Masih teringat jelas di benak saya dulu saat menonton berita di televisi, sang pembawa beritanya mengatakan bahwa 30 tahun kedepan, Pulau Nusa Dua di Bali diprediksi akan tenggelam akibat pemanasan global. Saya pun terkejut saat mengetahui bahwa keanekaragaman hayati di Indonesia mulai terganggu hingga akan menimbulkan dampak buruk seperti itu.

Pemanasan global adalah kondisi dimana suhu Bumi semakin panas yang berakibat pada mencairnya es di kutub utub utara, sehingga volume air laut bertambah dan naik, dan lama kelamaan menenggelamkan daratan demi daratan. Dan sayangnya, beberapa Pulau di Indonesia juga akan terkena dampaknya.

Tenggelam

Dan semakin kesini, ternyata bukan hanya Pulau Nusa Dua di Bali saja. Dikutip dari manaberita.net, ada 5 Pulau di Indonesia yang diprediksi akan tenggelam. Hal itu disebabkan karena aktivitas manusia seperti penebangan dan pembakaran hutan, penambangan, buang sampah sembarangan, polusi kendaraan, gas buang industri, dan sebagainya. Dan langsung saja, berikut 5 pulau di Indonesia yang diprediksi akan tenggelam, diantaranya :

Berikut penjelasannya

1] Pulau Tembora

Pulau dengan luas 200 hektar yang masih dalam wilayah Kepulau Riau ini terancam tenggelam akibat penambangan bauksit atau biji alumunium. Padahal jika tidak dilakukan penambangan, luas Pulau ini masih lumayan besar. Akitivitas penambangan yang dilakukan membuat pulau ini terkikis sedikit demi sedikit dan terancam tenggelam.

Pulau Tembora. Credit : manaberita.com

Pulau Sentut. Credit : manaberita.com

2] Pulau Sentut

Pulau Sentut adalah Pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Bintan. Pulau dengan luas tak sampai 2 hektar ini terancam tenggelam, juga akibat penambangan bauksit atau biji alumunium yang ditinggalkan begitu saja oleh sebuah perusahaan. Penambangan yang dilakukan tersebut membuat Pulau ini semakin berkurang ketinggiannya hingga lama kelamaan terancam tenggelam.

3] Pulau Kelor

Menurut National Geographic Indonesia, Pulau Kelor yang masuk ke dalam gugusan Kepulau Seribu ini terancam tenggelam dalam 45 tahun kedepan. Hal ini berdasarkan data yang milik UPT Taman Arkeologi Onrust, yang menyatakan bahwa pada tahun 1980 lalu, Pulau Kelor masih memiliki luas 1,5 hektar. Namun kini luasnya hanya tinggal 1 hektar. Hal itu disebabkan oleh abrasi dan juga tak lain karena efek pemanasan global.

Pulau Kelor. Credit : manaberita.com

Saat ini Pulau Kelor difungsikan sebagai tempat wisata karena memiliki keindahan yang mempesona. Di dalam pulau ini terdapat benteng mortello yang dibangun VOC pada abad 17 dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. Namun sayang sekali ya, karena efek pemanasan global, Pulau ini terancam tenggelam.

Pulau Padang. Credit : manaberita.com

4] Pulau Padang

Pulau Padang terletak di Provinsi Riau. Pulau ini diprediksi akan tenggelam yang diakibatkan oleh pembukaan hutan lahan gambut yang dilakukan terus menerus untuk dijadikan sebuah perkebunan. Rawa gambut dibagian bawahnya memiliki pori-pori gembur seperti spons. Jadi tanah gambut itu berbeda dengan tanah pada umumnya yang lebih padat.

Kemudian dari pembabatan hutan yang dilakukan serta pembangunan perusahaan terkait, akan menguras karbon dan air dalam gambut itu sendiri. Sehingga ketinggian pulau ini akan turun dan lama kelaman Pulau ini akan tenggelam.

5] Sebagian Pulau Bali

Dari kesemua Pulau diatas, mungkin yang paling berkesan adalah Pulau Bali karena Bali adalah salah satu ikon Indonesia dimata dunia karena keindahannya. Namun sayangnya Pulau ini juga masuk dalam daftar Pulau yang terancam tenggelam (sebagian)  sekitar 489km persegi dari luas seluruhnya yaitu 5732 km persegi pada 2050. 

Pulau Bali. Credit : manaberita.com

Sedangkan pada 2070, daratan yang tenggelam mencapai 557 kilometer persegi. Oleh karenanya, Tanah Genting yang menjadi penghubung sebagian besar Pulau Bali dengan Pulau Nusa Dua, akan tenggelam. Dan Pulau Nusa Dua akan terpisah dengan Pulau Bali dan menjadi Pulau tersendiri.

Hal ini dikarenakan proyeksi curah hujan jangka panjang yang meningkat 20 mm setiap 5 tahun. Dan tentunya juga karena efek pemanasan global.

Menyinggung pemanasan global, memangnya sebab utama terjadinya pemanasan global itu gimana sih ? Oke, berikut saya jabarkan 6 penyebab global warming atau pemanasan global.

Dan berikut penjelasannya

1. Kerusakan hutan

Pastinya kalian tahu kan bahwa beberapa waktu lalu, sebagian wilayah di Indonesia dilanda polusi asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan. Bahkan dikabarkan sampai ada korban meninggal dunia akibat tak kuat menahan asap. Sekolah pun banyak diliburkan karena asap semakin tebal. Dan parahnya lagi kepulan asap ini juga sampai ke Negara tetangga.

Kerusakan hutan mengurangi cadangan air dan membuat cuaca jadi panas. Credit : https://pasberita.com

Kebakaran hutan dengan luas berhektar-hektar ini tentu akan menimbulkan panas bumi yang berlebih dan berkontribusi pada pemanasan global. Dan sayangnya, kebakaran hutan ini juga terjadi karena memang sengaja dilakukan untuk kepentingan pribadi tanpa mempedulikan efek yang titimbulkan.

Selain pembakaran, kegiatan penebangan hutan secara illegal atau illegal logging juga banyak dilakukan. Para oknum sengaja melakukannya untuk kepentingan pribadi tanpa memiliki izin. Adapun mereka yang memiliki izin, namun dalam kegiatan usahanya justru cenderung merusak hutan karena tidak mengikuti aturan yang ditetapkan.

Sampah mengeluarkan gas negatif seperti metana dan mencemari lingkungan. Credit Amir Mahmud

2. Sampah

Untuk kalian ketahui, bahwa sampah juga berkontribusi pada pemanasan global. Terutama sampah yang sulit terurai seperti plastik dan sterofoam. Dalam satu ton sampah dapat menghasilkan 50 kg gas metana. Gas metana yang timbul saat terkena panas dapat menjadi penyebab timbulnya perubahan iklim.

Gas metana sendiri justru lebih beresiko merusak 30 kali lebih besar ketimbang C02. Terlebih saat gunungan sampah dibakar, panas yang ditimbulkan juga menggangu lingkungan dan turut berkontribusi pada pemanasan global.

3. Penggunaan listrik berlebihan terutama di siang hari

Listrik tidak bisa terpisahkan dari kehidupan manusia. Kehidupan manusia seolah bahkan terhenti tanpa adanya listrik. Namun seperti kita tahu bahwa listrik akan menimbulkan sumber energi panas dan merupakan sumber emisi C02 terbesar dan berkontribusi pada global warming.

Menyalakan lampu di siang hari meruapkan tindakan kurang bijak dan membuat bumi makin panas. Dokpri

Panas listrik yang berasal dari berbagai peralatan seperti lampu, mesin cuci, setrika, televisi, kipas angin, akan menguap dan membuat bumi semakin panas. Penggunaan listrik secara bijak, misal dengan tidak menyalakannya di siang hari, menggunakan lampu seperlunya, tidak menyalakan di siang hari, dan sebagainya, dapat memperlambat timbulnya global warming.

Polusi kendaraan merupakan penyumbang panas di atmosfer bumi. Credit : https://komunitaskretek.or.id/

4. Polusi kendaraan 

Saat ini hampir semua orang memiliki kendaraan bermotor. Bahkan satu rumah bisa ada 2-3 kendaraan bermotor, atau bahkan lebih. Selain bahan bakar dari kendaraan bermotor yang tidak bisa diperbarui dan mengurangi sumber daya alam, gas buang yang dihasilkan pun berdampak buruk bagi lingkungan karena dapat menimbulkan efek rumah kaca dan berkontribusi pada pemanasan global.

Dan sayangnya, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia semakin banyak saja. Menurut sumbernya di katadata.id via Badan Pusat Statistik pada 2016. Jumlah sepeda motor ada 98,9 juta. Mobil berpenumpang ada 13,5 juta, mobil barang ada 6,6 juta. Dan bus ada 2,4 juta. Dengan jumlah sebanyak itu, tentu polusi udara yang ditimbulkan juga semakin banyak. Terlebih di kota-kota besar seperti Jakarta.

5. Gas buang Industri

Gas buang industri juga merupakan salah satu penyumbang terjadinya pemanasan global. Asap yang keluar dari suatu industri seperti dari pabrik-pabrik, selain mencemari udara dan lingkungan, juga mengandung banyak karbondikosida, karbon monoksida, metana, dan sebagainya, yang dapat membentuk efek rumah kaca.

Gas buang industri menyumbang pemanasan global karena berbagai macam zat negatif yang terkandung didalamnya. Credit : Net via https://indopos.co.id

Penyebab dari efek rumah kaca adalah akibat pantulan suhu panas dari permukaan bumi yang tertahan di atmosfer, kemudian dipantulkan kembali ke bumi. Sehingga suhu bumi pun menjadi panas. Tidak heran jika es kutub utara mencair karena suhu panas bumi. Efek rumah kaca sebenarnya bermanfaat bagi mahluk hidup di bumi. Namun karena jumlahnya berlebih, maka akan menimbulkan dampak negative bagi bumi. Salah satunya yaitu mencairnya es di kutub utara.

Rumah modern dengan konsep kaca. Credit : desainrumah54.blogspot.com

6. Perumahan modern

Saat ada banyak sekali konsep perumahan modern yang memanfaatkan material kaca sebagai unsur desainnya. Tapi tahukah kalian jika kaca akan memantulkan cahaya matahari ke udara dan membuat bumi semakin panas. Salah satu contoh konsep hunian modern misalnya seperti rumah dengan banyak aksen kaca dan apartemen dimana banyak apartemen pada bagian luarnya terbuat dari kaca.

Nah, berkaca efek global warming yang terjadi akibat perbuatan manusia di atas, maka saya pun melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan agar bumi kita tetap dingin. Langkah kecil ini saya lakukan karena saya begitu sadar, bahwa di desa yang merupakan lini terkecil suatu wilayah, aktivitas yang merugikan lingkungan pun banyak dilakukan. Misalnya seperti buang sampah sembarangan, perburuan hewan, dan sebagainya. Tidak heran jika di tempat saya, ikan di sungai pun sudah mulai habis karena diburu. 

Maka dari itu, aksi nyata menjaga keanekaragaman hayati untuk masa depan yang lebih baik pun saya lakukan demi generasi mendatang. Apa yang saya lakukan ini secara tidak langsung juga menjadi edukasi ke orang-orang bahwa pelestarian lingkungan itu penting sekali. Dan, seperti apa aksi nyata tersebut. Berikut i uraiannya.

Dan berikut penjelasannya

1. Menanam pohon

Saya sedang menanam pohon albasia ditepi sungai. Tujuannya agar mencegah erosi sungai dan juga penyerapan air. Credit : Dokpri

Saya ini suka dengan aktivitas menanam. Dengan menanam pohon, kita bisa memetik hasilnya di masa depan. Di halaman rumah pun saya banyak menanam pohon.

Untuk pohon besar, saya menanam pohon mangga agar halaman rumah menjadi teduh. Secara, di rumah saya hawanya panas sekali karena tak ada pohon. Kemudian berbagai macam sayuran juga saya tanam. Seperti cabai, tomat, pare, lenca, sereh, papaya, rumput jepang, dsb.

Oiya, saya juga menanam pohon Albasia di pekarangan yang lokasinya di pinggir sungai. Saya baru menanam 5 buah. Dan kedepan saya berencana menanam lebih banyak lagi. Albasiah ini nantinya akan menjaga tanah agar tepian sungai tidak terkikis dan longsor oleh banjir. Selain albasia, saya juga menanam pohon mahoni. Kedua jenis pohon ini memiliki akar yang kuat dan mampu menahan erosi akibat banjir. 

Selain mencegah tanah longsor, albasia ini nantinya juga dapat digunakan sebagai cadangan renovasi rumah. Namun tentunya sebelum digunakan (ditebang), oleh saya sudah dilakukan penanaman kembali. Jadi tetap ada cadangan pohon yang tertanam. Aliasnya penebangan secara bijak. Hanya mengambil yang perlu dan menyisakannya agar alam tetap terjaga. 

Intinya, saya ini suka menanam pohon. Karena dengan menanam kita akan mendapatkan hasilnya dimasa depan. Aksi nyata ini saya lakukan agar dapat memberikan edukasi ke anak cucu saya di generasi mendatang.

2. Melenyapkan sampah secepat mungkin agar tak terlalu banyak

Sampah selalu saya lenyapkan saat masih sedikit. Karena jika sudah banyak dan kebetulan basah, maka lebih sulit melenyapkannya. Credit : Amir Mahmud

Ya, saya ini sadar betul dengan keberadaan sampah. Di rumah saya jarang sekali ada sampah karena sedikit-sedikit saya bakar, sedikit-sedikit saya bakar di tungku pembakaran. Terutama sampah plastik. Sampah rumah tangga akan tercemar jika hanya menumpuk di tempat pembuangan sampah.

Karena jika terlalu lama, maka sampah akan semakin banyak dan sulit untuk kering. Karena sulit kering, maka sulit juga untuk dibakar. Lagian membakar sampah dalam jumlah banyak juga mengganggu lingkungan.

Saat musim hujan, saya juga tak kebingungan. Sampah saya keringkan menunggun hari panas dan cerah. Jika sudah kering maka buru-buru saya bakar karena jumlahnya cuma sedikit. Intinya saya mengakali bagaimana agar sampah bisa lenyap dan gak menumpuk.

Sampah saat jumlahnya sedikit memang mudah diatasi. Namun jika sudah menggunung, dapat menyebabkan banjir seperti di Jakarta awal tahun lalu. Melihat korban banjir, saya pun merasa iba. Seandainya saja mereka memiliki Asuransi Umum, mungkin resiko yang terjadi saat itu dapat diminimalisasi.  Karena Asuransi Umum adalah Asuransi yang memberikan ganti rugi kepada Tertanggung atas kerusakan atau kerugian harta benda yang mereka alami. 

3] Memanfaatkan barang bekas untuk hal bermanfaat

Memanfaatkan plastik dan barang bekas minyak goreng untuk menanam pohon disamping rumah. Credit : Amir Mahmud

Saya ini memang suka menanam. Untuk media tanam, saya memanfaat bekas wadah minyak goreng untuk menanam sayuran seperti kangkung dan cabai. Hal ini sudah saya lakukan sejak berbulan-bulan yang lalu. Dan tentunya ini sangat bermanfaat karena dapat menekan pengeluaran harian. Saat ini yang sudah berbuah yaitu kangkung dan sudah beberapa kali dipetik. Lumayan banget pokonya. Apalagi karena jumlah terus diperbanyak. Selain hemat pengeluaran, juga dapat meminimalisasi timbulnya sampah.

4] Membawa tas belanja sendiri

Membawa tas sendiri saat belanja ke pasar untuk menghindari penggunaan plastik. Credit : Amir Mahmud

Saat belanja ke pasar bareng istri, seringkali saya membawa tas belanja sendiri untuk menekan penggunaan plastik. Karena setiap kali membeli sesuatu, penjual selalu kasih kantong plastik. Makanya stock plastik dirumah ada banyak. Rencananya akan saya tabung di bank sampah. Dengan membawa tas sendiri, selain muat banyak, juga mempermudah menaruh belanjaan karena bisa jadi satu dalam tas.

5] Menabung di bank sampah

Menabung di Bank Sampah Pelita Pertiwi Sipendok Sidoagung Sruweng Kebumen Milik Mas Udin. Credit : Amir Mahmud

Kebetulan tetangga saya baru saja membuka bank sampah beberapa minggu yang lalu. Mengetahui hal itu, saya pun turut menabung agar rumah dan lingkungan saya semakin bersih dan bebas sampah. Sampah-sampah yang tidak terpakai seperti botol plastik, kardus, ember bekas, botol kaca, kantong kresek, mulai saya kumpulkan untuk ditabung.

Bank sampah Pelita Pertiwi ini buah pemikiran dari seorang pemuda bernama Mas Udin. Apa yang dilakukannya begitu menyelesaikan solusi di kampung kami. Bank sampah akan membuat lingkungan di tempat kami semakin bersih.

Saat saya berbincang-bincang dengannya, Beliau mengatakan bahwa hampir semua jenis sampah diterima disini. Bahkan kantong kresek pun diterima. Artinya, potensi bersihnya lingkungan akan semakin besar karena warga dapat menabungnya daripada membuangnya.

Untuk saya sendiri, saat ini saya baru menabung sedikit. Kardus-kardus tidak terpakai yang menumpuk di gudang saya tabung daripada dibuang kan jadi mengganggu lingkungan. Dan kedepan saya akan terus mengumpulkan sampah agar semakin tak ada sampah dirumah.

6] Menyimpan dan membuang sampah pada tempatnya

Saat sedang dijalan dan belum menemukan tempat sampah, maka saya akan menyimpan dan membuang sampah jika sudah menemukan tempat sampah. Credit : Amir Mahmud

Saya ini sangat anti nyampah. Saat dijalan pun dan kebetulan ingin membuang sampah namun tak menemukan tempatnya, saya menyimpannya dalam kantong atau tas. Begitu menemukan tempat sampah, baru saya buang. Atau kadang saya bawa pulang ke rumah untuk dilenyapkan.

Saya begitu sadar bahwa membuang sampah adalah tindakan mencemari lingkungan. Makanya saya sangat anti nyampah. Biarpun sampah saat itu dalam jumlah banyak, tetap saya kekeuh untuk membuang pada tempatnya. Secara kita pasti paham bahwa jika disuruh memilih suatu tempat, tentu kita akan memilih tempat yang bersih bebas sampah. Iya kan ?

7] Lebih banyak menggunakan kayu bakar ketimbang gas yang tidak bisa didaur ulang

Memasak menggunakan kayu bakar akan menghemat gas hingga 50 persen lebih. Credit : Amir Mahmud

Saya lebih suka memasak menggunakan kayu bakar. Bukan karena tinggal di desa dimana kayu bakar mudah dicari. Tapi karena memasak menggunakan kayu bakar berarti dapat menekan bahan bakar gas yang tak bisa diperbarui. Lagian memasak menggunakan kayu bakar juga lebih enak dan matangnya merata. Namun begitu saya juga menggunakan kompor gas. Tapi lebih banyak menggunakan kayu bakar. Sebelum menggunakan kayu bakar, gas 3 kg bisa habis dalam 2 minggu. Namun saat menggunakan kayu bakar, gas bisa lebih awet hingga 4 minggu bahkan lebih.

8] Menggunakan listrik secara bijaksana dan memilih peralatan hemat listrik

Menggunakan listrik secara bijak agar lebih hemat pengeluaran dan mendukung gerakan pelestarian lingkungan. Credit : Amir Mahmud

Saya ini memang suka berhemat. Selain menggunakan merk lampu hemat listrik, saya juga selalu mematikan lampu jika memang tidak perlu. Misal saat saya berada di ruang tengah, maka lampu di ruang tamu saya matikan. Atau ruang kamar juga saya matikan. Begitu juga sebaliknya. Karena jika saya boros listrik, pengeluaran jadi bertambah, dan kurang bijak lah karena listrik itu menimbulkan energi panas yang dapat menimbulkan pemanasan global.

Untuk pompa air pun demikian. Caranya yaitu dengan tidak menyalakan pompa air bolak balik karena bikin boros setrum. Saat isi bak mandi, saya isi sekali penuh menggunakan tong besar. Jadi tak perlu pencat-pencet saklar karena bikin boros setrum listrik.

9] Lebih suka jalan kaki daripada naik kendaraan motor

Jalan kaki lebih seringkali saya lakukan saat ke tempat-tempat yang tidak terlalu jauh. Selain lebih sehat, juga meminimalisasi bahan bakar kendaraan. Credit : Amir Mahmud

Saya ini lebih suka jalan kaki saat bepergian jika emang jaraknya tidak terlalu jauh. Tujuannya selain lebih sehat, juga dapat menekan pengeluaran bensin dan asap dari sepeda motor yang saya pakai. Misal saat pergi jumatan. Karena jarak dari rumah ke masjid hanya sekitar 500 meter, maka saya jalan kaki saja supaya lebih sehat dan hemat. Atau saat akan pergi ke wifi corner yang jaraknya juga lumayan dekat, saya juga selalu jalan kaki agar lebih sehat.

10] Anti berburu hewan atau memelihara hewan dilindungi

Papan peringatan untuk tidak berburu flora dan fauna dilindungi. Credit : Amir Mahmud

Di tempat saya sekarang ada larangan berburu. Saya memang tidak suka berburu dan saya juga tidak akan pernah berburu. Karena berburu berarti akan membunuh dan bahkan memusnahkan mahluk hidup. Jika itu dilakukan, maka lama kelamaan keanekaragaman hayati akan rusak.

Di tempat saya, jenis burung tertentu juga sudah tidak pernah ditemukan karena diburu. Namun sekarang semenjak ada larangan berburu, spesies hewan langka sudah mulai muncul kembali dan menghiasi alam.

11] Hemat air

Hidup di desa itu berlimpah air. Namun bukan berarti saya bisa seenaknya menggunakan air. Boros menggunakan air berati boros listrik. Dan itu bukanlah cara bijak menjaga lingkungan.

Cara hemat air yang saya lakukan yaitu biasanya dengan menampung air wudhu atau cucian tangan kemudian menggunakannya untuk menyiram tanaman. Atau air bekas cucian sayuran juga saya tampung untuk menyiram tanaman atau menyiram lantai cor agar tak berdebu karena dirumah saya lantai masih berupa cor-coran.

Kalaupun saya tidak menanam sayuran, lantai rumah juga belum dicor, maka saya pun tetap berhemat agar persediaan air tetap banyak dan tentu saja hemat listrik.

Hemat air jugaakan menghemat listrik. Credit : Amir Mahmud

Nah, itulah ke-11 aksi nyata yang saya lakukan demi menjaga keanekaragaman hayati di dalamnya. Dan saya puas karena apa yang saya lakukan ini, membuat alam jadi lebih lestari dan jarang ada sampah dirumah karena selalu saya musnahkan saat jumlahnya masih sedikit.

Sedangkan untuk sampah yang masih bisa dipakai, saya manfaatkan sebaik mungkin untuk hal-hal yang bermanfaat. Saya sadar bahwa menjaga lingkungan itu penting agar keanekaragaman hayati tetap terjaga. Jika alam rusak, maka kehidupan manusia pun akan terganggu.

Dari apa yang saya laukan ini, ternyata juga telah dilakukan oleh MSIG. Salah satu bentuk kontribusi MSIG untuk pelestarian lingkungan yaitu dengan mengedukasi anak-anak sekolah dasar di tiga sekolah berbeda. Yaitu di SDN Grogol Utara 01. Kemudian dua sekolah lainya berada di wilayah Jabodetabek, yaitu SDN Karangtengah 07 Bogor dan SDN Rancagong 01 Tangerang.

Edukasi pelestarian lingkungan bersama anak-anak SD oleh MSIG. Credit : MSIG

Kegiatan yang bernama Kelas Kreatif Keanekaragaman Hayati MSIG Indonesia ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak sekolah dasar akan pentingnya pelestarian lingkungan, sekaligus menanamkan pola pikir bahwa kehidupan manusia amat bergantung dengan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Selain itu, kontribusi MSIG lainnya terhadap pelestarian lingkungan yaitu dengan mendukung penghijaun di hutan Paliyan Yogyakarta. Hal itu dikarenakan pada tahun 90an dulu, hutan tersebut rusak oleh pembalakan liar penduduk setempat. Namun sejak 2005, Asuransi Mitsuitomo Indonesia bekerjasama dengan Departemen Kehutanan di Indonesia, berhasil memulihkan kondisi hutan Paliyan dengan menanam lebih dari 300.000 pohon buah-buahan dan tanaman bermanfaat lainnya di hutan tersebut.

Kemudian edukasi tentang pentingnya pengelolaan hutan hujan bagi warga lokal, beserta bimbingan tekhnis dalam hal penanaman & pemanenan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian finansial yang lebih besar, juga telah dilakukan. 

Hutan sebelum dan sesudah penghijauan. Credit : MSIG

Hingga saat ini, pencapaian MSIG yang berhasil diraih yaitu

  1. 300.000 pohon ditanam
  2. 23 spesies burung telah ditambahkan dan didokumentasikan
  3. 9 spesies kupu-kupu juga telah ditambahkan dan didokumentasikan
  4. 19 sekolah telah berparisipasi dalam lingkungan pendidikan
  5. 165 guru dilatih dalam pendidikan lingkungan
  6. 97.057 bibit tanaman telah didistribusikan
  7. 185 rumah tangga lokal dilatih dalam metode penanaman.

Intinya, MSIG Indonesia berdedikasi dan berkontribusi penuh pada pelestarian lingkungan. Akhir kata, saya dan MSIG Indonesia sudah melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan. Kalau kalian, apa yang sudah kalian lakukan untuk melindungi bumi ?

Sumber referensi artikel

1. https://tirto.id/pulau-pulau-yang-menunggu-tenggelam-bo34
2. https://manaberita.com/2018/12/ngeri-inilah-5-pulau-yang-terancam-tenggelam-di-indonesia/
3. https://ilmugeografi.com/ilmu-bumi/iklim/penyebab-pemanasan-global/amp
4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/05/23/berapa-jumlah-kendaraan-bermotor-di-indonesia
5. https://www.herwinlab.com/sampah-sumbang-peran-pemanasa-global/
6. https://lbhss.or.id/2018/05/26/penebangan-liar-iilegal-logging/