Halo guys, beberapa tahun belakangan ini populer banget tentang profesi terkait data, kayak Data Scientist misalnya. Bahkan di kampus di kotaku, ada jurusan khusus yang membahas tentang data.

Jadi gini guys, bayangin kamu punya tumpu kan data sebanyak gunung, tapi semuanya berantakan dan nggak ada yang ngerti maksudnya apa.

Nah, tugas Data Scientist adalah mengolah data tersebut biar bisa dipahami dan dipakai buat keputusan bisnis. Mereka pakai matematika, statistik, dan coding buat nyari pola, tren, atau prediksi dari data yang ada.

Analogi Data Scientist

Anggap aja data itu kayak bahan makanan di dapur. Banyak banget, ada yang mentah, ada yang udah setengah jadi. Data Scientist itu kayak koki yang bisa mengolah bahan makanan ini jadi masakan lezat yang bisa dimakan semua orang.

Mereka milih bahan terbaik, ngolah dengan teknik yang pas, dan akhirnya hasilnya bisa dinikmati (baca: dipakai buat keputusan bisnis).

Tugas & Tanggung Jawab Data Scientist itu Apa Sih?

Jadi, kerjaan Data Scientist itu bukan cuma ngoprek angka atau bikin grafik doang.

Mereka punya banyak tanggung jawab penting buat ngolah data jadi sesuatu yang berguna buat perusahaan. Nah, ini beberapa tugas utama mereka:

1. Ngumpulin & Beresin Data

Sebelum bisa dianalisis, data itu harus dikumpulin dulu dari berbagai sumber, misalnya dari database perusahaan, sensor, atau media sosial.

Tapi, data mentah itu sering berantakan, banyak yang nggak lengkap atau malah error. Makanya, Data Scientist juga harus bersihin dan rapiin dulu biar siap diproses.

2. Analisis Data: Nyari Pola & Tren

Begitu data udah rapi, saatnya cari tahu ada pola atau tren apa di dalamnya.

Misalnya, ada pelanggan yang sering belanja di tanggal tertentu atau ada produk yang penjualannya naik drastis di musim tertentu. Dengan analisis ini, perusahaan bisa bikin strategi yang lebih tepat.

3. Bikin Model Prediksi

Salah satu tugas keren Data Scientist adalah bikin model yang bisa “meramal” masa depan pakai machine learning.

Misalnya, mereka bisa bikin model buat prediksi jumlah pelanggan bulan depan atau ngitung kemungkinan pelanggan bakal berhenti pakai layanan.

4. Bikin Visualisasi & Jelasin Hasilnya

Data itu nggak berguna kalau cuma angka-angka doang. Makanya, Data Scientist harus bisa nyajikan hasil analisisnya dalam bentuk yang gampang dipahami, misalnya grafik, dashboard interaktif, atau laporan visual yang jelas.

Intinya, biar tim lain (terutama yang nggak ngerti data) bisa paham dan pakai hasilnya buat ambil keputusan.

5. Bantu Kembangkan Produk & Strategi

Data Scientist juga sering kerja bareng tim produk atau manajemen buat kasih insight dari data. Dari hasil analisis, mereka bisa nyaranin fitur baru, strategi pemasaran, atau bahkan inovasi produk biar lebih sesuai sama kebutuhan pelanggan.

Singkatnya, Data Scientist itu ibarat detektif yang nyari jawaban dari tumpukan data. Dengan skill yang mereka punya, mereka bisa bantu perusahaan bikin keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data!

Skill yang Harus Dikuasai Buat Jadi Data Scientist

Jadi Data Scientist itu nggak cuma soal jago coding atau main-main sama angka doang. Ada banyak skill yang harus dikuasai biar bisa sukses di profesi ini. Nah, biar gampang dipahami, yuk kita bahas satu per satu!

1. Jago Baca Data, Bukan Baca Nasib

Kalau diibaratkan, Data Scientist itu kayak detektif yang nyari petunjuk di tumpukan data. Mereka harus bisa ngolah, nyaring, dan nyusun data supaya bisa ngasih insight yang berguna.

Caranya bagaimana?

Caranya dengan statistik dan machine learning. Jadi mereka bisa nemuin pola tersembunyi yang mungkin nggak kelihatan kalau cuma dilihat sekilas.

2. Statistik Itu Wajib, Bukan Cuma Buat Dosen Matematika

Statistik itu fondasi utama buat jadi Data Scientist. Nggak harus jadi profesor statistik sih, tapi setidaknya harus paham dasar-dasarnya, kayak probabilitas, distribusi data, dan korelasi.

Kenapa ini penting? Karena dengan statistik, kamu bisa bikin prediksi yang akurat dan menghindari kesimpulan yang keliru.

3. Harus Bisa Ngoding, Minimal Python atau R

Nah, kalau yang satu ini nggak bisa ditawar. Data Scientist wajib bisa coding, minimal dalam bahasa Python atau R.

Python sering dipakai buat analisis data dan machine learning, sementara R lebih sering dipakai di dunia akademis dan riset. Selain itu, SQL juga penting buat ngambil data dari database.

4. Ngerti Cara Kerja Database

Kalau data itu ibarat emas, maka database itu tambangnya. Data Scientist harus ngerti gimana cara ngambil, menyaring, dan mengelola data yang tersimpan di database.

Makanya, skill SQL itu krusial banget buat nanya database, misalnya buat nyari tahu “berapa banyak pelanggan yang berhenti pakai layanan dalam 6 bulan terakhir?”.

Selain SQL, alat kayak Hadoop atau Spark juga bisa jadi nilai plus buat ngolah data yang jumlahnya gede banget.

5. Paham Bisnis, Biar Nggak Asal Ngasih Data

Jadi Data Scientist itu nggak cuma soal ngumpulin dan analisis data aja, tapi juga harus ngerti bisnisnya.

Percuma jago statistik kalau nggak tahu data apa yang beneran penting buat perusahaan. Makanya, Data Scientist harus bisa ngomong dengan bahasa yang dimengerti manajemen dan bantu mereka ngambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar feeling.

Jadi intinya kalau mau jadi Data Scientist, kamu harus bisa gabungin logika, statistik, coding, dan pemahaman bisnis. Profesi ini seru banget karena bisa bantu perusahaan bikin keputusan yang lebih cerdas pakai data.

Tahu gak, gaji data science itu berapa?

Kalau rata-rata gaji alumni Hacktiv8 itu 7,2 juta. Sedangkan untuk seorang data scientist berpengalaman, gajinya bisa sampai 20-30jt per bulan. Dan jumlahnya akan terus meningkat menyesuaikan kemampuanmu.

Dimana bisa belajar Data Science?

Nah, buat kamu yang ingin belajar data science, di hacktiv8 kamu bisa jadi data scientist dalam 12 minggu saja. 85% Alumni hacktiv8 sudah diterima kerja pada 2024 kemaren.

hacktiv8 kini menjadi cooding bootcamp #1 di Jakarta berdasaarkan penilaian Course Report.

Keunggulan belajar data science di hacktiv8 lainnya yaitu :

1. Menggunakan kurikulum yang menyesuaikan industri. Materinya juga dirancang untuk pemula agar bisa berkarir menjadi data scientist atau Data Engineer.

2. Kamu akan di mentoring 1 on 1 oleh instruktur proffesional, jadinya lebih private dan kamu bisa tanya apapun yang kamu belum tahu.

3. Ada sesi pengembangan diri untuk melatih soft skill sebagai seorang Data Engineer atau Data Analytics.

4. Dan kalau sudah lulus, kamu akan dicarikan kerja di lebih dari 800 partner perusahaan. Dan banyak keuntungan lainnya.

Kesimpulan

Jadi, Data Scientist itu kayak detektif yang nyari jawaban dari tumpukan data berantakan. Mereka ngumpulin, ngebersihin, dan ngeanalisis data supaya bisa nemuin pola, tren, atau prediksi yang berguna buat bisnis.

Pekerjaannya nggak cuma main angka atau bikin grafik keren, tapi juga harus bisa nyampein hasil analisisnya ke tim lain dengan cara yang gampang dipahami.

Buat jadi Data Scientist, skill yang dibutuhkan lumayan banyak, mulai dari statistik, coding (Python, R, SQL), sampai pemahaman bisnis.

Intinya, kamu harus bisa gabungin logika, data, dan strategi supaya hasil analisisnya bener-bener bisa dipakai buat ambil keputusan.

Gajinya? Lumayan banget! Untuk pemula, rata-rata mulai dari 7 jutaan, dan kalau udah berpengalaman bisa tembus 20-30 juta per bulan.

Kalau tertarik belajar Data Science, ada banyak tempat buat belajar, salah satunya di Hacktiv8 yang nawarin program intensif 12 minggu.

Dengan kurikulum berbasis industri, mentoring 1-on-1, dan peluang kerja di lebih dari 800 perusahaan, ini bisa jadi langkah awal buat kamu yang pengen terjun ke dunia Data Science.

Jadi, gimana? Tertarik jadi Data Scientist?

Sumber referensi artikel : telkomuniversity