Hai teman, pandemi belum juga usai dan entah kapan selesainya. Orang-orang menjerit terkena dampaknya. Banyak dari mereka di PHK hingga jadi pengangguran. Dan karena hidup terus berjalan, maka harus bekerja atau kita akan kelaparan. Tapi, mereka yang bekerja saja berhenti, bagaimana yang sedang mencari kerja?

Masa depan memang penuh dengan ketidakpastian. Dan kita sebagai manusia harus punya bekal sebanyak mungkin, baik itu soft skill atau hard skill, agar bisa bisa bertahan apapun kondisinya.

Saat mencari lowongan pekerjaan, kebanyakan perusahaan lebih memilih tenaga berpengalaman siap kerja karena lebih menguntungkan ketimbang fresh graduate yang umumnya belum ada pengalaman. Beberapa alasan yang mendasarinya seperti pada infografis berikut ini :

Alasan perusahaan memilih karyawan berpengalaman

Dari infografis di atas, pendidikan vokasi adalah pilihan tepat untuk menyongsong masa depan yang penuh ketidakpastian. Salah satu alasan terbesarnya adalah karena di pendidikan vokasi itu, kita akan langsung terjun ke dunia kerja.

Misal kita sekolah vokasi 3 tahun, maka yang 1 tahun langsung praktek kerja di lapangan. Aliasnya, begitu lulus, kamu sudah memiliki pengalaman kerja, sehingga diharapkan lebih mudah dalam mencari kerja. Fresh graduate tapi sudah berpengalaman kerja, dimana lagi kalau bukan sekolah vokasi?

Baca Juga :

1] Dari Akreditasi A hingga Indahnya Kota – Berikut 12 Alasan Kuliah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

2] 8 Alasan Kenapa Harus Kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto

3] Mau Kuliah Ke Luar Negeri? Belajar Bahasa Inggris Lewat Kursus jadi Lebih Mudah dan Terfokus

Seperti tetangga Kakak saya dulu. Ia sekolah vokasi selama 4 tahun. Yang 3 tahun belajar (ada prakteknya juga pastinya) dan yang 1 tahun magang di industri. Begitu lulus, ia langsung kerja dan mapan. Malah langsung berani nikah muda. Nah, kalau dijabarkan, berikut alasan mengapa harus sekolah atau kuliah vokasi :

1. Menciptakan pengalaman kerja karena lebih banyak praktek ketimbang teori

Kalau kamu kuliah vokasi, maka 70% adalah praktek dan 30%-nya teori. Kamu akan lebih banyak melakukan uji coba dan trial error, baik di laboratorium kampus atau di industrinya langsung, ketimbang teori di dalam kelas.

Dan hal itu tentu saja membuat lulusan vokasi punya keunggulan tersendiri karena telah banyak belajar dari pengalaman. Aliasnya, mereka akan lebih memiliki kualifikasi saat mencari kerja berkat pengalamannya. Sehingga saat mencari kerja, diharapkan peluang diterimanya lebih besar.

Saat pandemi seperti inipun dimana mencari kerja lebih sulit, tentunya mereka yang punya pengalaman kerja akan lebih dipertimbangkan ketimbang yang belum berpengalaman.

2. Mahasiswa vokasi jauh lebih berpengalaman saat terjun di dunia kerja

Seperti di atas saya singgung, mahasiswa vokasi telah terjun langsung di lapangan sebelum masuk dunia kerja. Mereka telah banyak ditempa dan melakukan uji coba terkait pekerjaan sesuai jurusannya. Sehingga saat masuk dunia kerja sesungguhnya, pengalamannya akan sangat membantu dalam pekerjaannya.

3. Dosen dengan kompetensi luar biasa

Kalau kamu sekolah vokasi, pengajarnya berasal dari praktisi yang sangat ahli di bidangnya. Di vokasi perhotelan, kamu akan diajarkan oleh chef atau barista berpengalaman dan kerja bareng di restoran atau cafe. Kamu akan belajar membuat spagheti yang nikmat, membuat kopi kekinian dengan toping bentuk bunga di atasnya, langsung dari ahlinya.

Kalau di pendidikan vokasi komunikasi, kamu bisa belajar langsung dari aktor atau aktrisnya. Misal seperti Reza Rahadian atau Dian Sastrowardoyo karena mereka adalah dosen vokasi di Uniersitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Tentunya pembelajaran akan lebih mengena karena langsung dari seniornya.

Ada banyak sekolah vokasi di Indonesia. Kalau yang setara SMA, yaitu SMK. Kalau untuk jenjang perkuliahan, yaitu seperti D1, D2, D3 atau S1 terapan atau D4. Banyak juga kampus-kampus ternama seperti UGM dan UI yang menyelenggarakan sekolah vokasi. Gak usah minder deh karena kamu sekolah vokasi sedangkan yang lain sarjana.

Kalau kamu anaknya suka ke tekhnik dan praktek, kamu cocok di vokasi. Sedangkan kalau kamu lebih suka ke ilmu pengetahuan, lebih suka baca buku, lebih suka ke system mungkin, kamu lebih cocok ke sarjana. Jadi gak bisa dibilang “eh sekolah vokasi nanggung banget, mending sarjana” karena semua ada kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Kesuksesan bukan ditentukan dari seberapa tingginya pendidikan kita, tapi dari niat dan kerja keras. Tapi tentunya dengan pendidikan, kita akan lebih cepat menggapai kesuksesan.