Image by Kris from Pixabay

Dalam menyusun alokasi aset yang seimbang, seorang pemodal tidak boleh hanya menempatkan seluruh kekayaannya pada instrumen dengan volatilitas tinggi seperti saham.

Bagi Anda yang menginginkan imbal hasil berkala dengan tingkat keamanan modal yang terjaga, instrumen obligasi merupakan instrumen wajib yang harus ada dalam portofolio Anda.

Obligasi adalah surat utang jangka menengah hingga panjang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi kepada pemegangnya dengan janji pembayaran kupon berkala serta pengembalian nilai pokok utang pada saat jatuh tempo.

Sebagai instrumen pendapatan tetap (fixed income), produk surat utang ini memberikan kepastian arus kas masuk (cash flow) bagi investor. Dana pokok yang Anda pinjamkan kepada pihak penerbit dijamin akan dikembalikan utuh pada tanggal jatuh tempo yang telah disepakati.

Klasifikasi Obligasi Berdasarkan Penerbitnya

1. Surat Berharga Negara (SBN / Obligasi Pemerintah): Diterbitkan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan untuk mendanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Contohnya meliputi Obligasi Negara Ritel (ORI), Savings Bond Ritel (SBR), Sukuk Ritel (SR), dan Sukuk Tabungan (ST). Instrumen ini tergolong bebas risiko gagal bayar (zero default risk) karena pembayaran pokok dan kuponnya dijamin 100% oleh undang-undang.

2. Obligasi Korporasi: Diterbitkan oleh perusahaan BUMN maupun swasta untuk mendanai proyek ekspansi bisnis atau pembiayaan ulang utang. Umumnya menawarkan tingkat kupon yang lebih tinggi dibanding obligasi negara sebagai kompensasi atas risiko kredit penerbit.

Keuntungan Berinvestasi Surat Utang bagi Investor

  • Pembayaran Kupon Berkala yang Pasti: Investor menerima transfer kupon secara rutin (setiap bulan atau kuartal) dengan tingkat bunga tetap (fixed rate) atau mengambang dengan batas minimal (floating with floor).
  • Tingkat Imbalan Lebih Tinggi dari Bunga Deposito: Kupon obligasi ritel pemerintah secara konsisten memberikan selisih imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan rata-rata bunga deposito perbankan BUMN.
  • Tarif Pajak yang Menguntungkan: Pajak atas kupon obligasi hanya sebesar 10%, jauh lebih rendah dibandingkan potongan pajak bunga deposito yang mencapai 20%.
  • Peluang Capital Gain di Pasar Sekunder: Jenis obligasi yang dapat diperdagangkan (tradable) seperti ORI dan SR dapat dijual kembali sebelum jatuh tempo pada harga pasar yang lebih tinggi jika suku bunga acuan mengalami penurunan.

Melalui platform digital Mandiri Sekuritas, Anda dapat memesan berbagai seri Surat Berharga Negara (SBN) ritel secara mudah dan aman, menciptakan fondasi aset pendapatan tetap yang kuat untuk rencana finansial keluarga Anda.