Foto : seva.id

Mungkin kalian sudah tahu bahwasanya harga sebuah kendaraan mudah sekali jatuh walau baru sebentar dipakai. Tidak seperti properti seperti rumah atau tanah yang naiknya sangat tinggi setiap waktunya.

Untuk sepeda motor baru yang baru selesai reyen 3 bulan misalnya, harganya bisa jatuh sampai 2 jutaan. Dan pastinya kondisinya masih sangat bagus seperti baru.

Pun pastinya dengan sebuah mobil. Misal baru dipakai 5 bulan setelah reyen, harga bisa jatuh berjuta-juta. Dan kalau jeli memilihnya, Anda bisa mendapatkan mobil bekas bagus dengan harga menarik.

Maka dari itu, membeli kendaraan second dalam hal mobil bekas bisa jadi pilihan tepat buat Anda yang ingin segera memiliki mobil namun dana terbatas. Dan berikut tips membeli mobil bekas yang bisa Anda coba.

1. Membeli sesuai budget dan kebutuhan

Keinginan kalau dituruti itu enggak ada habisnya. Pun dalam memilih sebuah mobil. Ada mobil bekas dengan harga 10 jutaan, 50 jutaan, bahkan mungkin milyaran. Maka dari itu, tentu akan lebih baik jika membeli mobil dengan dana sesuai yang ada dan sesuai kebutuhan. Misal kita punya dana 100 juta dan ingin membeli mobil bekas untuk kebutuhan keluarga karena sering mudik, wisata, bepergian, dll.

Di Seva ada berbagai macam pilihan mobil bekas dengan harga bervariasi dari yang rendah sampai yang paling mahal. Kalau saya cek dengan kata kunci harga mobil bekas bandung dengan sortiran dari harga rendah ke tinggi, muncul berbagai jenis mobil bekas bandung seperti Kia Picanto SE A/T, Toyota Vios G A/T, Toyota Agya G TRD A/T, Datsun Go A A/T, Nissan Evalia SV M/T, atau Mazda 2 S A/T, dengan rentang harga antara 85 juta hingga 99 juta.

Mobil bekas bandung di website seva.id

Dan tentu saja akan lebih berat pengeluaran jika kita memilih Toyota Yaris S Limited A/T dengan harga 120 jutaan atau Nissan Grand Livina SV A/T dengan harga second 125 jutaan. Jadi, utamakan budget dan memang sesuai kebutuhan agar mobil bekas yang kita beli lebih bermanfaat. Sebelum membeli, pastikan juga untuk riset harga pasaran baik secara online ataupun offline untuk mendapatkan harga dan spesifikasi terbaik.

2. Membeli ke pemiliknya langsung atau ke dealer?  

Membeli ke pemiliknya langsung menjadi pilihan karena harga akan lebih murah. Selain itu kita jadi tahu mengenai kondisi mobil dari pemakainya langsung. Dan tentu saja mobil bekas yang dijual harganya akan lebih murah jika dibandingkan yang dijual di dealer. Karena dealer saja akan mengenakkan biaya tambahan sebagai jasa perantara penjualan.

Namun jika kita membelinya di dealer, kita bisa mendapatkan garansi atas mobil bekas tersebut. Di dealer, kita juga bisa menemukan banyak pilihan yang tersedia dari harga rendah sampai yang paling tinggi. Pembeli juga dapat dibantu karyawan untuk memilihkan mobil mana yang cocok untuk kebutuhan sesuai harganya. Selain itu jika kita membeli di dealer, kita juga bisa membayarnya secara kredit sehingga lebih ringan.

3. Bawa teman mekanik jika kita tidak paham mesin

Kekhawatiran seseorang saat akan membeli sebuah mobil bekas karena mungkin takut ditipu atau hal lainnya bisa saja timbul karena tidak paham mesin.

Maka dari itu, membawa teman mekanik atau yang paham mesin bisa jadi pilihan. Mereka akan membantu memahami kondisi mobil hingga dapat menyesuaikan harganya.

Jangan lupa kasih imbalan sepantasnya karena bantuannya sangat bermanfaat dalam menentukan harga. Setelah itu bisa lakukan test drive untuk merasakan feelnya langsung hingga bisa menentukan apakah layak untuk dibeli atau tidak.

Melalui test drive, Anda bisa tahu dengan seksama bagaimana rasanya saat mengemudi, duduk di bangku belakang, posisi mengemudi, AC-nya bagaimana, apakah ada bunyi seperti mencuit atau tidak, kondisi dashboard, pintu, dan lain sebagainya.

Jika misal tidak ada teman yang demikian, Anda juga bisa menggunakan jasa inspeksi mobil. Melalui jasa ini, kita bisa mengetahui kondisi sebuah mobil dengan lebih baik karena memang dikerjakan oleh ahlinya.

Kita bisa tahu apakah mobil tersebut pernah ter-rendam banjir, pernah terjadi kebocoran mesin, kondisi remnya bagaimana, kondisi radiator, dan berbagai kondisi lainnya baik interior ataupun eksterior. Sampai kepada kelengkapan surat-suratnya. Selain itu Anda juga bisa menghubungi pemiliknya langsung sebelum memutuskan membelinya.

4. Jangan tergiur harga murah. Bisa jadi itu modus penipuan atau mobil bekas terrendam banjir atau habis kecelakaan

Saat ini ada banyak kejahatan dengan modus penjualan mobil murah. Di awal perjanjian, tersangka mengatakan bahwa mobil tersebut dibayar secara tunai. Namun ternyata di bulan berikutnya, sang pembeli ternyata harus membayar cicilan perbulannya.

Ini seperti yang dialami oleh WA (49) dikutip dari regional kompas. Awalnya ia menyerahkan uang tunai 190 juta untuk pembelian mobil murah dengan jenis Toyota Rush dengan perjanjian bayar tunai. Namun ternyata itu tidak sesuai kenyataan karena ia sampai membayar angsuran ke leasing sampai 3 kali.

Penipuan dengan modus mobil murah. Sumber : kompas

Selain itu perlu diwaspadai juga, mobil murah yang dijual bisa jadi habis ter-rendam banjir dimana bagian dalam mesinnya tentu sudah kena, atau bekas kecelakaan namun kondisi luarnya masih bagus. Mobil murah juga kadang ditawarkan showroom untuk menarik pelanggan agar bisa ditawari mobil lainnya yang lebih mahal.

5. Pastikan dokumen lengkap

Pastinya Anda ingin mendapatkan mobil bekas yang sah secara hukum dong ya. Bukan mobil hasil curian atau ilegal lainnya. Maka dari itu periksa kelengkapan dokumen untuk mengetahui jika itu adalah mobil bekas resmi dan pajaknya masih hidup.

Sesuaikan juga nomor rangka mobil dan mesin mobil dan kondisi fisiknya sesuai yang tertera di dokumen. Plat nomornya juga. Pastikan bahwa nama dalam BPKB dan STNK sesuai dengan nama pemiliknya. Karena mobil yang resmi dan sah secara hukum tentu lebih aman.

Secara ada banyak mobil curian yang dijual dengan harga tinggi. Untuk hal ini Anda bisa mengecek riwayat kendaraan lewat asuransi atau kepolisian. Oiya, mengecek riwayat dalam hal ini plat nomor mobil bekas juga bisa dilakukan dengan SMS, aplikasi, atau website.

6. Sebaiknya jangan mengkredit

Memiliki mobil cicilan tentu saja akan mengeluarkan pengeluaran pasif per bulan yang membuat pengeluaran semakin membengkak. Di tambah lagi jika mobil membutuhkan perawatan seperti penggantian suku cadang atau ada onderdil yang perlu diganti karena sudah aus, tentu kebutuhan semakin meningkat.

Jangan sampai Anda kewalahan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena cicilan mobil yang pastinya lumayan mahal. Belum lagi harga mobil kemungkinan besar akan jatuh setelah cicilan selesai. Jadi jika bisa membeli secara tunai, baiknya jangan mengkredit.

Teliti sebelum membeli dan jangan gugup atau terburu.

Membeli mobil bukanlah barang sepele karena harus mengeluarkan biaya besar. Cek dan ricek terlebih dahulu melalui berbagai tips di atas agar mobil yang Anda dapat nantinya benar-benar sesuai keinginan. Dan pastinya sabar dan jangan terburu-buru. Karena jika gugup dan terburu-buru, bisa jadi keputusan yang kita ambil kurang bijak karena kurang bisa berpikir jernih.

 

Referensi

https://www.otosia.com/berita/8-tips-membeli-mobil-bekas-agar-tidak-menguras-isi-kantong.html

https://otospector.co.id/blog/tips-memilih-mobil-bekas-berkualitas

https://www.liputan6.com/otomotif/read/3671654/10-tips-sebelum-membeli-mobil-bekas

https://www.cermati.com/artikel/7-tips-memilih-mobil-bekas-yang-berkualitas

https://regional.kompas.com/read/2020/02/28/22321151/tergiur-harga-mobil-murah-sejumlah-orang-jadi-korban-penipuan-di-jombang?page=all