event #BINetifest2019 lalu, yang datang bukan hanya dari kategori blog saja, tapi video, animasi, dan film.

Ini foto pas acara seremonial lomba blog Bank Indonesia 2019

Di situ saya bisa dapat ilmu dan insight baru dari banyak narasumber berkompeten. Dan saat itu juga adalah pertama kali saya naik pesawat terbang dari Jogjakarta ke Jakarta secara gratis. Nginep di hotel berbintang dan semua akomodasi ditanggung panitia. Ngerasain nikmatnya hidup mewah 3 hari 3 malam berkat lomba dan bertemu banyak orang-orang berkompeten, tentu saja ini pengalaman berharga yang tak terlupakan.

Akomodasi gratis dari panitia lomba

Hal yang paling bikin saya terenyuh adalah saat saya di tolong seorang teman dari Pemalang karena kemalaman dijalan dan bingung harus pulang kemana, itu juga pengalaman tak terlupakan. Dan masih banyak pengalaman serupa lainnya. Tulisannya bisa dibaca disini.

Dari lomba, saya juga bisa bertemu banyak teman sekomunitas yang tergabung dalam grup dan kita semua saling support walaupun belum pernah tatap muka. Misal saat seorang anggota atau kerabat anggota terkena musibah, biasanya anggota lain akan menolong dengan melakukan penggalangan dana. Tentu saja ini seperti ada ikatan batin walaupun belum pernah berjumpa.

2. Barang-barang gratis hingga uang tunai dari menang lomba

Hal yang paling menyenangkan dari lomba blog adalah saat kita menang. Rasanya mungkin melebih lebaran hehe. Saat nama kita terpampang di urutan pertama, ada kepuasan batin tersendiri yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Lebih-lebih jika kita diundang ke acara seremonial dan bertemu dengan petinggi daerah atau pejabat tinggi negara, adalah suatu kebanggaan tersendiri.

Bisa berjabat tangan dengan kepala pemerintahan, itu merupakan pengalaman luar biasa bagi saya. Seperti saat menerima penghargaan sebagai juara 2 lomba blog Kabupaten Banjarnegara 2016 lalu.

Pemenang-Lomba-Menulis-Blog-Wisata-Banjarnegara-2016

Malam penghargaan dan bertemu dengan bupati Setempat

Nah, selain itu, hadiah perlombaan juga menjadi motivasi untuk terus mengikuti lomba. Gimana gak seneng coba, bisa dapet laptop keren gratis gak pakai bayar. Eh tapi bayar sih, pakai kerja keras. Kemudian berbagai benda lain seperti smartphone, voucher belanja, uang tunai, tentu merupakan motovasi terbesar mengikuti lomba. Yang paling seneng itu kalau dapet voucher belanja. Bisa ambil barang-barang gak pake bayar itu enak banget lho ^^

3. Bisa liburan gratis

Liburan gratis pertama dari lomba yang pernah saya dapat yaitu pas menang lomba blog Wisata Kapupaten Banjarnegara 2016 lalu. Dari situ, saya bisa merasakan gimana serunya rafting di The Pikas kali serayu sepanjang 14 km. Saking serunya, jarak 14 km kayak deket banget karena tiba-tiba ko udah selesai aja. Malamnya kita nginep dihotel dan itu merupakan pengalaman tak terlupakan. Bukan hanya itu, karena saya sampai diundang dua kali. Seruuu banget pokoknya.

liburang gratis dari menang lomba blog, rafting kali serayu The Pikas BanjarnegaraRafting di kali serayu dari The Pikas

Selain itu seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Yaitu liburan ke Jakarta gratis mengunjungi museum Bank Indonesia dan berbagai acara menarik lainnya.

4. Lomba blog bisa jadi penghasilan

Hal yang paling menyenangkan adalah karena lomba ini cukup menghidupi. Saat menang uang tunai, bisa kita manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari atau untuk hal lainnya. Saat dapat barang, bisa kita pakai atau dijual. Dari lomba, saya juga menganggapnya sebagai pekerjaan. Karena tentu saja, jika kita bersungguh-sungguh memperjuangkan, maka hasil tidak akan menghianati usaha. Dari lomba, saya berhasil mengumpulkan beberapa prestasi di sini

Satu kali kemenangan kadang bisa untuk hidup sampai berbulan-bulan. Apalagi tinggal di daerah itu biaya hidup cukup murah. Dengan 10 ribu sudah bisa kenyang sekeluarga. Tidak seperti di kota yang apa-apa kudu bayar.

5. Lomba menuntut kreatifitas hingga memaksakan diri untuk belajar

Karena lomba, jadi memaksaku untuk kreatif dan belajar. Dulu, menambahkan caption di gambar saja bingungnya minta ampun. Namun karena tuntutan, sekarang saya sampai belajar animasi segala. Desain grafis tentu saja sudah dong. Namanya juga konten kreator (blogger juga konten kreator dong), jadi mau tak mau harus mau berpikir kreatif. Kalau enggak ya bakal kelindas sama yang lain.  

Desain grafis hasil belajar otodidak karena tuntutan lomba

Dukanya

Selain sukanya, tentu ada dukannya dong.

1. Harus ngenes hati saat ada penjurian yang tidak transaparan

Bagi pejuang lomba, mungkin sudah pernah mengalami. Kalau saya sih sudah 2 kali mengalaminya. Dan para blogger lain yang berpartisipasi pun ikut kesel. Ya bagaimana gak kesel coba, ya masa yang menang blognya baru dibuat, cuma satu tulisan, minimalis, dan hanya beberapa gambar. Gak kelihatan effortnya, Udah gitu gak memenuhi SK juga. Sedangkan yang lain usahanya pol-polan, gak dimenangkan. Dan pernah ada beberapa lomba yang dilakukan penjurian ulang karena pemenang sebelumnya dianggap tidak sah dan didapatkan pemenang baru.

Baca Juga : 30 Blogger Terbaik Berbagi Tips Menang Lomba Blog

2. Ada beberapa hadiah lomba yang tidak dikirim

Saya mengalaminya 2 kali. Yang pertama cuma merchandise sih. Tapi bukan merchandisenya, tapi usaha yang saya lakukan itu lho. Saya sampai ngos-ngosan naik sepeda yang jaraknya jauh banget hanya untuk submit lomba karena internet di rumah lagi down. Bahkan sampai istirahat di tengah jalan karena kecapean. Begitu hasil keluar, saya dapat juara favorit dan cuma dapet merchandise. Dan sampai sekarang hadiahnya gak dikirim. Kemudian yang kedua juga merchandise, dan gak dikirim juga. Padahal capek juga nulisnya sampai semingguan.

3. Jadi penganut deadline yang suka lembur 

Dulu sebelum jatuh sakit, saya memang pejuang deadline. Karena sering lembur, saya jadi jatuh sakit. Sekarang saya sudah jarang sekali melakukannya. Palingan kalau terpaksa banget. Bagi saya sehat itu nomor satu. Apalagi sekarang lagi musim corona seperti ini. Sekarang saya lebih sering mengerjakannya jauh-jauh hari sebelum deadline. Jadi enggak keburu-buru banget pas mau submit. Menulis dan bikin gambar pun jadi lebih leluasa.

4. Saat sudah nulis maksimal sampai berminggu-minggu tapi gagal total

Pernah gak sih kalian merasakan sudah nulis capek banget. Pake riset keluar lapangan segala, tapi kalah sama sekali. Masuk 100 pemenang hiburan pun enggak. Saya pernah. Udah lembur sampai jam 3 pagi, masuk 100 favorit pun enggak. Pengen deh nangis rasanya. Rezeki emang kalau udah jodoh gak akan kemana. Kalau kata emak saya, rezeki diburu mlayu, dienteni malah ngenteni.

Rezeki dikejar lari, ditungguin malah nungguin. Jadi kita emang kudu legowo. Selagi kita mau terus berusaha, Tuhan akan memberikan yang terbaik. Tuhan Maha Adil ko. Jadi jangan pernah menyerah ya.

5. Barang hasil menang kadang ditawar murah

Paling ngenes itu pas dapet barang seperti gadget, ada yang nawar murah banget. Lebih ngeselinnya lagi pas bilang “ya udah sini murah aja, itu kan hadiah” Uh kesel banget gak sih. Dikiranya gak pake usaha, padahal ngedapetinnya ibarat menangkap ular anaconda di dasar sungai amazon.

Oiya, ada cerita seru nih dari teman blogger juga. Jadi barusan kemarin ada temen blogger namanya Muhammad Nur Ardi Handayat. Blogger asal Riau dengan blognya di www.handayat.com. Pejuang lomba juga kayak saya. Jadi Mas Nur yang masih SMA ini keterima di PTN favorit, UNDIP Semarang, dari jalur prestasi. Ia bilang kalau ia submit semua sertifikat lomba blog saat pendaftaran. Wah, kayaknya saya baru denger nih selama jadi pejuang lomba. Semoga bisa jadi inspirasi buat yang lainnya.

Dari cerita di atas, bisa tahu sendiri seperti apa sih drama pejuang lomba. Dari yang pengen nangis sampai jingkrak-jingkrak semua pernah saya rasakan. Terima kasih.