Awal 2019 lalu saya menabung emas di pegadaian. Ada tiga alasan yang menyertai mengapa saya menabung emas di pegadaian.

Pertama karena dana bisa cair sewaktu-waktu. Saat kita sedang butuh uang, kita bisa menjual emas melalui aplikasi pegadaian di smartphone kita, kapanpun kita mau. Dan dana langsung cair detik itu juga. Menarik sekali, bukan ?

Kedua karena minim resiko dan fleksibel. Jika kita investasi emas dalam bentuk barang, maka kita harus menjualnya ke toko emas. Resiko pun ada karena dalam wujud barang. Namun jika investasi emas di pegadaian, resiko menjadi minim, bahkan tidak ada karena tidak berwujud.

Kemudian untuk proses depositnya juga mudah karena bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Deposit bisa mulai dari 10 ribu dan pembayarannya bisa di top up lewat ATM, internet banking, dan banyak opsi pembayaran lainnya.

Ketiga karena tentu tidak ada ongkos pembuatan. Jadi hasil investasi adalah bersih tanpa potongan apapun. Tidak seperti emas perhiasan yang pergramnya mencapai 30 ribu atau bahkan lebih.

Investasi adalah hal yang teramat penting dalam hidup. Dengan investasi semisal dalam bentuk emas, kita akan mendapat untung di masa depan. Semakin lama jangka waktunya, semakin besar nilai yang kita dapatkan karena harga jualnya terus naik. Dan salah satu investasi yang paling sering saya lakukan yaitu investasi emas.

Emas batangan Foto: Antara

Jadi, awal mula saya menabung emas di pegadaian dikarenakan beberapa teman blogger sudah melakukannya sebelum akhirnya saya membeli emas antam online di Blibli.com. Mereka mengaku untung dan emang beneran untung. Melihat kemudahan yang ada, maka bergegaslah saya menuju pegadaian untuk menabung.

Syarat yang dibutuhkan ternyata sangat mudah. Kita hanya perlu KTP dan nomor handphone aktif dan juga aplikasi pegadaian di smartphone kita. Saat itu KTP saya sudah expired, namun ternyata tetap bisa digunakan.

Dan setelah proses pendaftaran selesai, saya mendeposit awal senilai 100 ribu dengan biaya pembukaan rekening 40 ribu dan biaya administrasi perbulan sebesar 2.500. Murah sekali dibanding bank konvensional yang perbulan mencapai 16 ribu. Jadi saldo rekening saya saat itu tersisa 60 ribu.

Baca juga :
Jurus Mengelola Keuangan Ala Saya dan Terbukti Ampuh
6 Manfaat Pinjaman Modal Usaha untuk Bisnis
Tabungan Haji, Solusi Terbaik Menjejak Tanah Suci

Melihat kemudahan ini, saya pun mengajak saudara dan tetangga, namun mereka sepertinya masih enggan dan tidak mau karena mungkin terkesan aneh dan mungkin ribet. Maklum, literasi keuangan di daerah memang masih minim.

Pada awal-awal investasi, saya menabung sedikit demi sedikit mulai dari 100 sampai 200 ribu. Saat pertama kali menabung, saya lihat harga jual kembali (buyback) di aplikasi pegadaian sekitar 660 ribuan. Sementara harga beli kalau gak salah waktu itu sekitar 670-an. Dan untuk perbandingannya dengan harga logam mulia pada 2 Desember 2019, ada pada gambar dibawah ini. 

Nah, sekitar satu tahun menabung, saya menjualnya karena butuh uang. Namun untuk dapat mencairkannya, saya harus menambahkan nomor rekening dengan datang langsung ke pegadaian dan membawa buku tabungan beserta smartphone yang tertanam aplikasi pegadaian tersebut. 

Oiya, nomor hape yang terdaftar di aplikasi juga harus aktif ya untuk memverifikasi kode saat menghubungkan ke nomor rekening.

Dan setelah terdaftar, saya mencoba menjual emas sebanyak satu gram. Ya, minimal satu gram, tidak bisa 0, (nol koma). Dan sayapun agak terkejut karena begitu transaksi penjualan selesai, seketika uang langsung masuk, waow. Ini berbeda dengan investasi emas dalam bentuk barang. Karena kita harus datang langsung ke toko emas untuk menjualnya dan itu memakan waktu. Kemudian ongkos pembuatan juga tidak berlaku.

Jual emas

Sebelum menjual emas, saya juga mengecek dulu harga jual emas di aplikasi pegadaian. Dan ternyata sudah naik dari awal saya menabung sekitar setahun sebelumnya.

Saat awal menabung, harganya jual sekitar 660 ribuan. Dan saat jual setelah setahun lebih, harganya sudah 690 ribuan. Untungnya sekitar 40 ribu pergram. Itu baru setahun, bagaimana kalau lebih lama lagi dan berat emasnya lebih banyak lagi ? Tentu untungnya lebih banyak lagi dong ya ?

Oiya, harga emas ini beda dengan harga emas perhiasan di toko emas. Kalau di toko emas tempat saya tinggal, waktu itu pergramnya sekitar 495-505 ribu belum termasuk ongkos pembuatan, namun terus naik. Terutama pas musim lebaran atau hari besar gitu. 

Dari pengalaman ini, dapat ditarik kesimpulan bahwasanya menabung emas di pegadaian itu sangat menguntungkan karena harganya tentu akan terus naik dan minim resiko. Sehingga merupakan investasi yang cocok untuk kalangan millenial. Kemudian karena pencairannya sangat mudah dan bisa dilakukan kapanpun dimanapun, membuat saya ingin terus menambah saldo.

Akhirnya, itulah pengalaman saya menabung emas di pegadaian. Ayo berinvestasi untuk masa depan yang lebih baik.

Share This