Image by PublicDomainPictures from Pixabay

Tahun 2018 lalu saat saya membangun rumah, sempat terjadi kesalahan membeli pipa. Pipa yang harusnya pipa yang standar saja agar lebih hemat, namun justru saya membeli yang kualitas terbaik. Namun ya’ itu, harganya jauh lebih mahal. Itu terjadi karena kurangnya pengetahuan saya sebelum membeli pipa air untuk saluran pembuangan ini.

Baca Juga : Belajar dari Penyesalan, Ini 9 Tips yang Harus Kamu Baca sebelum Membangun Rumah

Jadi, saya membeli 5 buah pipa besar kualitas terbaik ukuran 4.5 inch dengan harga perbuah sekitar 300 ribuan. Harusnya saya beli satu saja agar hemat pengeluaran. Sementara yang kualitas dibawahnya, harganya berkisar 60 ribuan.

Pipa paralon ini salah satunya akan dipasang dibawah jalan cor depan rumah. Jadi kudu pakai yang bagus karena karena akan menahan beban dari pengguna jalan. Namun sayangnya saya malah beli yang bagus semua.

Tukang bangunan yang bekerja saat itu juga bilang kalau pipa untuk dipasang dijalan itu harus yang bagus karena akan dilewati oleh pengguna jalan. Jadi kudu yang kuat. Ia juga menambahkan jika pipanya kualitasnya kurang bagus, lama kelamaan pipa akan menghimpit, gepeng, dan pecah. Akibatkan saluran air akan terhambat.

Memilih produk kualitas tinggi memang bagus sih, namun tentu saja harus disesuaikan dengan budget yang ada. Kalau memang ada dana yang tidak masalah. Tapi kalau Cuma pas-pasan saja, baiknya disesuaikan dengan kemampuan. Nah, dari sinilah saya menuliskan tips penting sebelum membeli pipa air. Baik itu itu pipa air bersih untuk penggunaan sehari-hari, ataupun pipa air panas untuk mandi. Dan berikut adalah tips membeli pipa air agar tak menyesal belakangan.

1] Mengenali jenis pipa yang akan digunakan

Image by jacqueline macou from Pixabay

Sebelum membeli pipa air untuk digunakan di rumah, baiknya kenali dulu jenis pipa yang akan digunakan. Menurut sepengetahuan saya, saat ini ada 2 jenis pipa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pipa HDPE. Pipa HDPE atau High Desnsity Propylene adalah pipa lentur yang sangat kuat dan bisa digulung sehingga meminimalkan penggunaan fitting atau sambungan. Pipa ini memiliki warna hitam dan tidak mudah terkena korosi. Pipa ini biasanya digunakan dalam proyek air bersih dan mampu bertahan hingga 50 tahun. Biasanya distributor akan menjual pipa dalam gulungan panjang karena menyesuaikan kategori penggunaannya. Sehingga meminimalkan penggunaan fitting atau sambungan.

2. Pipa PVC. Yaitu pipa yang biasa kita gunakan sehari-hari atau kita menyebutnya pipa paralon. Pipa ini umum digunakan untuk saluran air bersih atau pembuangan seperti yang saya bahas tadi. Pipa ini terbuat dari plastik dan keras dengan panjang minimal 4 meteran. Ukuran pipa ini bermacam –macam. Kalau untuk yang dipakai di perumahan untuk saluran air seperi pompa air misalnya, biasanya ukuran yang digunakan yaitu ¾ inch. Atau kalau untuk ukuran saluran pembuangan bisa 4.5 inch.

Dari kedua jenis pipa di atas, tentu sudah bisa membedakan, mana jenis yang akan digunakan. Apakah pipa PVC atau HDPE.

2] Mengenali ukuran pipa agar tak buang-buang uang

Mengenali ukuran pipa juga harus diperhatikan agar tak salah beli dan malah membuang-buang uang. Misal jika akan digunakan untuk saluran air bersih yang akan terhubung dengan pompa air, maka bisa gunakan pipa PVC ukuran ¾ inch. Dan jika untuk pembuangan air kotor ke selokan, maka bisa gunakan ukuran 4.5 inch (ini saya ukur sendiri yang ada di rumah saya). Atau jika misal untuk instalasi listrik, bisa gunakan yang lebih kecil lagi yang kalau saya ukur di rumah, diameternya 1.7 cm. Intinya ketahui dulu ukuran pipa. Kalau perlu catat dulu agar tak ada kesalahan saat membeli.

3] Menentukan jenis pipa, apakah pipa air panas atau pipa biasa

Pipa air dingin dengan pipa air panas ternyata beda jenisnya. Suhu air panas pada sebuah waterheater berkisar antara 65-85 derajat celcius. Maka dari itu, pilihlah pipa yang bisa menahan suhu minimal 65 derajat celcius.

Untuk jenis pipa air panas, pipa PPR merupakan pipa yang sangat cocok untuk saluran air panas. Pipa ini terbuat dari bahan dasar minyak bumi dan bisa tahan terhadap suhu panas dan tekanan tinggi. Namun begitu, selain bisa digunakan untuk untuk saluran air dingin, ia juga bisa digunakan untuk kebutuhan makanan cair dan air minum karena sudah standar food grade atau aman untuk makanan. Ia juga tidak mudah rusak dan tidak mencemari alirannya.

4] Menentukan fittingan pipa dan jenis lemnya

 Jika sudah membeli pipa, biasanya akan ada sambungan. Dan berarti harus menentukan berapa ukuran sambungan atau fittingan yang pas. Dan ini penting diperhatikan. Jika salah ukuran, maka sambungan yang bentukan membentul L atau T, tidak muat dan bisa buang-buang uang. Jadi sebelum membeli, pastikan dulu berapa ukuran yang pas. Bisa dibawa contoh pipanya atau bisa tanyakan ke tukangnya berapa ukurannya.

 Setelah menentukan fittingan atau sambungannya, kita juga bisa memilih jenis lemnya. Dan ternyata jenis lem pipa bukan hanya yang biasanya saya pakai, yang kalau dilemkan sesaat langsung rekat dan kering. Tapi ada juga juga jenis lem pipa lainnya. Yang mana daya rekatnya baru akan benar-benar merekat antara 5-6 jam. Namun karena proses persenyawaan yang lama ini akan membuat daya rekatnya lebih kuat dan tahan lama. Berbeda dengan jenis yang pertama, yang daya sambungnya tergantung pada seberapa rekat bahan adhesivnya. Terutama jika posisi pipa cukup rawan terhadap goncang atau gerak. Tapi sepengalaman saya sih biarpun pakai lem jenis ini, selalu aman-aman saja.

 Ngomongi soal pipa, saya sih seringkali nyebutnya paralon gitu. Kalau di rumah saya juga menggunakan pipa rucika. Pipa merk ini memang terkenal kualitasnya dan banyak direkomendasikan oleh banyak orang karena kualitasnya yang baik. Kalau kalian tanya merk pipa atau paralon, orang akan menjawab “wavin” atau yang sekarang berganti menjadi rucika.

 Rucika yang merupakan produk dari PT. Wahana Duta Jaya Rucika merupakan produsen pipa PVC ternama di Indonesia yang mengedepankan kualitas. Perusahaan ini telah beridir selama 40 tahun dan telah menghasilkan banyak produk seperti Rucika Standard, Rucika Kelen Green, Rucika JIS, Rucika Kelox, Rucika Exoplas, Rucika Black, Rucika Safe & Lok, Rucika Gas, Rucika Lite, Rucika Siphonic System, Rucika Telecom, Rucika PP3, Rucika Rainwater System, Rucika Jacking System, Logo-Rucika-Fitting, Rucika Fitting uPVC, Rucika Hygienic Systems, dan Logo-RUGlue-03.

Dan ternyata produk rucika bukan hanya pipa saja, tapi ada lem atau perekat juga yaitu RUGGlue. Perekat yang memiliki tagline “bukan lem biasa” adalah lem pipa dan fitting PVC yang dapat merekatkan dengan sempurna. RUGGlue ini mengandung solvent cement yang proses kerjanya akan melarutkan lapisan permukaan sehingga menghasilkan sambungan senyawa tanpa adanya kebcoran, kuat dan juga awet.

Akhirnya, itulah tips memilih pipa air sebelum memutuskan untuk membelinya. Bagi orang awam hal ini harus dilakukan agar tidak menyesal di belakang karena salah beli. Karena sebagai konsumen kita harus cerdas agar apa yang kita beli sesuai dengan harapan.

Sumber referensi artikel
https://www.pipahdpeindonesia.com