Dalam keseharian kita, tentu kita pernah mengalami kejadian mati lampu atau kalau saya nyebutnya “anjlok”, dimana MCB di KWH berbunyi “jeklek”. Biasanya hal ini terjadi saat alat-alat listrik di rumah digunakan bersamaan. Misal saat ricecooker baru dinyalakan, setrika atau pompa air juga nyala.

Saya sendiri pun seringkali mengalaminya. Dulu pas masih tinggal bersama orang tua, hal itu seringkali terjadi. Biasanya pas pagi hari saat sedang sibuk-sibuknya akan memulai aktifitas. Biasanya sih karena beberapa alat listrik dinyalakan bersamaan dan daya watt listrik di rumah kecil.

By the Way, Apa itu MCB?

Nah, bicara tentang listrik, tentu kita pernah tahu dong apa itu MCB? Paling tidak sudah pernah melihatnya terpasang di pojokan rumah. 

Baca Juga : Manfaat Listrik Dalam Kehidupan

MCB atau Miniatur Circuit Breaker adalah sebuah alat berbentuk kecil berwarna putih menyerupai saklar yang terpasang di KWH meter ataupun yang terpisah di dalam rumah. Kalau untuk punya saya di sendiri, juga ada yang terpisah di dalam rumah.

Kalau menurut sepengetahuan pendek saya, alat ini berfungsi untuk memutus aliran listrik saat akan melakukan perbaikan listrik. Misal kalau kita ingin menyambung kabel karena lampu sedang rusak, maka alat ini harus di matikan sementara untuk memutus aliran listrik pada kabel, dengan cara menjeklekan ke araf off. Ya soalnya kalau lampu di rumah saya sedang diperbaiki, MCB di KWH meter doff-kan agar setrum tidak mengalir. Sehingga perbaikan berjalan aman.

MCB Schneider

MCB Listrik yang terpasang pada Kwh meter, selain memiliki fungsi sebagai pengamanan saat terjadi korsletting atau hubungan singkat, juga berfungsi untuk membatasi beban atau daya listrik yang dipakai di rumah. Dan besarnya ampere MCB yang terpasang di KWH meter, tentunya sudah disesuaikan dengan daya listrik yang sudah dipasang oleh pihak PLN.

Contohnya

Untuk daya listrik 900 VA maka MCB yang digunakan adalah 4 ampere

Untuk daya listrik 1300 VA maka MCB yang digunakan adalah 6 ampere

Untuk daya listrik 2200 VA maka MCB yang digunakan adalah 10 ampere

Namun selain MCB yang terpasang di KWH meter, sebaiknya MCB juga terpasang di dalam rumah. Tujuannya gar dapat memberikan pengamanan lebih baik dari resiko terjadinya hubungan singkat atau saat terjadi kelebihan beban listrik yang digunakan. Selain itu, pemasangan MCB di dalam rumah juga memudahkan tukang listrik untuk melakukan perbaikan.

Baca Juga : Tips Manajemen Sumber Energi Perusahaan

Bagaimana Cara Menentukan Berapa Ampere MCB Sesuai Daya Listrik yang Terpasang di Rumah?

Mengetahui size MCB itu penting agar pemakaian listrik yang digunakan dapat disesuaikan dengan batas ampere MCB yang akan terpasang nantinya. Cara menghitungnya bisa lihat contoh di bawah ini.

Contoh 1

Jika listrik yang dipasang di rumah kita memiliki daya 900 VA, dan tegangan listrik yang digunakan adalah 220 volt, maka ukuran ampere MCB yang digunakan untuk pembatas daya, cara menghitungnya sebagai berikut.

Oiya, karena kita biasanya menggunakan listrik 1 fase, rumus juga dihitung dengan rumus listrik 1 fase.

P = V X I

Dimana

P = adalah Power atau daya listrik dalam satuan VA
V = adalah Voltage atau tegangan listrik dalam satuan volt
I = adalah Arus dalam satuan ampere
Dan karena yang kita cari adalah arus (I), maka rumusnya adalah
I = P / V

Dimana

P = 900 VA
V = 220 Volt

Maka I = 990/220 = 4 ampere

Jadi untuk listrik 990 VA dengan tegangan 220 volt, MCB yang digunakan yaitu 4 ampere.

Contoh 2

Jika listrik yang dipasang di rumah kita memiliki daya 1300 VA dan tegangan listrik yang digunakan adalah 220 volt, maka ukuran ampere MCB yang digunakan untuk pembatas daya yaitu :

P = V X I

Dimana

P = adalah Power atau daya listrik dalam satuan VA
V = adalah Voltage atau tegangan listrik dalam satuan volt
I = adalah Arus dalam satuan ampere

Dan karena yang kita cari adalah arus (I), maka rumusnya adalah

I = P / V

Dimana

P = 1300 VA
V = 220 Volt

Maka I = 1300/220 = 5,9. Dibulatkan menjadi 6 Ampere

Jadi untuk listrik 1300 VA dengan tegangan 220 volt, MCB yang digunakan sebagai pembatas arus yaitu 6 ampere.

Lalu, bagaimana cara menentukan ukuran arus (I) MCB sesuai jumlah penggunaan listrik di rumah kita?

Misal kita memiliki beberapa alat listrik sebagai berikut :

1. Bohlam lampu 10 buah @40 watt = 40×10 = 400 watt
2. TV 2 buah @90 watt = 2 x 90 = 180 watt
3. Neon 1 buah 150 watt = 1 x 150 = 150 watt
4. Ricecooker 1 buah 375 watt = 1 x 375 = 375 watt
5. Kulkas 2 buah 150 watt = 2 x 150 = 300 watt
6. Dispenser 1 buah 250 watt = 1 x 250 = 250 watt
7. Setrika 1 buah 300 watt = 1 x 300 = 300 watt

Maka jika dijumlahkan yaitu 400 + 180 + 150 + 375 + 300 + 250 + 300 = 1955 watt.

Nah, jika misal tegangan listriknya 220 volt, maka gunakan saja rumus di atas. Yaitu

I = P / V

Dimana

P = 1955 VA
V = 220 Volt
I = 1955/220 = 8,8 ampere.

Nah, karena MCB 8,8 ampere tidak ada di pasaran, maka bisa gunakan MCB 10 ampere.

Kenapa tidak pakai MCB 8 ampere aja?

Kalau kita pakai MCB 8 ampere, maka listrik bisa anjlog atau jeklek karena tidak kuat menampung daya dengan beban sebanyak itu.

Jadi, itulah apa yang dimaksud MCB dan bagaimana cara mengukur MCB sesuai daya listrik yang kita gunakan. Semoga bermanfaat.

Referensi artikel di ambil dari sumber terpercaya blog ahli kelistrikan di https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.com/2017/03/menentukan-mcb-berapa-ampere-yang-dibutuhkan-di-rumah.html