Hi guys, sebagai warga Kebumen yang tinggal dekat dengan kawasan pabrik genteng, saya pernah merasakan bagaimana kerja di pabrik genteng.  

Dulu, banyak orang sekitar saya bekerja di pabrik genteng sokka asli Kebumen ini, termasuk saya dan teman-teman. Bekerja di sini seringnya hanya sebagai pelarian ketimbang nganggur di rumah karena sulitnya cari pekerjaan.

Lokasi pabrik genteng ini kebanyakan di kecamatan Sruweng. Mulai dari desa Karanggedang sampai ke timur ke kecamatan Pejagoan. Kalau produksi batu bata kebanyakan di desa Kuwayuhan.

Batu bata ini kalau di pabrik genteng dipakai buat alas membakar genteng dan letaknya dibagian paling bawah tobong. Tobong itu tempat untuk membakar genteng.

Upah pekerja laki-laki jauh lebih tinggi ketimbang perempuan

Di pabrik genteng, pekerjanya bukan hanya laki-laki saja, tapi juga perempuan. Namun bukan perempuan muda, jarang banget ada perempuan muda usia gadis yang bekerja di sini, kebanyakan ibu-ibu rumah tangga yang ketimbang nganggur di rumah.

Tapi banyak juga nenek-nenek bekerja di pabrik genteng. Tugas perempuan lebih ringan ketimbang laki-laki. Makannya upahnya pun lebih rendah ketimbang perempuan.

Dulu pas tahun 2008, laki-laki dibayar 12.000 per hari, sedangkan perempuan hanya 8.000 per hari kalau gak salah. Tapi kalau pas lagi njemur genteng, ada tambahan upah.

Sekarang upah laki-laki 40.000 dan perempuan 20.000 kalau kata teman saya. Ini karena tugas pekerja laki-laki lebih berat ketimbang perempuan. 

Misalnya seperti menjalankan mesin press yang cukup berat. Mesin press ini harusnya 2 orang, kalau 1 orang yang muter, capeknya luar biasa sampai kleyengan.

Seorang pekerja sedang memutar mesin press genteng, Itu harusnya 2 orang, kalau sendirian terlalu capek. 

Capeknya luar biasa

Bekerja di pabrik genteng itu capeknya setengah mati. Kadang suka kasihan kalau ada pekerja yang masih remaja. Dulu pernah kerja bareng teman yang masih SMP karena ia lagi libur sekolah.

Karena dia laki-laki, ia kebagian memutar mesin press yang beratnya minta ampun. Apalagi karena mesin pressnya tinggi sementara si anak tersebut belum cukup tingginya, sehingga tidak terlalu menjangkau.

Jadinya dia harus memaksakan bagaimana caranya agar bisa maksimal kerjanya. Kasihan banget pokoknya. 

Baca Juga : Bekerjalah Sewajarnya – Terlalu Ngoyo Hanya Akan Membuatmu Menderita

Paling capek itu kalau lagi onclang. Onclang itu estafet genteng kalau pas mau membakar ke tobong. Semua pekerja harus estafet 2 atau lebih tumpukkan genteng.

Bagi sebagian orang ini sangat berat. Saya pernah sampai klenger karenanya. Apalagi kalau yang bagian ngambilnya itu orang yang tenaganya kuat, maka dia bisa ambil banyak dan yang tenaganya gak kuat bisa klenger.  

munggh-tobong

proses genteng sedang naik ke tobong atau onclang (estafet tapi dilempar).

tombong-pabrik-genteng-sokka

Proses pembakaran genteng. Foto : https://aguspriatmojoblp.blogspot.com/2011/11/genteng-sokka-kebumen.html

Genteng yang bagus adalah genteng doreng

Dulu saya pernah beli genteng, warnanya kuning dan menarik karena seragam. Tapi ternyata setelah dipasang ia rembes saat hujan.

Aliasnya genteng yang kuning ini kurang bagus, hanya warnanya saja yang menarik karena seragam. Tapi rembes saat hujan.

Genteng kuning ini letaknya paling atas saat dibakar, jadi kurang kuat dan kurang padat matangnya. Sehingga pas hujan ia rembes.

Genteng yang bagus itu genteng doreng, yang letaknya di paling bawah atau di tengah kalau lagi dibakar di tobong.  

Warnanya ada corak hitamnya karena agak gosong. Dan corak hitamnya yang membuat genteng tersebut jadi kuat dan saat hujan dia gak rembes. Cuma dia agak sulit dipasang ketimbang genteng kuning.

Alasannya karena bentuknya agak serong-serong sedikit karena efek dari membakarnya.

Sering panik kalau lagi jemur genteng di musim hujan

Drama para pekerja pabrik genteng adalah saat gerimis atau akan hujan, tapi genteng sedang dijemur.

Semua pekerja sampai tetangga pada keluar bantuin nagangkat jemuran genteng dengan cepat. Karena kalau kena gerimis sedikit saja, genteng bisa rapuh dan kalau rapuh maka gak terpakai alias terbuang.

ibu-ibu-sedang-menjemur-genteng-sokka

Ibu-ibu sedang menjemur genteng. Kalau pas gerimis, para pekerja bergegas mengangkat jemuran

Libur kerja kalau kweh masih basah

Kalau bahan baku atau kweh masih basah, maka seringkali libur.  Dan harus menunggu sampai kira-kira agak kekel atau kerasan dikit. Karena kalau terlalu basah, cetakan gentengnya terlalu lembek dan sulit dibentuk.

Genteng yang rusak dipakai buat bikin genteng lagi

Genteng yang rusak atau cacat, dibuang ke empang dan akan dibuat genteng lagi. Jadi gak jadi limbah yang mencemari lingkungan.

Nantinya ada tukang mesin pengolah tanah adonan genteng yang memproses bahan baku genteng. Dan begitu seterusnya, jadi gak ada limbahnya.

Sekarang sudah pakai mesin press

Dulu mesin press gentengnya masih manual. Nama sekarang menggunakan mesin, jadi gak capek banget. Tapi katanya kudu cepet banget sih ngepressnya, dan lumayan menguras tenaga kalau kata teman saya. Saya sendiri belum pernah melihatnya.

Beragam jenis genteng sokka

Ada beragam jenis genteng sokka, seperti magas, plentong, morando, dan kodok.

Genteng plentong atau magas paling banyak digunakan, sementara genteng kodok paling kuat gripnya karena bentuknya yang dibuat sedimikian rupa. Sementara genteng morando adalah genteng paling estetik yang banyak dibeli orang-orang kaya dan bentuknya besar.

Jenis-jenis genteng. Foto : https://nanangmafakhir.dongkrakbisnis.com/produk/218/jual-genteng-keramik-asli-kebumen-085232897232/

Genteng sokka terkenal sampai ke Eropa

Genteng sokka Asli Kebumen terkenal sampai luar negeri. Bahkan sampai di ekspor ke Eropa, Belanda tepatnya. Di Indonesia sendiri sudah menjuru berbagai kota dan bahkan luar pulau Jawa.

Genteng sokka ini cukup terkenal, jadi ada juga yang memalsukan.Berikut di bawah adalah video di pabrik genteng sokka Kebumen.

Bagikan biar yang lain tahu