Memilih provider hosting itu ibarat memilih jodoh. Perlu dipelajari dulu setiap karakteristiknya agar masa depan website kamu semakin baik.

Bagi seorang pemula, baik itu blogger ataupun yang ingin membuat website untuk keperluan lain seperti toko online atau company profile, memilih provider hosting harus benar-benar jeli agar mendapatkan spesifikasi yang pas dengan kebutuhan website atau blog kita.

Saya saja yang udah dari 2017 berlangganan hosting, masih belum paham mengenai hosting mana yang baiknya saya gunakan untuk blog saya. Apakah yang saya ambil terlalu besar paketnya, apakah terlalu mahal harganya, bagaimana fitur pendukungnya, keamanan datanya, dan sebagainya.

Buat kalian yang akan menyewa hosting, baiknya banyak-banyaklah cari referensi di internet agar mendapatkan “jodoh” yang pas. Sehingga nasib website atau blogmu ke depan bakal sakinah mawadah warahmah kedepannya :D.

Jangan sampai terjadi, sudah berlangganan, yang ada malah kurang puas karena layanan yang diberikan. Dan kalau mau migrasi itu ribet lho. Apa saja yang mesti dipersiapkan? Bagaimana performa di provider selanjutnya? Dan sebagainya.

Nah, pada artikel kali ini saya ingin berbagi tips memilih hosting terbaik untuk pemula. Beberapa poin di antaranya merupakan pengalaman pribadi saya.

1. Sesuaikan dengan jenis website yang akan kamu buat

Sebelum memilih hosting, pastikan kamu sesuaikan dulu dengan jenis website yang akan kamu buat. Jika kamu hanya ingin membuat blog pribadi yang berisi cerita pengalaman atau review dan belum memiliki pengunjung banyak, maka kamu bisa pilih shared hosting saja karena harganya yang terjangkau. Untuk blog saya sendiri adalah blog personal.

Dulu pas pertama kali sewa hosting, saya pilih space 2 GB karena masih pemula. Dan karena jumlah file dan artikel terus bertambah, paket hosting pun saya upgrade.

Blog Kang Amir

Kemudian buat kamu yang ingin membuat website yang nantinya pengunjungnya akan sangat banyak, misal seperti toko online atau ecommerce, kamu bisa pilih cloud hosting.

Seperti rekan blogger saya yang saat ini sudah berlangganan cloud hosting (eh kayaknya VPS hosting sih) karena pengunjung websitenya sangat banyak. Namun tentunya karena punya fasilitas lebih, harganya pun lebih mahal ketimbang shared hosting.

Note : cloud hosting adalah hosting dimana letak servernya tersebar di beberapa titik atau bahkan di beberapa tempat. Cloud hosting ini tidak menggunakan satu server seperti hosting reguler pada umumnya. Melainkan menggunakan beberapa server yang tergabung dalam satu cluster dan bisa berfungsi sebagai satu server utuh.

Saat satu server down, maka sebuah website bisa menggunakan server lain. Sehingga up time atau performa website tetap lancar walaupun website memiliki pengunjung yang sangat banyak. 

Baca Juga : 8 Alasan Mengapa Sebuah Desa Harus Memiliki Website

Sedangkan VPS ata Virtual Private Server adalah server yang seluruh kemampuan dan resourcenya digunakan oleh satu user saja tanpa dipengaruhi oleh pengguna lain seperti di shared hosting. Sehingga berbagai pengaturan atau konfigurasinya dapat diatur sesuai kebutuhannya.

Kelebihan dari VPS ini adalah karena ia memiliki kualitas jaringan yang lebih baik dan stabil serta aman dikarenakan itu tadi, resourcenya hanya digunakan oleh satu pengguna saja. Umumnya VPS ini digunakan oleh mereka yang punya website dengan traffic menengah sampai level tinggi yang mana layanan shared hosting sudah tidak mampu melakukannya.

2. Menentukan kapasitas hosting

Seperti di atas saya tulis, saat masih pemula, kalian bisa memilih space hosting paling rendah karena baru percobaan. Mungkin kalian yang seorang blogger dan sedang bermigrasi dari blospot.com ke wordpress, penasaran dengan platform wordpress itu kayak apa sih?

Untuk itu, pilihlah space terendah dulu karena masih pemula. Misal 500 Mb atau mungkin 2GB. Atau bahkan ada juga yang gratis. Percobaan ini penting karena pengalaman ngeblog dengan blog biasa dengan blog hosting itu beda.

Dulu saya juga iya. Pertama saya pilih yang 2GB, kemudian naik menjadi 4GB, 8 GB, hingga akhirnya pilih yang unlimited hosting.

Oiya, perlu diketahui nih ya. Semisal kalian sewa hosting 8GB dengan periode pembayaran setahun. Maka saat space sudah penuh, kalian harus upgrade ke space yang lebih tinggi agar tetap bisa menampung file artikel atau gambar. Kalau nggak, kalian nggak bisa publish artikel.

Kemudian untuk metode pembayarannya, 8 GB itu bukan maksudnya setiap tahun kita dapat space dengan jumlah tersebut. Melainkan itu adalah total space yang kita miliki selama belum penuh. Jadi saat kita membayar tagihan per tahunnya, kita tidak menerima tambahan space.

Dulu saya pernah mengira bahwa setiap tahun saya akan menerima tambahan space, padahal tidak. Karena saya belum paham bagaimana sistem penyewaan hosting.

Nah, buat kalian yang memang merasa akan terus update konten seperti artikel atau gambar, saya mungkin menyarankan untuk pilih paket space paling tidak 8GB atau 12GB, atau akan lebih baik jika pilih unlimited hosting karena tak terlalu memikirkan kapasitas. Namun di paket unlimited umumnya ada batasan file (inode). Jika semisal jumlah file penuh, maka harus upgrade ke versi yang lebih tinggi.

3. Minimal waktu uptime adalah 99,90%

Bagi seorang pemula, hal ini penting diketahui. Pasalnya waktu uptime ini akan berhubungan dengan transaksi yang terjadi di website Anda jika semisal itu toko online. Waktu uptime adalah waktu dimana website Anda bisa diakses oleh pengunjung. Dan downtime adalah waktu dimana website tidak bisa diakses.

Waktu uptime hosting maksima

Berkaitan dengan hal ini, dulu saya pernah mengalami blog saya tidak bisa diakses karena server sedang down. Dan saat itu sedang dalam penjurian lomba blog. Saya pun deg-degan banget. Takutnya sudah capek-capek bikin nulis, malah kalah gara-gara server down. Kan ngeselin banget, padahal itu bukan kesalahan saya. Tapi beruntunglah bisa kembali online dan saya dapat juara utama huhuhu. Namun penuh dengan drama gara-gara hal tersebut.

Seorang teman juga pernah mengalami. Saat itu kalau tidak salah adalah saat hari pengumuman lomba blog. Dan server blognya error. Ia pun bingung dan sempat panik karena blognya tidak bisa diakses. Namun akhirnya kembali normal dan berhasil meraih juara pertama.

Oiya, menurut sepengetahuan saya, tidak ada hosting yang uptime-nya sempurna 100%. Minimal atau rata-rata 99,90%. Karena website sekelas google, facebook dan amazon saja pernah mengalami down yang cukup lama. Jadi saat akan memilih hosting, memperhatikan waktu uptime itu penting.

4. Layanan customer support 24 jam dengan live chat

Memiliki website atau blog dengan layanan hosting itu beda pengalamannya dengan saat kita punya blog di platform gratisan seperti di blogspot atau .wordpress.com. Saat ditemui kendala seperti error, di blog berhosting, mungkin kita akan merasa bingung harus bagaimana. Kalau di blogspot, mungkin dengan mengganti template saja sudah beres.

Dulu saat masih awal ngeblog dengan hosting, blog saya sempat error dan saya mengira jika blog saya kena hack, padahal tidak. Namun beruntunglah karena provider hostingnya menyediakan layanan live customer support 24 jam yang siap membantu. Dan akhirnya blog saya kembali normal.

Beberapa waktu yang lalu blog saya juga sempat error. Di dashboardnya muncul kode html yang mengganggu tampilan. Tentu saya bingung dan tidak mungkin mengutak-atik sendiri. Kemudian saya kontak customer supportnya. Dan ternyata masalahnya ada di database MySql kalau gak salah. Wah mana ngerti saya sama kayak gituan.

Oleh adminnya, kode html dibongkar dan kode error “false” dihapus. Dan itu adalah pekerjaan yang sangat memusingkan dan enggak mungkin saya melakukannya. Salah sedikit bisa berabe urusannya. Jadi, selain punya customer support 24 jam, ia juga harus pintar agar masalah segera teratasi.

5. Tentukan letak server hosting, apakah di Indonesia atau luar negeri

Setelah membaca-baca artikel tentang hosting, saya yang berencana punya blog target luar negeri jadi tahu. “Oh ternyata kalau blog kita targetnya luar negeri, hostingnya harus di luar negeri juga ya?”

Iya, baiknya emang begitu. Misal pengunjung kamu nantinya dari Amerika, maka bisa pilih server US. Dan untung saja saya sudah baca dan tahu. Namun buat kalian yang ingin membuat blog atau website dengan target Indonesia, data center Indonesia juga bagus dan tak kalah dengan yang di luar negeri.

6. Jeli melihat harga awal yang biasanya dikasih diskon, agar bisa menentukan harga perpanjangan sebenarnya di tahun berikutnya

Orang marketing itu hebat banget loh ya. Mereka bisa membuat teknik marketing yang membius pelanggan sampai terjadi closing. Terutama dalam trik pelabelan harga. Untuk soal ini kalian tak boleh gugup, santai saja dan tetap cermat melihat harga awal, dan gunakan ilmu matematika kalian dengan cermat. Saya pernah mengalaminya dan agak kesel juga sih.

Saat memilih harga hosting di awal, kalian harus pandai menghitung-hitung dulu. Berapa harga sewa per bulannya saat diskon, dan berapa harga perpanjangannya di tahun berikutnya saat sudah tidak diskon. Hal itu dilakukan agar kita bisa mendapatkan hosting terbaik, namun dengan harga sesuai kemampuan kita.

Oiya, usahakan saat akan memilih hosting, otak sedang fresh dan jernih agar tidak keliru paket mana yang akan diklik nantinya. Agar kalian tidak mengira jika harga awal yang begitu murah, ternyata harga perpanjangannya cukup membebani. Yah walaupun spesifikasinya bagus, namun spesifikasi tersebut belum terlalu penting untuk blog kita.

7. Lihat review jujur dari para pengguna

Jika kamu seorang blogger, kamu bisa bertanya dengan teman-teman yang sudah menggunakannya. Bagaimana performa sebuah hosting, harga sewanya, waktu downtime atau uptimenya, dan sebagainya. Saya dulu juga begitu. Bertanya kepada pengguna langsung akan mendapatkan jawaban asli tanpa dibuat-buat.

Atau bisa juga dengan membaca review pengguna di blog. Blog itu lebih personal dan umumnya ditulis oleh orang berdasarkan pengalaman pribadi. Jika memang bagus maka bilang bagus. Jika memang kurang bagus maka bilang kurang bagus. Jangan terlalu percaya dengan review yang terlihat subjektif dan seperti dibuat-buat.

8. Manfaatkan Free Unlimited Domain Hosting dari Neo Web Hosting

Nah, buat kamu yang lagi cari hosting terbaik, Neo Web Hosting menawarkan banyak paket Free Unlimited Domain Hosting yang bisa kamu coba. Neo Web Hosting adalah provider hosting dari BizNet Gio yang serba free, unlimited, dan tentunya anti lelet.

Di sini kamu bukan hanya disupport selama 24 jam 7 hari, tapi kamu juga akan dibantu dengan jaminan respon dibawah 15 menit yang akan membuat websitemu berjalan cepat tanpa hambatan.

Neo Web Hosting Banner

Paket hosting di Neo Web Hosting juga sangat terjangkau. Untuk kamu para pemula yang baru belajar membuat website, bisa ambil paket personal 500 Mb dengan sewa hanya 20 ribu perbulan atau 240 ribu pertahun.

Kalau untuk saya sih, saya memilih paket personal plus 10 GB yang cuma 600 ribu per tahun. Menurutku itu sangat terjangkau mengingat dulu saya pernah ambil hosting 8GB dan biayanya hampir 1 juta termasuk domain.com. Dan di sini lebih terjangkau.

10 GB itu kalau menurut perkiraan saya yang setiap bulan bisa bikin artikel 5-10 artikel, 10 tahun masih muat. Padahal artikel saya penuh dengan gambar. Bahkan satu artikel saya bisa sampai mungkin ada 20 gambar. 

Kemudian jika kamu pilih paket expert, premium, bizlite dan bizpro, kamu juga akan mendapatkan paket unlimited domain hosted dan subdomain. Khusus untuk BizLite dan BizPro, kamu juga akan mendapatkan unlimited database.

Neo Web Hosting sendiri punya beberapa alasan mengapa provider hosting ini wajib dicoba. Misal karena suportnya yang cepat, servernya yang sudah 99,9% uptime, kemudahan kontrol lewat cPanel, bisa upgrade kapan saja, dukungan WordPress Toolkit & WordPress Accelerator, dan juga fitur Built-in Anti-Spam.

Keunggulan Neo Web Hosting

Neo Web Hosting sendiri saat ini juga lagi ada promo diskon 25% dengan detail sebagai berikut:

1. Diskon berlaku untuk layanan NEO Web Hosting dan NEO Dedicated Hosting
2. Kode Voucher NEO Web Hosting: NEOWH25 (Sudah Termasuk Domain)
3. Kode Voucher NEO Dedicated Hosting: NEODH25
4. Kode Voucher dapat diaktifkan pada periode promo: 20 Agustus 2021 – 20 November 2022 di https://web.neo.id
5. Diskon hanya dapat digunakan untuk billing cycle annual
6. Diskon hanya berlaku untuk pengguna baru
7. Kode promo hanya dapat di-redeem sebanyak satu kali untuk setiap akun yang sudah terdaftar

Memilih hosting memang harus jeli. Jangan sampai kita sampai melakukan pembelian tapi malah paket yang kita ambil tidak sesuai dan malah akan memberatkan kita, terutama soal biaya. Membaca banyak referensi di internet atau berbagai sumber adalah cara tepat mendapatkan hosting terbaik sesuai keinginan kita.

Neo Web Hosting sendiri adalah hosting tercepat yang serba free, unlimited, dan anti lelet. Dan cocok untuk kamu yang baru akan memulai membuat website, atau yang bisnisnya sudah berkembang. Karena saat ini sedang ada promo diskon, jadi, yuk manfaatkan sekarang sebelum kehabisan.