Banyak dari kita mungkin sudah tahu manfaat mangrove yang banyak ditemui di pesisir pantai, salah satunya di kampung Friwen, Raja Ampat. Manfaaat utama Mangrove yaitu menjaga daratan agar tidak terkikis air laut.

Bagi masyarakat pesisir, keberadaan mangrove sangatlah penting. Tanpa mangrove, bisa-bisa sebuah perkampungan tenggelam oleh air laut, seperti yang terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Nah, tanggal 25 September kemarin kami kawan-kawan eco blogger squad baru saja mengikuti webinar tentang manfaat mangrove bagi kehidupan dan ketahanan pangan di kampung Friwen, Raja Ampat, selain non kayu.

Seperti orang pada umumnya, saya pikir mangrove hanya berfungsi menjaga abrasi pantai, tapi di kampung Friwen, ada banyak manfaat mangrove yang menjadikannya sebagai sumber ketahanan pangan. Misalnya seperti empat komponen ini.

Mangrove Menjadi Tempat Hidupnya Ikan, Udang, Kepiting dan Kerang

Akar tunggang mangrove yang menjalar kesana kemari di dalam air dalam jumlah banyak, bisa menjadi tempat berlindung hewan-hewan tersebut dari pemangsa.

Saat mereka bertelur, hewan-hewan ini akan menetaskannya di rerimbunan akar mangrove. Setelah tubuh mereka cukup kuat, mereka akan keluar ke laut lepas.

mangrove

Ke-empat sumber pangan ini mendatangkan berkah tersendiri bagi masyarakat, apalagi udang dan kepiting yang nilai ekonominya cukup tinggi. Selain itu ada juga kerang seperti kerang darah dan kerang hijau.

Di Raja Ampat yang kontur tanahnya berundak-undak, jarang ditemui lahan persawahan untuk menanam padi. Itulah mengapa mangrove ini berperan penting untuk ketahanan pangan.

Potensi Buah mangrove itu sendiri

Selain empat komponen di atas, tentu saja ada buah mangrove. Mungkin kalian baru tahu jika ternyata buah mangrove bisa dibuat berbagai macam olahan seperti madu mangrove, tepung mangrove, kue mangrove, dan juga sirup mangrove.

Dari olahan ini, tentu saja mendukung ekonomi masyarakat sekitar untuk terciptanya ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Dan ini yang sudah dilakukan di kampung Friwen, Raja Ampat.

Baca Juga : Perjuangan Desa Nusantara Mempertahankan Wilayahnya Sekaligus Mencegah Laju Perubahan Iklim

Dari semua produknya, madu mangrove adalah produk unggulan karena bernilai tinggi, bernutrisi tinggi dan mendukung ekosistem berkelanjutan.

Selain itu, daun mangrove sendiri yang jatuh pun memiliki manfaat. Daun mangrove yang berguguran ini akan terurai menjadi bahan organik atau detritus.

Detritus ini kemudian menjadi makanan bagi berbagai organisme kecil dan ikut menopang rantai makanan di kawasan pesisir.

Dan yang tak kalah penting, pohon mangrove juga menjaga kualitas dan kejernihan air, sehingga air tetap bersih semua yang hidup di dalamnya ikut terjaga.

 

Peran Perempuan dan anak mudah di Raja Ampat dalam Pengelolaan Mangrove

perempuan-mangrove

Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam menjaga sekaligus memanfaatkan kawasan hutan mangrove.

Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan hanya berfungsi sebagai pelindung pantai, tetapi juga menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari dan sumber penghidupan bagi keluarga.

Berbagai aktivitas perempuan sangat berkaitan dengan sumber daya pesisir. Mulai dari memanfaatkan mangrove sebagai sumber pangan, mengenal tanaman untuk kebutuhan etnobotani, berdagang di pasar tradisional, mengambil daun untuk bahan tikar, berkebun, hingga mencari ikan dan kerang-kerangan.

Baca Juga : Kearifan Lokal Masyarakat Adat dan Upaya Mencegah Perubahan Iklim #SahkanRUUMasyarakatAdat

Disebutkan bahwa sekitar 90% perempuan menggantungkan kehidupannya pada wilayah pesisir. Karena itu, keterlibatan mereka dalam menjaga mangrove menjadi penting agar sumber daya alam tetap tersedia dan bisa dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.

Pengelolaan mangrove yang melibatkan perempuan juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Dengan menjaga ekosistem tetap sehat dan memanfaatkan sumber daya secara bijak, kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan untuk anak cucu di masa depan.

Selain Mangrove, ada Juga Pohon Nipah yang Memiliki Fungsi Ganda

pohon-nipah-jpg

 Pohon nipah dan buah nipah yang ada di pinggiri pantai Suwuk Kebumen. Dokpri.

Selain mangrove, ternyata ada tumbuhan lain yang memiliki double job, salah satunya buah nipah. Pohon nipah ini banyak tumbuh di pesisir pantai.

Misal saat kemarin saya berkunjung ke rumah ortu, saya mampir ke pantai dan banyak menemui buah nipah. Namun saya belum pernah mencicipi bagaimana rasa buah nipah?

Kalau menurut informasi yang saya dapat, buah nipah ini memiliki rasa manis dan bisa dijadikan pemanis alami karena rasanya seperti gula tebu. Buah nipah juga bisa dijadikan gula merah.

Buah nipah ini banyak tumbuh di pesisir pantai karena bisa menahan ombak yang bisa menggerus daratan. Jadi, fungsinya hampir sama dengan mangrove, namun mangrove lebih banyak manfaatnya.

Kalau di tempatku tinggal, pohon nipah ini banyak tumbuh pinggir pantai Suwuk dekat jalan raya. Fungsinya untuk menjaga daratan agar tidak tergerus ombak.

Dari artikel ini pun saya baru ngeh kalau ternyata pohon nipah ini berfungsi menjaga abrasi pantai, tapi ternyata buahnya juga bisa dikonsumsi. Dan itu artinya pohon ini punya fungsi ganda.

Nah, kalau di tempat kalian ada pohon apa nih yang punya fungsi ganda?

Kesimpulan

Dari pembahasan di atas, saya jadi semakin memahami bahwa mangrove bukan sekadar tanaman yang tumbuh di pinggir pantai dan berfungsi menahan abrasi. Di Kampung Friwen, Raja Ampat, mangrove ternyata memiliki peran yang jauh lebih besar, terutama sebagai sumber pangan dan penghidupan masyarakat pesisir. Ikan, udang, kepiting, kerang, hingga berbagai olahan buah mangrove menunjukkan bahwa ekosistem ini punya potensi pangan dan ekonomi yang sangat besar.

Menariknya, perempuan juga memiliki peran penting dalam menjaga sekaligus memanfaatkan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Artinya, menjaga mangrove bukan hanya tentang melindungi alam, tetapi juga mempertahankan sumber kehidupan masyarakat untuk generasi berikutnya.

Begitu pula dengan nipah yang memiliki fungsi ganda sebagai pelindung pesisir sekaligus sumber pangan. Dari sini kita belajar bahwa alam sebenarnya sudah menyediakan banyak hal untuk manusia. Tinggal bagaimana kita memanfaatkannya dengan bijak tanpa merusak keseimbangannya.