Kebiasaan saya mengkonsumsi makanan pedas, mie instan, sering lembur, serta makan hingga kenyang di malam hari sebelum tidur, membuat saya terkena sakit asam lambung. Awalnya saya hanya kena maag saja dan itu masih ringan. Namun karena saya semakin intens dan terus mengkonsumsi makanan pedas dan mie instan, baik yang dimasak sendiri atau dalam makanan siap saji seperti bakso dan mie ayam, membuat maag saya berubah jadi asam lambung.

Memangnya apa bedanya maag dengan asam lambung?

Menurut saya, sakit maag itu masih ringan dan bisa sembuh dengan obat warung atau ramuan herbal dalam waktu singkat. Seperti pro**g misalnya. Sedangkan sakit asam lambung, dada terasa panas dan badan sangat lemas. Penyembuhannya bagi saya juga cukup lama.

Kadang panasnya pindah ke bagian kiri atau kanan. Kadang di bawah ketiak. Kadang perut terasa panas. Saat dada terasa panas, badan jadi lemas sekali. Tidak karuan sekali pokoknya. Tidurpun harus ditinggikan bantalnya.

Baca Juga : Hal-hal Beserta Makanan Yang Dihindari Saat Sakit Asam Lambung – Pengalaman Pribadi

Pengalaman sakit asam lambung saya cukup dramatis karena dibarengi sakit gigi juga. Obat dari dokter pun jadi kurang mempan karena dibarengi sakit gigi. Saat itu saya sampai 3 kali ke dokter gigi karena sakitnya luar biasa.

Saat ke dokter gigi, dokter juga bilang jika sakit gigi bisa menyebabkan asam lambung, dan asam lambung juga bisa menyebabkan sakit gigi. Jadi agar sakit asam lambung cepat sembuh, sakit gigi harus sembuh dulu.

Oke tanpa berlama-lama, ini cerita saya sembuh dari sakit asam lambung dengan bahan alami seperti gambar di atas selama 8 bulan.

Berobat ke dokter bolak balik

Pada April 2020 lalu adalah masa dimana virus corona sedang gencarnya meluas ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. Suasana menjadi sangat mencekam. Bahkan di tempat saya, ruang publik seperti alun-alun kecamatan menjadi sepi sekali. Lafadz adzan pun diubah.

Baca Juga : 7 Cara Efektif Mencegah Tertular Virus Corona

Saya yang saat itu sedang sakit, pun menjadi takut saat akan berkunjung ke dokter. Takut jika fasilitas kesehatan tempat saya akan berobat pernah didatangi pasien corona lalu saya tertular. Dan akhirnya karena pengin sembuh, saya memberanikan diri ke dokter.

Mengunjungi dokter umum

Saat berkunjung ke dokter umum yang pertama, saya bilang kalau dada saya panas dan kadang berpindah-pindah. Dan saya juga bilang kalau saat itu sedang sakit gigi juga. Kemudian saya diresepkan obat untuk 5 hari (kalau tidak salah). Dan oleh dokter pun diberi obat pereda nyeri yang sepertinya untuk sakit gigi. Hingga kunjungan yang ketiga, sakit asam lambung saya belum sembuh.

Mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam

Setelah kunjungan ketiga, dokter menyarankan untuk berobat ke spesialis dalam. Dan saya pun menurutinya. Oleh dokter spesialisnya, saya disuruh untuk tes rekam jantung. Saya khawatir sekali karena dari nama alatnya, saya jadi berpikir kalau saya sakit jantung. Dan ternyata setelah hasil keluar, saya terkena asam lambung. Kemudian saya dikasih obat untuk 10 hari (kalau tidak salah).

Hasilnya, bagaimana?

Sebenarnya obat yang diresepkan dokter membaik karena itu memang obat asam lambungnya. Dokter gigi yang bilang begitu saat lagi periksa gigi. Namun karena sakit gigi lebih mendominasi daripada asam lambung, maka asam lambung pun jadi lama sembuhnya. Dan akhirnya pada kunjunga ke dokter gigi yang ketiga, gigi saya dicabut.

Baca pengalaman saya cabut gigi saat sakit asam lambung di sini

Setelah dicabut, lama-lama sakit gigi saya hilang dan saya kembali mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam. Saya bilang ke dokternya kalau sakit asam lambung saya terus membaik setelah sakit gigi membaik. Setelah obat diminum, saya merasakan ada perubahan. Namun rasa panas di dada masih sering terasa. Dan setelah itu saya memutuskan untuk tidak ke dokter lagi karena terlalu banyak minum obat tidak baik untuk kesehatan.

Akhirnya lebih rutin konsumsi bahan alami untuk sembuhkan sakit asam lambung

Selama sakit asam lambung, saya selalu rutin konsumsi jamu kunyit yang dibuat sendiri dengan cara diparut. Bukan kunyit bubuk atau beli jamu keliling. Namun saat minum obat, minum jamunya diselingi setelah 1 jam dan sesudah makan. Kata dokter sih begitu.

Oiya, ada yang bilang kalau jamu keliling itu pakai kunyit sachetan yang biasanya mengandung bahan pengawet. Apalagi kalau di kota-kota besar yang semua serba instan.

Jadi, setiap pagi dan sore hari, kadang siang juga, saya konsumsi jamu kunyit murni. Kalau pengin yang lebih kentel sari patinya, saya pakai yang mpu atau bonggolnya. Biasanya saya tambahkan madu hitam pahit.

Baca Juga : Manfaat Baik Madu Hitam Pahit Untuk Asam Lambung – Pengalaman Pribadi

Sebelumnya saya juga konsumsi madu merah karena badan jadi lebih kuat dan tidak lemas jika minum madu merah. Secara, asam lambung itu bikin badan lemas. Namun setelah tahu jika madu hitam pahit dapat mengobati asam lambung, maka saya pun menggantinya dan rutin mengkonsumsi madu hitam pahir ini.

Sampai saat ini, mungkin sudah keluar hampir 2 juta lebih untuk beli madu hitam ini. Waktu itu saya berlangganan ke seorang penjual di desa sebelah. Namun setelah tahu kalau di online shop banyak yang jual dengan harga lebih murah, maka saya pun memilih online shop.

Eh tapi kalau pedagang produk alami dan yang jualnya di kota besar, dicampuri bahan kimia enggak sih? Soalnya ada kabar di TV mengenai produsen madu palsu, namun sudah diamankan oleh pihak yang berwajib.

Saya agak mengabaikan hal itu karena saya pengen sehat. Dan kemudian saya pun mencari madu hitam yang mengkaim produknya alami. Memang harganya lebih mahal berkali-kali lipat. Tapi tidak masalah yang penting saya sehat.

Madu hitam pahit ini saya minum 3 kali sehari sebelum makan. Pagi 2 sendok, siang 3 sendok, dan sore 3 sendok. Untuk campuran jamunya saya menaruh 1 sendok makan untuk segelas jamu kunyit.

Oiya, selain jamu kunyit dan madu hitam, saya juga konsumsi pati irut atau pati angkrik (pati=tepung). Angkrik adalah semacam umbi-umbian yang tumbuh liar. Tepung irut ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Selain mengatasi asam lambung, tepung irut juga bisa menurunkan demam dan diare. Dan ini ampuh karena beberapa kali saya dan banyak orang di tempat saya membuktikannya.

1 kg tepung irut harganya berkisar 16 ribuan, namun bisa berbeda di tempat lain. Di online shop saya lihat banyak yang jual. Tapi istilahnya bisa berbeda-beda. Cara membuat tepung irut ini mudah. Campurkan tepung irut dalam wadah mangkok atau gelas, lalu tambahkan sedikit air dingin untuk membuatnya menjadi cair.

Lalu didihkan segelas air dalam panci kecil, dan masukan adonan cair tepung irut tadi dan aduk terus jangan sampai berhenti. Soalnya jika berhenti mengaduk, adonan tidak tercampur sempurna dan akan timbul gelembung-gelembung. Boleh tambahkan gula agar rasa tak hambar. Namun jangan keseringan makan manis karena tidak baik untuk kesehatan. Kalau saya sih biasanya menambahkan madu hitam pahit tadi biar biar double mengobati.

Oiya, saya juga sering konsumsi perasan air bengkoang. Setiap seminggu 2-3 kali saya membeli bengkoang ukuran besar agar mudah memarutnya. Bengkoang diparut lalu airnya diperas dan diminum sehari 1-2 kali. Di perut rasanya adem dan lama kelamaan asam lambung membaik.

Selain itu saya juga pernah konsumsi waluh jipang. Kalau saya nyebutnya welok. Waluh jipang muda dikupas dan diparut lalu airnya diminum. Dua buah waluh jipang bisa menghasilkan 1 gelas air. Rasanya manis ko. Di perut juga rasanya adem. Namun sekitar semingguan minum, malah bikin badan lemas. Dan ternyata efek waluh jipang ini dapat menurunkan tekanan darah. Makannya badan terasa lemas dan konsumsi pun saya hentikan. Penderita darah tinggi sering konsumsi waluh jipang ini untuk menormalkan tekanan darah.

Saat itu, saya juga masih berobat 2 kali ke dokter spesialis dalam di bulan Agustus dan September 2020. Setelah itu saya lebih banyak konsumsi bahan alami. Sekarang saya sudah sembuh 90% dari sakit asam lambung. Namun tak rasa-rasa, bahan alami yang saya konsumsi lebih berkontribusi menyembuhkan sakit asam lambung ketimbang obat-obatan yang saya minum.

Namun saya juga membarengi dengan gaya hidup sehat dan menuruti anjuran dokter. Seperti tidak makan makanan pedas, asam, berminyak, dan makanan pantangan lainnya seperti sawi, daging merah, kulit ayam, nangka, buah duren, jeruk, dan susu. Pernah minum susu sekali dan langsung kambuh. Nyesel banget pokoknya.
Saya sama sekali tidak makan makanan berminyak, kecuali tumis sayur yang memang mengandung minyak saat menumis bumbunya. Itu pun saya suruh istri untuk mengurangi takarannya.

Makanan siap saji di pinggir jalan pun saya tidak pernah. Jadi saya sangat disiplin untuk berlaku sehat agar cepat sehat dan bisa bekerja lagi.

Agar perut terasa nyaman, saya lebih sering makan makanan bertekstur halus seperti nasi tim. Makanan yang bertekstur keras sangat saya hindari karena berpengaruh ke lambung dan lambung menjadi sensitif. Dan saat makan, mengunyahnya pun aga lama.

Selain itu saya juga selalu istirahat cukup dengan tidur cepat. Saya juga sama sekali tidak makan pedas. Intinya harus diusahakan sebaik mungkin agar cepat sembuh. Bahkan saya banyak menolak pekerjaan demi bisa cepat sembuh. Ada banyak hal terhalang karena sakit.

Dan sampai pada bulan kedelapan yaitu November 2020, sudah sehatan. Dada sudah jarang terasa panas dan badan juga tidak sering lemas.
Sekarang sudah Februari 2021 dan saya sudah banyak melakukan aktivitas gerak tubuh, bahkan olahraga. Namun untuk angkat-angkat beban berat belum terlalu berani karena bisa kambuh. Pernah suatu kali angkat beban, padahal tidak sampai 5kg, tapi saya terengap-engap tidak karuan.

Sekarang saya sudah sembuh dan saya sangat berhati-hati agar tetap sehat. Punya duit banyak tapi badan sakit-sakitan, tentu tidak bisa menikmati hidup kan ya?
Saat ini saya lebih memprioritaskan kesehatan badan dan ketenangan pikiran. Saya begitu sadar bahwa hidup itu harus seimbang. Ada saatnya bekerja ada saatnya menyenangkan diri.

Dulu saya memang work holic yang mampu bekerja hingga 18 jam perhari. Sekarang saya enggak lagi. Hidup itu cuma sekali, jadi nikmatilah. Namun dengan cara yang seimbang agar dunia dapat akhirat juga dapat. Karena sejatinya segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Kecuali mungkin kelebihan duit ya wkwkwk.

Akhirnya, itulah cerita saya sembuh dari asam lambung. Saya memang benar-benar merasakan baikkan setelah mengkonsumsi bahan-bahan alami tersebut. Namun kadang masih terasa namun sedikit. Jika makan gorengan, maka kadang dada terasa agak panas, namun setelah minum jamu kunyit dan madu hitam, asam lambung terus mereda. Jadi, saya masih sangat hati-hati sekali dalam konsumsi makanan. Dan saat ini saya sama sekali tak makan makanan pedas dan semua yang menjadi pantangannya.