Liburan ke Jogja rasanya belum lengkap kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh. Kota yang terkenal dengan budaya, kuliner, dan suasananya yang khas ini punya banyak pilihan buah tangan yang bisa dibawa pulang untuk keluarga, teman, atau sekadar dinikmati sendiri.

Mulai dari bakpia yang sudah melegenda, makanan tradisional, camilan khas, hingga kerajinan dan batik, semuanya bisa menjadi kenang-kenangan dari perjalanan ke Yogyakarta.

Nah, kalau kamu sedang mencari oleh oleh khas Yogyakarta yang enak, berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Bakpia

Ke Jogja belum lengkap rasanya kalau belum bawa pulang bakpia. Ini makanan sudah terkenal banget dan saya suka. Sering juga dapat bakpia dari tetangga yang habis mudik ke Jogja. Rasanya manis dan dalamnya isinya kacang ijo.

Namun makin ke sini makin banyak juga varian rasa, kayak red velvet, merlino, citra premium, lalu kurnia sari.

2. Gudeg Jogja

Dari dulu Jogja sudah terkenal banget dengan gudeg. Gudeg Jogja orang menyebutnya. Olahan ini terbuat dari nangka kethewel yang dimasak dengan santan lalu disajikan bersama sambal goreng krecek. Dan semakin ke sini gudgeg joga bukan hanya dijual dalam bentuk besek saja, tapi ada yang kalengan juga.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata di JogJa Yang Unik dan Tidak Biasa

3. Walang Goreng

Buat yang bernyali, kalian bisa coba walang atau belalang goreng. Dulu pas masih kecil saya sering makan walang goreng, eh bukan, tapi dibakar. Makanan sumber protein ini ternyata enak juga rasanya. Bisa juga dimakan pakai nasi.

3. Belut goreng

Kalau di tempat saya belut sudah jarang ditemui di persawahan karena sawah sudah semakin terkontaminasi bahan kimia. Tapi di Jogja masih banyak. Harganya sampai 100rb per kg nya tergantung ukurannya sih.

Bagi yang suka camilan ini rasanya cukup enak. Tapi gak hanya belut goreng saja, ada juga mangut welut, sego welut, pepew welut juga sampai sambel penyet welut pun ada.

4. Geplak

Saya suka banget dengan geplak, rasanya manis dan warna-warni. Demen banget deh pokoknya. Dibikinnya dari parutan kelapa, gula merah dan gula pasir. Biasanya geplak ini dibungkus besek atau plastik.

Pada awalnya geplak ini hanya menggunakan gula tebu untuk warna putih, dan gula jawa atau gula merah untuk warna cokelat.

Namun seiring perkembangan zaman, kini ada yang merah, kuning, hijau, dan rasanya pun ada rasa stroberi, jahe sampai durian.

5. Yangko

Yangko adalah makanan dengan tekstur lembek dan kenyal seperti mochi. Dibuat dari tepung ketan dan warna-warninya menarik sekali. Bagian luarnya dibalut dengan tepung seperti mochi pada umumnya. Bentuknya kotak dan untuk rasanya sangat khas dan cenderung manis.

6. Mie Lethek

Mie lethek ini saya sangat suka, pernah beberapa kali makan. Mie ini dibuat dari singkong dan bukan kayak mie instant ya, karena ini lebih sehat.

Bentuknya agak serabutan seperti bihun berwarna hijau. Buat yang menghindari mie instan yang pakai bumbu itu, mie lethek ini bisa jadi pilihan.

7. Jogja Scrummy

Belakangan ini banyak artis yang mencoba peruntungan usaha kuliner, misalnya seperti Dude Herlino dan salah yang usaha yang berkembang yaitu Jogja Scrummy.

Scrummy ini merupakan paduan bolu kukus dan puff pasta yang berlapis krim dan bentuknya seperti persegi panjang. Untuk pilihan rasanya yaitu mangga, cokelat, karamel dan juga keju, dan srikaya.

8. Coklat Monggo

Kalau bosan dengan oleh-oleh seperti bakpia atau geplak, Cokelat Monggo bisa menjadi pilihan menarik. Cokelat ini mulai dikenal di Yogyakarta sejak 2005 dan dirintis oleh Thierry Detournay, pria asal Belgia yang kemudian mengembangkan usaha cokelat di Jogja.

Nama “Monggo” diambil dari bahasa Jawa yang berarti “silakan”. Identitas Jogja juga terasa dari desain kemasan yang menggunakan unsur budaya Jawa.

Menariknya, Cokelat Monggo tidak hanya menjual cokelat batangan. Ada berbagai produk cokelat dengan pilihan rasa yang bisa dijadikan buah tangan.

Kalau ingin tahu proses pembuatannya, kamu juga bisa berkunjung ke Museum & Factory Chocolate Monggo di Bantul.

9. Wedang Uwuh

Saya pernah minum wedang uwuh, rasanya khas banget, ada kayu secangnya dan juga kayu manis, khas banget pokoknya. Di badan jadi kerasa anget begitu.

Dinamakan wedang uwuh karena uwuh itu dalam bahasa jawa artinya sampah, namun ini isinya berbagai macam rempah

10. Pernak penik khas Malioboro

Kalau kamu ke Malioboro Jogja, jangan lupa beli pernak-pernik khas Jogja, kayak gelang, kalung, blangkon, tas, dan banyak lagi yang lainnya. Dulu pas ke Jogja saya beli blangkon. Harganya bisa ditawar juga waktu itu.

Batik Jogja juga banyak di sini. Selain itu ada juga kaos dagadu yang sempat viral puluhan tahun lalu dan sekarang masih ada.

Nah, itu dia oleh-oleh khas Jogja yang bisa kalian pilih. Kalau masih kurang puas bisa main ke pasar Beringharjo juga karena ada banyak lagi oleh-oleh khas Jogja yang bisa kalian pilih.

Sumber artikel : 

Blog Antavaya

Raminten