Tahun 2019 adalah tahun yang amat membahagiakan bagiku. Karena di tahun tersebut saya berhasil hidup mandiri dan gak lagi menjadi beban orang tua. Ya gak bahagia-bahagia amat sih ya karena hidup ada senang ada susahnya. Layaknya roda berputar kadang di atas kadang di bawah.

Namun saya bahagia karena sudah berhasil melepas masa lajangku dan sudah tidak lagi membujang. Rasanya tentu seneng banget karena ada teman hidup yang bisa berbagi dalam suka dan duka.

Dan setelah menikah, saya mulai benar-benar merasakan apa itu arti hidup yang sebenarnya. Kalau kata orang tua sih “bakal dadi wong beneran”. Ya, saya sudah menjadi individu yang sebenarnya. Memiliki keluarga dan menjadi kepala rumah tangga.

Walaupun baru mulai, tapi sudah banyak hal dan tanggung jawab yang saya rasakan. Karena saya sudah tak lagi memikirkan kebutuhan sendiri, tapi sudah ada istri yang harus dinafkahi. Saya sudah tak memikirkan lagi ini dan itu seperti saat bujang dulu. Fokus saya hanyalah bekerja dan. Tak boleh malas-malasan pokonya. 

Baca juga : Millenial jangan Teledor. Ini Dia 9 Kebiasaan Buruk yang Membuatnya harus Terlindungi Asuransi Kesehatan

Saat bujang dulu, saya bebas pergi kemana saja yang saya mau. Tak punya duit pun oke saja karena tak ada beban. Dan beruntunglah karena masa mudaku dulu walaupun cuma sedikit, saya menyempatkan diri untuk membekali diri dengan ilmu dengan giat belajar dan belajar. Karena saat sudah berumah tangga, hal itu sulit dilakukan. Secara, fokusnya kan sudah beda.

Nah, berkaitan dengan hal ini, saya akan bagikan sedikit apa saja yang sudah saya rasakan saat sudah tidak membujang lagi.

1] Waktu belajar lebih sedikit 

Untuk menjadi pribadi yang unggul, kita harus banyak belajar menempa diri dengan ilmu untuk bekal masa depan. Saat masih muda, hal itu mudah dilakukan karena tak ada beban seperti orang yang harus di nafkahi. Namun saat sudah berumah tangga, hal itu sulit dilakukan.

Awal nikah kemaren saya memang keranjingan belajar karena terbawa pas masih muda dulu. Namun saya sadar bahwa kebutuhan ada didepan mata dan saya harus bekerja. Tapi biarpun waktu belajar menjadi tersita, saya tetap terus belajar agar menjadi pribadi yang unggul dan produktif. 

Baca juga : 8 Alasan Kenapa Harus Kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Sebagai contoh, saya selalu menyempatkan diri untuk membaca buku walaupun kadang tiga hari cuma dapet satu bab. Namun saya berusaha konsisten. Paling enggak setahun tamat satu buku wkwkwk. “Banyak amat”, yang lain 2 hari selesai dua buku. 

Kemudian setiap minggu, saya menjadwal untuk belajar skill tekhnis sekali seminggu. Awalnya saya punya jadwal empat kali seminggu. Namun saya ganti karena sekarang fokus saya adalah bekerja, belajar nomor dua.

Makanya, buat kamu yang masih muda, terutama millenial urban, perbanyaklah belajar. Minimal satu tahun punya satu skill. Misal tahun ini kamu pengen belajar English, lakukan sampai bisa. Kalau masih belum menguasai, 3 tahun pun gak apa yang penting bisa. Baru kemudian berlanjut ke skill berikutnya. Percaya aja deh pokonya kalau apa yang kamu lakukan akan bermanfaat di masa depan.

Baca juga : Keunggulan IDN Times dari A sampai Z

Atau kalau kamu kurang suka belajar, kurangi deh hangout atau ngopi-ngopi kekinian. Mendingan nabung buat masa depan, bangun gubuk gitu, syukur-syukur bisa bangun rumah. Karena sebaik apapun mertua, tetap saja hidup numpang di rumah mertua itu nggak enak.

Coba bayangkan apa reaksi calon istri/mertuamu saat kamu akan melamarnya, kamu sudah mempersiapkan rumah walau hanya sepetak sebagai tempat tinggalmu. Saya yakin, kamu bakal jadi calon mantu idaman mertua pokonya, bukan hanya PNS doang.

2] Lebih banyak bekerja

Kata kata Gus Mul, blogger Magelang yang baru saja menikah, jika dulu selalu berkutat dengan kata-kata, setelah menikah jadi lebih sering berkutat dengan angka-angka. Maksudnya kebutuhan ada didepan mata dan harus dipenuhi. Aliasnya kamu harus bekerja dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Makanya, waktu untuk belajar pun menjadi tersita. Namun jangan jadikan alasan untuk berhenti belajar ya?

3 Lebih banyak dirumahnya

Kalau kamu dulu sering bepergian kesana kemari, saat ada istri rumah, kamu akan berpikir kembali jika harus meninggalkan istri sendirian. Kalau masih tinggal sama orang tua mungkin beda lagi ya. Makanya selagi masih muda, manfaatkan sebaik mungkin waktumu. Terutama buat kamu yang suka traveling.

Anak millenial sekarang emang suka travelling. Namun tentu saja travelling yang kamu lakukan harus bijak dengan menyisihkan sebagian besar pendapatan untuk ditabung karena kamu punya masa depan. Jadi gak boleh boros ya ? 

Baca juga : Selagi Masih Muda, Inilah Alasan Mengapa Kamu Harus Solo Traveling Ke Bali Sekali Seumur Hidup

Lalu, jangan jadikan travelling sebagai gaya hidup, kecuali kalau emang kamu kerjanya jalan-jalan tapi dibayar, kalau gitu aku juga mau hihi. Karena bisa-bisa kamu lupa daratan sampai berhutang demi hobi yang identik dengan foya-foya ini.

Secara kan banyak tuh, utang belum dibayar, eh malah jalan-jalan mulu. Travelling boleh ya selagi masih muda, namun jangan jadi BPJS, Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita. Masa depan itu lebih penting dari semuanya.

4] Harusnya menjadi lebih dewasa

Saat sudah berumah tangga, harusnya kamu bisa lebih dewasa. Terlebih bagi akan tinggal di lingkungan baru. Disana kamu harus beradaptasi dan menyesuaikan dengan lingkungan barumu tersebut. Kemudian bagi yang tinggal di daerah seperti desa gitu, umumnya rasa kegotong royongannya lebih kuat. Misalnya kamu akan mendapat jatah arisan dirumah kamu, ronda, RT-an, dan kegiatan lingkungan lainnya. Jadi harus bisa menyesuaikan ya biarpun pelan-pelan.

Lalu bagi mereka yang akan atau sudah memiliki anak, tentunya sudah beda lagi rasanya karena akan/sudah memiliki anggota keluarga baru, sehingga tanggung jawabmu lebih besar.

5] Lebih banyak berpikir untuk menabung

Hidup mandiri berarti sudah tidak lagi bergantung ke orang lain, misal orang tua. Untuk kebutuhan sehari-hari, kamu yang menangung, bukan lagi orang tuamu. Entah kebutuhan dapur, kebutuhan tak tak terduga seperti biaya berobat misalnya, kebutuhan bulanan seperti listrik, ataupun kebutuahan riwa-riwi semisal kondangan dan lain sebagainya. 

Baca juga :

Masih Ragu Mau Beli Emas Online ? Baca Pengalaman Saya Membeli Emas Antam Online

Baru Sebentar Sudah Untung – Berikut Pengalaman Saya Menabung Emas di Pegadaian

Nah, saat sudah berumah tangga, hal itu akan kamu rasakan. Dan kamu akan berpikir untuk menabung dan menabung (bagi yang sadar). Karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Dan dengan menabung, bisa untuk berjaga-jaga karena tidak ada yang bisa memprediksi masa depan.

Nah, itulah ke empat hal yang akan kamu rasakan saat sudah tidak lagi membujang. Makanya, manfaatkan masa mudamu sebaik mungkin agar kamu lebih bersiap menghadapi kehidupan setelah menikah nanti.