Punya masalah mata memang bikin aktivitas jadi ribet, apalagi kalau tiap hari harus tampil percaya diri. Nah, kabar baiknya, sekarang ada solusi yang bikin hidup terasa lebih simpel.
Yuk, simak cerita lima artis yang akhirnya berani ambil langkah cepat dengan Lasik mata sehingga membuat bikin penglihatan mereka kembali jernih dan nyaman.
1. Irvan Farhad
Sejak kelas 5 SD, Irvan Farhad sudah pakai kacamata, dan minusnya terus bertambah sampai -5,50. Kebayang kan repotnya, apalagi dengan pekerjaan yang mengharuskannya sering tampil di depan kamera dan mobile ke sana kemari mengurus coffee shop serta bisnis sosial medianya?
Bertahun-tahun bergantung pada kacamata dan lensa kontak ternyata nggak semudah kelihatannya. Kacamata sering berembun, geser saat olahraga, dan kurang nyaman dipakai lama. Sementara lensa kontak bikin mata kering dan perlu perawatan ekstra. Sebenarnya Farhad sudah lama dengar soal LASIK, tapi yang paling susah itu ngumpulin keberanian.
Akhirnya ia memutuskan menjalani LASIK di KMN EyeCare. Menurutnya, prosesnya cepat, cuma hitungan menit dan tanpa rasa sakit. Setelahnya, penglihatannya jauh lebih jernih tanpa bantuan kacamata. Kini ia bisa bekerja, menyetir, dan menatap layar lebih nyaman. Buat Farhad, LASIK jadi salah satu keputusan terbaik dalam hidupnya.
2. Connie Sutedja
Nama Connie Sutedja tentu sudah nggak asing lagi di dunia hiburan Tanah Air. Aktris dan model senior yang sudah berkarier sejak era 1970-an ini dikenal lewat peran-perannya yang ikonik, termasuk saat beradu akting dengan Benjamin Sueb. Meski usia terus bertambah, Connie tetap aktif dan menjaga kesehatannya.
Namun, seiring waktu, penglihatannya mulai bermasalah karena katarak. Ia mengaku sudah memakai kacamata, tapi tetap saja pandangannya buram. Warna terlihat kusam, dan wajah orang dari jauh sulit dikenali.
Setelah periksa ke dokter, ternyata kataraknya sudah masuk kategori lanjut dan perlu segera dioperasi. Sempat khawatir soal rasa sakit dan rawat inap, Connie akhirnya lega setelah dijelaskan bahwa prosedurnya cepat dan minim nyeri.
Ia pun memilih operasi di KMN EyeCare. Menurutnya, tempatnya nyaman seperti hotel, pelayanannya ramah, dan teknologinya canggih. Operasi berjalan lancar tanpa rasa sakit berarti.
Setelahnya, penglihatan Connie kembali jernih. Bahkan ia sempat mengira TV di rumahnya diganti baru karena warnanya terlihat jauh lebih terang. “Ternyata mata saya yang baru,” katanya sambil tertawa. Kini ia kembali beraktivitas dengan lebih semangat dan percaya diri.
3. Nycta Gina
Sebagai cucu sekaligus dokter, Nycta Gina memang dikenal sangat peduli dengan kesehatan keluarganya. Baru-baru ini, ia menemani sang nenek tercinta, Cut Kilan Suria atau Acik, menjalani operasi katarak di KMN EyeCare.
Awalnya, Gina menyadari ada yang tidak beres dari penglihatan Acik. Neneknya yang hobi jalan kaki jadi sering jatuh. Saat menaruh barang pun kerap meleset karena pandangannya sudah sangat kabur. Setelah diperiksa, ternyata penglihatannya tinggal sekitar 20 persen akibat katarak yang sudah cukup parah. Sebagai dokter, Gina tahu kondisi ini tidak bisa ditunda dan harus segera ditangani.
Katarak sendiri memang umum terjadi pada lansia. Lensa mata yang seharusnya jernih menjadi keruh, sehingga penglihatan seperti tertutup kabut. Gejalanya bisa berupa pandangan buram, silau, warna memudar, hingga sulit melihat di malam hari. Faktor usia jadi penyebab utama, tapi diabetes, paparan sinar UV, hingga kebiasaan merokok juga bisa mempercepat kondisinya.
Bagi Gina, memilih KMN bukan keputusan baru. Empat belas tahun lalu ia juga menjalani LASIK di tempat yang sama dan hingga kini tak lagi memakai kacamata. Jadi, saat Acik butuh operasi, ia langsung percaya.
Meski sempat takut, Acik justru jadi percaya diri setelah operasi pertama. Prosedurnya cepat, tanpa rawat inap, dan pemulihannya singkat. Hasilnya bahkan di luar dugaan dokter—penglihatannya kembali hingga lebih dari 90 persen. Kini Acik bisa kembali beraktivitas mandiri, dan keluarga pun jauh lebih tenang.
4. Kak Seto
Katarak jadi salah satu penyebab gangguan penglihatan yang paling sering terjadi, termasuk di Indonesia. Kondisi ini muncul saat lensa mata yang seharusnya jernih berubah jadi keruh, sehingga pandangan terasa buram, silau, dan kurang nyaman saat membaca atau melihat di tempat redup.
Hal inilah yang dialami Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto. Sebagai psikolog anak yang aktif membaca, menulis, dan bertemu banyak orang, ia mulai merasa penglihatannya berubah. Dunia yang biasanya terlihat terang mendadak terasa seperti tertutup kabut tipis. Setelah diperiksa, ternyata ia mengalami katarak.
Kak Seto pun memutuskan menjalani operasi di KMN EyeCare. Ia mengaku langsung merasa nyaman sejak pertama datang. Suasananya bersih, modern, dan penjelasan dokternya detail sehingga membuatnya tenang. Bahkan cucu-cucunya betah karena ruang tunggunya nyaman.
Proses operasinya sendiri berlangsung cepat dengan metode fakoemulsifikasi, tanpa jahitan dan tanpa rawat inap. “Tahu-tahu sudah selesai,” ujarnya. Setelah operasi, penglihatannya kembali jernih. Ia bisa melihat langit biru dengan lebih terang dan merasa jauh lebih percaya diri.
Lewat pengalamannya, Kak Seto berharap masyarakat tidak ragu memeriksakan mata. Karena dengan penanganan yang tepat, dunia bisa kembali terlihat jelas dan penuh warna.
Baca Juga : 7 Tips Mencegah Katarak Pada Mata Sejak Dini
5. Aline Adita
“17 tahun lalu aku LASIK di sini. Jadi sekarang rasanya kayak pulang ke rumah,” cerita Aline Adita saat kembali ke KMN EyeCare, kali ini untuk menjalani operasi katarak. Buat Aline, pengalaman di sana selalu nyaman dan efisien. Alurnya jelas, tidak bertele-tele, dan pasien diarahkan rapi dari satu tahap ke tahap berikutnya sampai bertemu dokter.
Sebelum operasi, ia menjalani pemeriksaan lengkap, mulai dari tes ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, hingga pemindaian untuk menentukan lensa tanam (IOL) yang paling sesuai. Semua dilakukan dalam satu kunjungan, jadi pasien bisa langsung dapat gambaran menyeluruh tentang kondisi matanya.
Saat hari operasi tiba, Aline mengaku sempat tegang, tapi ternyata prosesnya cepat dan tanpa rasa sakit. Dengan metode phacoemulsification, lensa keruh diangkat lewat sayatan mikro lalu diganti lensa baru. Hanya sekitar 10–15 menit, tanpa rawat inap, dan setelah bius hilang ia sudah boleh pulang.
Beberapa hari pertama mungkin terasa sedikit silau atau berair, tapi itu normal. Dalam 1–2 hari, penglihatan biasanya sudah jauh lebih tajam. Aline pun merasakan perubahan besar. Setelah berbulan-bulan stres karena pandangan buram meski ganti lensa kontak, kini semuanya kembali fokus dan jernih. “WOW, kayak dulu lagi!” ujarnya bahagia.
Dari Farhad sampai Aline, semuanya punya cerita yang mirip: awalnya ragu, takut, atau merasa belum butuh-butuh banget. Tapi setelah dijalani, mereka justru merasa itu jadi salah satu keputusan terbaik dalam hidup. Penglihatan yang kembali jernih bukan cuma soal bisa lihat lebih jelas, tapi juga soal rasa nyaman, percaya diri, dan bebas beraktivitas tanpa gangguan. Kalau selama ini kamu masih maju-mundur buat periksa atau ambil tindakan, mungkin cerita mereka bisa jadi pengingat. Kadang yang kita butuhkan cuma satu langkah kecil buat bikin hidup terasa jauh lebih terang dan penuh warna lagi.
Sumber artikel :
1. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/cerita-irvan-farhad-yang-sudah-merasakan-manfaat-lasik
2. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/alasan-connie-sutedja-memilih-kmn-eyecare-untuk-atasi-katarak
3. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/nycta-gina-temani-nenek-jalani-operasi-katarak-sekarang-penglihatannya-kembali-jelas
4. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/kak-seto-jalani-operasi-katarak-di-kmn-eyecare-pengalaman-dan-harapan-baru-melihat-lebih-jernih
5. https://www.klinikmatanusantara.com/id/ketahui-lebih-lanjut/info-kesehatan-mata-dari-kmn-eyecare/artikel/pengalaman-aline-adita-menjalani-operasi-katarak-di-kmn-eyecare
