Akhir Mei 2021 lalu saya berkunjung ke pantai menganti Kebumen dalam rangka musim liburan lebaran. Terakhir saya berkunjung ke sini yaitu pada 2017. Saat itu keadaan pantai masih lebih baik karena ombaknya tak terlalu besar.

Saya tertarik berkunjung ke sini karena semakin banyak spot menarik untuk berfoto dan berbagai pembenahan serta fasilitas. Seperti jembatan gebyuran (jembatan merah), bukit menguneng, dan banyak lagi yang lainnya. Dan benar saja karena tempatnya sangat menarik dan sudah dilakukan banyak pembenahan.

Termasuk penginapan dengan rentang tarif dari 300-700k. Untuk camping juga bisa dengan sewa tenda kalau enggak salah 20k. Karena pas saya kesana ada 2 tenda pengunjung yang mendirikan tenda.

Baca Juga : 3 Hotel Terdekat Pantai Menganti Kebumen! Tarif Mulai 100 Ribuan

Dari rumah saya berangkat pukul 08.00 pagi dan sampai sana sekitar pukul 10.00. Buat kalian yang akan kesana sebaiknya lakukan persiapan fisik dan kendaraan karena tracking jalan di sana naik turun dan bikin capek.

Oiya, kalau kalian dari Gombong jalan ke selatan, maka sebaiknya persiapkan kendaraan baik motor atau mobil sebaik mungkin karena di jalan tanjakan desa Srati, ada jalan yang sangat nanjak dan selalu ada saja motor matic yang kalah karena nggak kuat. Kemarin pas saya kesana, ada motor matic yang didorong karena enggak kuat. Bahkan ada mobil yang penumpangnya pada turun karena khawatir tak kuat.

Dan kabarnya pada liburan lebaran kemarin, ada ratusan motor matic yang mogok karena enggak kuat. Dan katanya motor matic semua, enggak ada motor bebek oper gigi. Karena motor saya oper gigi, jadi lebih aman deh hihi. Jadi buat yang mau ke pantai menganti, baiknya servis motor dulu atau lakukan perbaikan jika memang dirasa perlu.

Nah, kalau kalian dari arah Cilacap atau Purwokerto lewat kecamatan Rowokele, jalan tidak terlalu nanjak. Sehingga lebih aman.

Jalan dari Gombong memang sangat naik turun bukan hanya di tanjakan Srati saja. Jadi kudu bener-bener dipersiapkan kendaraan terutama motor biar enggak mogok di jalan. Sepanjang perjalanan kalian akan menemui banyak pertokoan dan warung-warung. Sepanjang jalur wisata ini memang terlihat begitu makmur daerahnya karena masyarakat mendapatkan banyak pemasukan dari wisatawan yang berkunjung.

 Baca Juga : Bukit Pentulu Indah Memang Beneran Indah! Penasaran? Datengin Aja Dulu

Sepanjang jalur ini, ada banyak sekali wisata Kebumen berupa pantai yang bisa dikunjungi. Seperti pantai bopong, pantai suwuk, pantai karangbolong, pantai surumanis yang pernah saya kunjungi kemarin, pantai watubale, pantai lampon, bukit hud, pantai menganti, dan banyak lagi yang lainnya.

Nah, saat kalian akan sampai, kalian juga akan melihat pemandangan ke arah laut yang cukup menarik dari ketinggian. Banyak dari para pengunjung yang berhenti sejenak untuk berfoto.

Jalan beberapa puluh meter kalian akan sampai di pintu masuk dan membayar tiket Rp 15.000 per orang. Saya berdua dengan istri. Jadi kudu bayar Rp 30.000,- dan sudah termasuk parkir.

Untuk pengendara motor, bisa parkir disebelah timur yang lokasinya agak naik. Untuk pengendara mobil bisa parkir di sebelah barat yang cukup landai. Setelah motor saya parkir, saya eksplor hampir semua bagian dari timur ke barat.

Bagian timur ini berada di ketinggian sehingga cocok sekali untuk berfoto. Saat berkunjung kemarin ngepasin hari minggu, jadi ada banyak sekali pengunjung hingga saung-saung pun agak penuh. Cuma yang sudah agak rusak aja yang enggak dipakai.

Pas duduk di saung, saya dimintai uang Rp 10.000,- oleh mbak-mbak. Tapi ko saya lihat yang lain enggak. Dan ia enggak pakai seragam. Sementara crew-nya saya lihat ko pakai seragam.

Nah, di bagian timur yang terdapat penginapan dari kayu ini ada banyak spot menarik untuk berfoto. Apalagi trackingnya juga sudah di paving block. Jadi enggak becek saat hujan.

Kalian bisa berfoto di antara bukit dan sekitarnya. Spot yang paling jadi rebutan sampai ngantri yaitu yang berada di lembah bukit menguneng. Orang-orang sampai bejubel ngantri berfoto. Tapi saya enggak karena rame banget.

Jalan ke arah barat kita akan menanjak naik turun. Namun suasana semakin sejuk karena sekeliling ditumbuhi banyak pohon dan banyak saung-saung kecil berdiri.

Pantai menganti Karangduwur ini karena merupakan pantai selatan, jadi ombaknya gede banget. Jadi di semua pantai yang saya sebutkan di atas, ombaknya memang sangat besar. Bahkan saat saya kesana, ada 2 orang meninggal karena tersabet ombak saat berfoto.

Jalan ke arah baratnya lagi, kalian akan bertemu dengan jembatan gebyuran atau biasa disebut jembatan merah karena warnanya yang merah. Ini merupakan spot favorit di sini yang merupakan daya tarik pantai menganti ini. Namun saat saya kesana ditutup karena baru saja memakan korban.

Kalau menurut berita yang tersebar, mereka yang merupakan paman dan keponakan tersabet ombak yang memang sangat besar karena turun ke karangnya. Jadi jika kalian kesana, jangan berani turun untuk hal yang ora mira-miraA alias tidak terlalu penting.

Jalan setapak yang mengitari bukit pantai ini akan berakhir di titik tunggu dimana-orang beristirahat. Di sini juga terdapat ojek buat yang kecapean saat akan menuju rombongan. Entah berapa tarifnya.

Kemudian saya turun ke jalan arah barat dimana bisa bermain air. Namun sayang karena ombaknya yang sangat besar membuat semua orang tidak ada yang mandi. Dulu pas 2017 air laut masih jauh menjorok ke tengah dan masih aman. Sekarang sudah naik puluhan meter ke darat dan ombaknya sangat besar.

Suasana pantai sangat ramai sekali sampai jalan aja penuh sesak. Terutama mobil karena ini memang parkiran mobil dan kebetulan hari minggu. Liburan berdesak-desakan gini jadi enggak menarik karena tak leluasa menikmati pemandangan.

Pantai Menganti Kebumen

Suatu hari nanti saya ingin berkunjung kembali, namun saat hari kerja biar enggak ramai dan bisa menikmati pemandangan dengan leluasa. Harga makanan juga pastinya lebih murah ketimbang moment liburan yang sepertinya lebih mahal. Di pantai menganti ini terdapat banyak warung yang lokasinya sangat menarik seperti di pereng (tebing) sehingga bisa melihat langsung ke pantainya.