Mungkin tidak semua orang akrab dengan benda bernama Foot Switch karena memang penggunanya terbilang spesifik. Bagaimana dengan sakelar? Tentu istilah ini lebih familier karena kita sering menggunakannya. Nah, dalam dunia industri berbagai jenis sakelar dipakai untuk beragam kebutuhan. Keberadaan Foot Switch akan mempermudah pekerjaan operator mesin. Semua dikerjakan secara otomatis: cukup diinjak menggunakan kaki lalu menyesuaikan dengan ritme kebutuhan.

Apa Itu Foot Switch

Foot Switch terdiri dari dari dua kata: foot berarti kaki dan switch artinya sakelar. Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa foot switch adalah sakelar yang difungsikan dengan kaki yakni dengan cara kontrol menggunakan injakan. Alat ini jelas memberi kemudahan bagi manusia modern untuk bisa menyalakan atau mematikan mesin secara otomatis. Penggunaan kaki menjadi efektif karena tangan bisa mengerjakan hal lain.

Bagaimana dengan bahan atau material pembuatan Foot Switch? Biasanya berbahan logam untuk mencapai kekuatan saat diinjak kaki berkali-kali. Lalu di bagian tengah terdapat poros untuk memudahkan injakan ke arah kiri atau kanan. Yang paling penting, di bagian dalam biasanya dilengkapi micro switch yang berfungsi sebagai terminal dalam sistem perkabelan. Jika diperhatikan lebih detail, akan terlihat dua lubang sebagai connector atau tempat masuk kabel pada bagian bodi Foot Switch.

Baca Juga : Apa itu MCB dan Cara Menentukan Ampere MCB Listrik yang Terpasang di Rumah

Mekanisme Foot Switch

Cara kerja Foot Switch cukup sederhana yakni tergantung pada tekanan atau injakan kaki. Ketika kaki menginjak bagian atas Foot Switch, poros akan bergerak ke dalam yang memicu micro switch bekerja. Selama kaki menginjak, alat bersangkutan akan aktif beroperasi. Untuk menghentikan mesin, cukup dengan melepas injakan kaki. Sesederhana itu pengoperasian Foot Switch, tapi keberadaannya sangat membantu operasional untuk banyak kebutuhan sehingga semakin hemat karena mengandalkan mesin dengan kendali otomatis.

Kenapa pilih pedal XPE

Salah satu sakelar kaki andal yang ada di pasaran adalah pedal XPE buatan Schneider Electric (SE). Perusahaan yang berbasis di Perancis ini telah berinovasi dengan merilis Foot Switch yang lengkap fitur-fiturnya: bisa memilih dengan atau tanpa cover karena cover bisa melindungi agar sakelar awet dan tahan lama. Selain itu, pedal XPE sudah sesuai dengan sertifikasi CE, UL, CSA, CCC, dan EAC. Bukan hanya pilihan bahan dari logam atau plastik yang lengkap, pedal buatan SE juga menawarkan beragam jenis yang tahan terhadap atmosfer eksplosif (Atex D).

Sebagai perusahaan bertaraf global, tak heran jika Schneider Electric terus berkomitmen untuk bisa mendorong semua orang di dunia agar memanfaatkan energi dan sumber daya secara optimal. Tersedianya Foot Switch ini menunjukkan tekad SE untuk menjembatani kemajuan dan keberlanjutan untuk beragam kebutuhan, terutama kebutuhan industri. Dengan moto Life Is On, SE ingin mengajak siapa pun untuk bersemangat mewujudkan kemajuan secara terus-menerus. 

Baca Juga : Apa itu MCB dan Cara Menentukan Ampere MCB Listrik yang Terpasang di Rumah

Pedal XPE sangat cocok dipilih karena bentuknya ringkas, aman, dan kuat untuk memenuhi aneka kebutuhan industri. Dengan kerangka logam yang solid dan cover berbahan aluminium, Foot Switch ini sangat tepat untuk digunakan pada lingkungan industri yang menuntut pekerjaan berat. Sedangkan kerangka berbahan plastik didesain tahan api dan tahan guncangan tapi tetap nyaman dioperasikan tanpa hambatan berarti.

Selain tangguh di segala situasi, yakni tahan guncangan, minyak, air, dan debu, keuntungan lain menggunakan pedal XE dari Schneider Electric adalah ketahanannya yang sangat panjang yang mencapai 7 juta siklus pemakaian. Pedal XPE dirancang sedemikian rupa dengan keamanan tingkat tinggi berkat adanya penahan pedal dan pelepas pedal yang bergerak secara positif.

Schneider Electric sangat memahami kebutuhan konsumen sehingga menciptakan Foot Switch yang sangat nyaman dengan pedal yang besar. Pedal berukuran besar ini bisa diinjak oleh semua jenis sepatu (bahkan yang berukuran besar seperti safety boots) dengan tetap mengutamakan kenyamanan saat dioperasikan.

Sakelar kaki seri XPE bisa digunakan untuk semua kebutuhan industri: mulai dari pengerjaan tugas-tugas ringan seperti packaging, mesin-mesin yang memroses bahan standar, pemrosesan obat-obatan, hingga penerapan tugas yang berisiko tinggi seperti mesin pengemas yang bergerak naik turun. Apalagi menangani gerakan mesin conveyer maju-mundur, tentu sangat bisa diandalkan. Intinya, Foot Switch membuat alat-alat di pabrik jadi lebih efektif dioperasikan.

Aplikasi Foot Switch yang lain

1. Gitar listrik

Pernah melihat pemain gitar listrik menginjak sebuah alat kecil di bawah? Nah, itulah pedal yang termasuk dalam Foot Switch. Gitar listrik memiliki performa yang berbeda dibanding gitar akustik, salah satunya karena pemetiknya harus piawai mengoperasikan pedal atau sakelar kaki. Dibantu amplifier dan loud speaker, suara yang dihasilkan dari gitar listrik menjadi jauh lebih kuat. Pedal listrik ini juga bisa menciptakan efek tersendiri yang unik.

2. Mesin Jahit

Benda kedua ini mungkin paling sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Mesin jahit memang dipakai di desa dan kota. Uniknya, pembuatan busana saat ini semakin cepat dan praktis berkat kecanggihan teknologi. Penjahit memanfaatkan listrik untuk mengoperasikan mesin jahit yang ia miliki. Yang paling menonjol biasanya mesin obras yang dipermudah dengan Foot Switch yang mengandalkan aliran listrik dan hentakan kaki yang cermat.

Sakelar injak pada mesin jahit memberi kemudahan pada penjahit untuk menghidupkan dan mematikan mesin sesuai kebutuhan. Kendali seperti ini jelas meringankan pekerjaan penjahit dibandingkan mesin jahit manual yang berat. Pekerjaan lebih cepat diselesaikan dan keuntungan bisa diraup lebih banyak.

3. Lift Stasiun LRT

Light Rail Transit atau lebih populer dikenal dengan LRT di Jakarta tak luput dari pemanfaatan teknologi Foot Switch. Foot switch digunakan untuk mengontrol kondisi on/off mesin menggunakan injakan kaki. Penerapan teknologi ini bertujuan mencegah penyebaran dan penularan virus korona atau COVID-19. Sebuah tindakan preventif yang terbilang efektif. 

Baca Juga : Ini dia 8 Jalur Kereta Api Terindah agar Perjalanan Makin Berkesan

Teknologi Foot Switch dipilih untuk mengganti tombol lift pencet yang berpotensi menyebarkan virus lantaran sering bersentuhan dengan banyak tangan. Pengoperasiannya pun sangat mudah yakni cukup menginjak pedal yang tersedia dengan kaki guna menentukan lantai yang dikehendaki. Tanpa harus menekan tombol, fasilitas elevator stasiun LRT Jakarta tetap bisa dimanfaatkan.

Foto : Wuri Setyaningsih / Beritajakarta.id

Melihat contoh aplikasi Foot Switch atau sakelar injak dalam kehidupan sehari-hari, kita jadi sadar bahwa ternyata hidup kita banyak diuntungkan dengan keberadaan teknologi canggih. Tanpa harus membebani tangan yang biasanya sudah sibuk bekerja, Foot Switch menjadi opsi yang memberdayakan kaki untuk bisa produktif juga. Bukan hanya demi efektivitas waktu, tapi juga bisa melindungi kita dari ancaman virus berbahaya.