Saat membuat website, langkah krusial adalah memilih nama domain yang sesuai. DNS, atau sistem penamaan domain, adalah konsep yang familiar terkait website.

Sebuah domain adalah identitas unik sebuah website. Penggunaan domain membutuhkan sistem penamaan yang teratur.

Pemilihan nama domain yang tepat dapat memperkuat brand awareness dan meningkatkan kinerja website secara keseluruhan.

Penting bagi pemilik website untuk memahami dan memilih sistem penamaan domain yang tepat demi kemudahan akses dan promosi brand mereka. Tanpa sistem ini, akses website akan memerlukan pengingatan nomor IP yang rumit.

Baca Juga : Merdeka di Era Digital Di Daerah Pelosok dengan Blog dan Domainesia

Apa Itu Sistem Penamaan Domain

Sistem Penamaan Domain (DNS) merupakan infrastruktur penting dalam internet yang menghubungkan alamat IP website dengan nama domain yang mudah diingat untuk memetakan nama domain menjadi alamat IP.

Ketika seseorang memasukkan nama domain ke browser, browser akan mengirim permintaan ke server DNS terdekat untuk mencari alamat IP yang sesuai.

Sebagai contoh, ketika ingin mengakses Google dengan mengetik “www.yahoo.com”, browser akan meminta server DNS untuk mencari alamat IP Yahoo.

Jika server DNS menemukan informasi yang dibutuhkan maka akan dikirim kembali ke browser dan menggunakan alamat IP tersebut untuk menghubungi website Yahoo dan menampilkan halaman yang diminta.

Fungsi Sistem Penamaan Domain

Sistem Penamaan Domain atau DNS memiliki berbagai fungsi, di antaranya seperti:

1. Mengumpulkan informasi alamat IP dari website dan memetakannya dengan nama domain yang sesuai.

2. Dapat dimanfaatkan untuk meminta informasi URL atau Uniform Resource Locator sesuai dengan alamat IP website yang dituju.

3. Membantu mengarahkan lalu lintas internet dan mengoptimalkan kinerja jaringan internet dengan mengarahkan lalu lintas ke server terdekat.

Struktur Sistem Penamaan Domain

Terdapat beberapa komponen utama dalam Sistem Penamaan Domain, yang terdiri dari:

1. Root Level atau Root Zone, berupa komponen paling atas dalam struktur DNS. Di sini terdapat root name servers yang tersebar di seluruh dunia.

2. Top Level Domain (TLD), berupa ekstensi domain seperti .com, .org, .net, dsb, yang memiliki otoritas domain untuk mengelola informasi mengenai domain pada ekstensi tersebut.

3. Second Level Domain, berupa bagian utama dari nama domain yang terletak di bawah TLD, seperti “namadomaincontoh” dalam “namadomaincontoh.com”.

4. Subdomain, berupa tambahan dari sebuah domain yang ditempatkan sebelum Second Level Domain. Contohnya, “blog” dalam “blog.namadomaincontoh.com”.

5. Hostname, berupa nama yang diberikan pada komputer atau sumber daya di jaringan yang dapat diakses melalui internet. Contohnya, “www” dalam “www.namadomaincontoh.com”.

Cara Kerja Sistem Penamaan Domain

DNS melibatkan pemetaan antara nama domain dengan alamat IP yang digunakan komputer untuk menghubungi website. Cara kerjanya seperti berikut:

1. Saat pengguna memasukkan nama domain seperti “www.namadomaincontoh.com” ke browser, permintaan DNS dibuat untuk mengonversi nama domain tersebut menjadi alamat IP yang dapat dipahami oleh komputer.

Permintaan DNS dikirim ke resolver yang terhubung ke jaringan. Resolver memulai urutan terkait URL dan menerjemahkannya menjadi alamat IP.

2.  Resolver mencari informasi DNS yang disimpan sebelumnya dalam cache resolver. Jika informasi tersebut ada dan valid, resolver akan menggunakannya dan mengembalikannya pada browser.

Permintaan DNS akan dikirim ke root name server untuk mendapatkan informasi tentang TLD yang terkait.

3. Root name server memberikan informasi mengenai name server yang bertanggung jawab atas TLD yang diminta. Resolver menerima daftar name server tersebut. Resolver memilih salah satu name server dari daftar yang diberikan dan mengirimkan permintaan ke name server TLD yang dipilih untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang domain yang diminta.

4. Name server TLD merespon permintaan resolver dengan memberikan informasi tentang authoritative name servers untuk domain yang diminta.

Resolver menerima informasi DNS dari authoritative name servers, menyimpannya dalam cache resolver-nya, dan mengirimkan informasi DNS tersebut pada browser.

5. Browser menerima informasi DNS dari resolver, termasuk alamat IP yang sesuai dengan nama domain yang diminta, dan menggunakan alamat IP tersebut untuk menghubungi server yang sesuai dan memuat website yang dimaksud.

Kesimpulan

DNS merupakan elemen penting dalam internet, memetakan nama domain ke alamat IP. Ini memungkinkan akses website tanpa harus mengingat nomor IP, memperkuat branding dan mengoptimalkan kinerja website.

Untuk memaksimalkan fungsi DNS, manfaatkan layanan seperti DomaiNesia untuk memilih nama domain yang sesuai dengan kebutuhan website Anda.

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Bagikan biar yang lain tahu