Foto : Allisha Factory channel youtube

Hai gaes kalau kalian berkunjung ke Kebumen dan kebetulan lewat jalan Daendeles atau jalur selatan Kebumen-Purworejo-Jogja (jalannya udah alus banget mirip sirkuit balap), jangan lupa mampir ya ke Kebumen. Selain ladang pertanian yang sangat luas tempat wisatanya yang menarik, ada kuliner khas Kebumen Selatan yang patut untuk di coba, yaitu sate ambal yang sudah ada dari tahun 1940an ini.

Dinamakan sate ambal karena memang terletak di kecamatan ambal. Jadi jika kalian lewat sini, ada banyak penjual sate berdiri di pinggir jalan. Saya sendiri sih belum pernah mencobanya. Tapi pastinya rasanya nikmat dan maknyus tenan.

Oiya, disepanjang jalan kalian juga akan melihat banyak perkebunan seperti papaya, cabai, jagung, semangka, melon, dsb. Dan yang tak kalah menarik yaitu karena jalur Daendeles ini berada dekat pantai. Jadi ada banyak pantai yang bisa kalian kunjungi.

Awal mulanya sate ambal ini yaitu dari Bapak Santukit, Bapak Surip, dan sekarang yang paling terkenal yaitu Bapak Haji Wagino (Alip). Ada beberapa keunikan dari sate ambal ini, diantaranya :

1. Memakai bumbu tempe

Menurut video yang saya tonton dimana narasumbernya adalah penjual sate ambal Kebumen ini, bumbu dari sate ambalnya hanya menggunakan tempe rebus dan cabai doang gaes. Berbeda dengan sate pada umumnya yang menggunakan bumbu kacang atau bumbu kecap. Dan khasnya sate ambal emang bumbu tempenya itu.

2. Mengipasnya dari samping atau pinggir

Kalau sate pada umumnya, semisal sate khas Madura, mengipasnya dari atas. Nah kalau sate ambal ini mengipasnya dari pinggir. Tujuannya mungkin agar kematangan lebih merata. Oiya, sebelum dibakar, daging ayam yang digunakan juga direbus dulu selama 2 jam. Selain daging ayam, juga menggunakan kulit ayam.

3. Bisa tahan hingga 90 hari

Nah, ini nih yang tadi saya bilang. Sate ambal bisa tahan hingga berbulan-bulan. Mengapa ? Karena sate ambal diawetkan denga tekhnik pengawetan tanpa campuran bahan kimia sama sekali. Sehingga aman untuk dikonsumsi. Ada beberapa tekhnik yang digunakan agar sate ambal ini tetap awet. 

Baca juga

Pertama, sate yang sudah dibakar dimasukkan kedalam wadah alumunium foil dan divaccum menggunakan empat layer. Tujuannya untuk menghilangkan udara dan uap air dalam kemasan. Karena udara dan uap air dalam wadah dapat menimbulkan bakteri.

Kedua, setelah proses vaccum yatiu proses sterilisasi. Ketiga yaitu presto sekitar 10 menit agar bakteri tidan mencemari makanan.

Keempat yaitu itu ada proses karantina. Jika dalam enam hari, sate ambal ini tidak mengalami kembung pada wadah dan bocor, maka sudah bisa dijual dan di distribusikan.

Dan karena awet, sate ambal ini juga sudah online merambah ke berbagai kota-kota besar di Indonesia. Seperti Jabodetabek, Sumater, Papua, Hongkong, Jepang, dll.

Cara manasinnya buat kamu yang beli online, tinggak masukan kedalam oven atau jemur di terik matahari. Gampang kan ?

4. Ada 12 macam bumbu

Biarpun bumbunya hanya dua macam, tapi bumbu sate utama ada 12 macam. Dari mulai bawang merah dan putih, gula, garam, merica, kemiri, ketumbar, kunyit, pala, bunga lawang, dsb. Namun mungkin berbeda anatar penjual satu dengan lainnya. Dan habis itu kuahnya sate juga dibikin sambelnya. Karena bumbunya yang kaya, citarasanya pun khas.

Lalu, berapa sih harga per porsinya ?
Untuk 20 tusuk harganya 35 ribu. Terjangkau sekali, bukan ? Dan sate ini disajikan dengan kupat atau lontong.

Sebenernya ada banyak kuliner khas Kebumen lainnya. Misal ada tempe mendoan yang juga tak kalah hits, atau lanting bumbunya. Namun untuk daerah selatan, sate ambal khas Kebumen cukup terkenal.

Sumber referensi artikel

Video 1 : Allisha Factory : https://www.youtube.com/watch?v=I7VbJVpt5pM

Video 2 : TRANS7 OFFICIAL : https://www.youtube.com/watch?v=OgP0fbhzdEo

Sharing media sosial

Share twitter : https://twitter.com/amir7788/status/1249552766277521408

Share fb : https://www.facebook.com/amir.mahmud.771282/posts/1534897426669056