Berbicara mengenai branding, kita bisa mengibaratkan harga kopi di sebuah kafe dengan harga minimal 20 ribuan per gelas, berbanding dengan kopi pinggir jalan yang paling mahal mungkin 5 ribu saja.

Nah, hal itu bisa berlaku dalam dunia blogging. Rate seorang blogger A bisa lebih tinggi dengan blogger B. Padahal jumlah pengunjung mungkin hampir sama, tampilan blog juga mungkin sama. Dan yang membedakan adalah personal branding blogger itu sendiri.

Karena personal branding dari blog A dengan B itu beda, sehingga brand berani kasih kompensasi lebih. Personal branding itu penting, terutama bagi full time blogger kayak saya.

Selama enam tahun ngeblog sejak 2016, saya merasa kurang puas dengan performa blogku yang sulit untuk naik. Jumlah pengunjung jika saya tidak aktif tiga hari saja, bisa lebih sedikit ketimbang jumlah postingan. Bagaimana bisa?

Hal itu karena ada banyak kekeliruan saya dalam mengelola blog. Misal karena konten terlalu campur aduk tanpa aturan, sehingga mungkin pengunjung bingung dan bosan.

Atau karena saya pernah mencoba menjadi orang lain dengan membuat postingan berupa landing page. Yang akhirnya malah merepotkan saya sendiri karena saat ini saya harus mengubahnya ke format reguler. Dan jumlahnya buanyak, fyuhhh….. *lapkeringat

Atau mungkin karena terlalu banyak artikel sponsor yang tidak diimbangi dengan postingan organik. Sehingga blog saya seperti etalase yang menjual berbagai macam produk. Pengunjung disuguhi “deskripsi produk” terus tentu enggan dong.

Baca Juga : 12+ Cara Agar Blog Dilirik Banyak Brand [Untuk Orang Awam]

Pengunjung itu harusnya menikmati konten yang menarik, yang bermanfaat, unik, menghibur, mengispirasi, bukan ditawari produk, kabur dong. Kalau memang harus bahas produk, ada aturannya tersendiri. Enggak setiap update pasti isinya sponsor.

Maka dari itu, personal branding itu penting dilakukan untuk membedakan antara blogger satu dengan yang lainnya. Dan personal branding itu tuh bukan hanya untuk selebriti, tokoh papan atas, atau merk terkenal. Blogger pun yang merupakan bagian terkecil pun harus punya branding.

Eh by the way, personal branding itu apa sih?

Personal branding adalah perspektif orang tentang kita mengenai suatu keahlian, kepribadian, ciri khas, keunikan, konsistensi, prestasi, atau nilai-nilai yang kita bangun sendiri, baik itu disengaja atau tidak. Sehingga bisa menimbulkan kesan tersendiri dan terlihat lebih menonjol.

Dan berikut adalah 7+ tips personal branding agar ngeblog makin semangat, agar konten bisa bisa “dihargai” lebih oleh yang punya hajat.

1. Penamaan blog relevan dengan tema blog, bisa juga dengan keyword tertentu untuk memenangkan SEO

relevan

pixabay.com/isidix

Sebelum membuat blog baru, usahakan agar nama blognya sesuai dengan isi atau tema blog tersebut. Semisal blognya bertemakan tentang traveling, pemilihan nama yang mengandung kata tersebut merupakan branding tersendiri. Misal evatravelling dot com karena pemiliknya bernama Eva.

Kemudian jika nama blog membidik kata kunci yang sebelumnya sudah diriset dengan tekhnik SEO, maka ia menang satu poin di hasil pencarian.

Misal nama blog servicemobilkebumen dot kom, maka ia sudah menang satu poin karena menggunakan kata kunci service mobil kebumen. Dengan begitu, potensi muncul di hasil pencarian jadi lebih besar.

Untuk tema travelling, penyematan nama bloggernya sendiri seperti Eva misalnya, juga akan mendapatkan branding tersendiri. “Oh, Eva ternyata travel blogger. Kalau mau endors sama Eva saja”

Baca Juga : Gimana Sih Cara Meningkatkan Rate (Upah) Blogger? Ini 6 Tipsnya

2. Selalu menampilkan konten berkualitas

kualitas artikel

pixabay.com/geralt

Blog dengan konten berkualitas tentu akan banyak disukai orang. Sehingga pengunjung pun lebih cepat naik. Konten berkualitas adalah konten yang memiliki konsep sedemikian rupa dalam pengerjaannya.

Misalkan karena sudah diriset mendalam terlebih dahulu, kata kunci yang seo friendly, cara penulisan yang singkat padat namun mudah dipahami dan disertai ilustrasi gambar yang menarik dan relevan, adanya infografis atau video untuk lebih memperjelas pembahasan, dsb.

Konten berkulitas umumnya mendatangkan manfaat bagi pengunjungnya. Atau paling tidak ia menghibur, menginpirasi, memotivasi, atau nilai positif lainnya.

Dengan menampilkan konten berkualitas, maka perspektif orang terhadap blog kita adalah blogger dengan konten yang berkualitas. Sehingga calon pegunjung selalu penasaran untuk berkunjung ke blog kita.

3. Tampilkan profil dengan deskripsi yang jelas dan menarik

profil-blog

Saya pikir deskripsi profil juga berpengaruh dalam branding kita. Misal seperti pakaian yang kita kenakan menggunakan jas atau kemeja rapih dengan dandanan rapih, tentu greget atau feel-nya lebih dapat ketimbang yang cuma pakai kaos saja dan asal jepret foto saja.

Kemudian penulisan deskripsi tentang diri kita, siapa kita, skill apa yang ditonjolkan, juga mendukung branding tersendiri. Misal kita bisa desain atau bisa bahasa Asing, boleh tuh tunjukkan keahlian kita sebagai nilai tambah.

Orang tentu akan lebih respect jika kita memiliki beragam skill yang bisa ditaruh di profil kita. Biasanya profil ini ditaruh di sidebar blog atau bawah blog, sesuai template blog masing-masing.

4. Blog satu niche memang bagus, tapi blog gado-gado juga tak kalah punya potensi

niche-blog-spesifik

Ilustrasi : pixabay.com/QuinceCreative 

Kamu ingin dikenal sebagai apa? Travel blogger, parenting blogger, finance blogger, beauty blogger, automotive blogger, atau food blogger?

Blogger yang membahas satu tema pastinya lebih disukai pembaca ketimbang yang tema beragam. Apalagi jika rutin update konten. Mereka yang senang dengan dunia kecantikan, pasti akan senang hati berkunjung ke blog bertemakan kecantikan untuk update tips make up terbaru.

Mereka yang lagi belajar mengatur keuangan, pasti akan senang berkunjung ke blog dengan tema keuangan untuk dapat tips keuangan terbaru, dan seterusnya.

Kalau kata Kak Kadek Arini yang seorang travel blogger, memilih pasar yang terbatas itu penting agar mendapat perhatian brand. Namun karena focus satu tema, berarti kudu benar-benar diusahakan karena blog dengan satu tema membutuhkan effort lebih.

Kata seorang teman blogger yang blognya hanya membahas satu tema, rate blog dengan niche khusus itu lebih mahal bisa dua kali lipat ketimbang blog gado-gado.

Lalu bagaimana dong dengan blogger gado-gado kayak saya?

Kata teman-teman di twitter saat cuap-cuap kemarin, kalau misal blog gado-gado itu harus ada ciri khasnya agar blog kita tetap populer. Hal ini mungkin bisa dilakukan dengan lebih sering membahas tema tertentu. Dan mungkin ini bisa dibilang semi niche.

Baca Juga : Pengalaman Menulis 1 Artikel Dibayar $100, Mau Coba?

Teman lain mengatakan kalau blog gado-gado justru lebih mending karena lebih mudah dapat jobnya ketimbang blog niche yang gak semua job bisa diambil.

Ini kata mereka :

“Enakan gado-gado mas buat dapat jobnya. Dulu blog saya travel dari 2014-an. Isinya ya semua jalan. Tawaran menulis review selalu saya tolak karena gak sesuai niche. Idealis pada jamannya meski isinya cuma jalan ke tempat dekat. Sejak beberapa tahun lalu saya ganti lifestyle”

“Kalau niche tertentu kayak travel tapi bukan traveler terkenal malah susah. Job niche itu terbatas. Gak bisa terima job lain seperti review. Kalau terkenal sekalian malah enak jalan-jalan keliling Indonesia gratis. Makanya ganti niche”

“Masing-masing punya kelebihan dan kelemahannya sih Mas. Saya suka bikin blog tema gado-gado, lebih mudah mencari ide tulisan”

“Gado-gado malah enak bisa mengkolaborasikan artikel lain didalam artikel yang mau ditulis. Jadi bisa saling melengkapi”

“Tapi, asal ada ciri khas, meski gado-gado bakal populer sih”

Dari cuap-cuap ini saya dapat insight kalau baru kalau blog niche ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Blog dengan tema campur justru lebih menarik sebagai jalan ninja dapat job.

Baca Juga : Baru Mulai Ngeblog? Ini 8 Manfaat & Keuntungan Gabung Komunitas Blogger

5. Konsisten menulis untuk meningkatkan kepercayaan

konsisten

Seperti di atas saya singgung, dengan konsisten menulis maka blog kita akan selalu ditunggu-tunggu pembaca. Terlebih jika kita membuat jadwal semisal artikel tayang setiap hari senin, rabu, dan jumat.

Maka pengunjung akan selalu menunggu update terbaru kita. Selain itu konsisten juga menunjunkan kedisplinan sang blogger itu sendiri.

6. Memiliki gaya tulisan berkarakter kuat

unik dan berkarakter

Ada banyak sekali blogger di jagat maya. Nah, agar lebih mudah membedakan antara satu dengan yang lainnya, baiknya kita harus punya ciri khas masing-masing. Misal dari gaya tulisannya.

Gaya tulisan unik berkarakter kuat akan lebih mudah dikenali orang dan dapat mendukung brandingmu sendiri selain sebagai ciri khas. Kamu akan dikenal dengan blogger karena gaya tulisan yang unik tersebut.

Misal seorang parenting blogger memiliki gaya tulisan keibuan dengan story telling yang kuat. Atau anak muda gaul memiliki gaya tulisan seperti orang lagi ngobrol, yang seringkali disisipkan emoji.

Atau gaya tulisan semi formal yang memadukan antara gaya personal dengan bahasa formal, sehingga mungkin terlihat lebih professional, namun tetep jadi diri sendiri.

Jadi diri sendiri dengan gaya tulisan kita sendirilah yang dapat meningkatkan branding kita. Jangan meniru gaya tulisan orang lain karena terkesan garing

7. Tampilan blog juga mendukung personal branding

Blog-Kang-Amir

Tampilan blog atau theme blog juga dapat mencerminkan pemilik blog itu sendiri. Menurutku sih. Saya sendiri lebih suka tampilan blog landing page seperti ini karena terlihat perfect tanpa iklan dan tanpa sidebar.

Penambahan elemen seperti bar counter animasi juga menambah nilai tersendiri. Saya sendiri masih tertarik dengan blog page builder ini karena banyak alat kostumisasi yang bisa dibuat untuk membuat animasi, efek, atau layout tanpa harus paham coding.

Sebenarnya saya pengen blog dengan sidebar, tapi blog saya tidak mendukung. Saya pun pernah ganti theme lain, tapi ternyata internal linkya hilang semua dan warna link jadi hitam semua. Ya sudah deh gak jadi, lagian theme blog ini juga sudah gue banget kalau kata anak gaul.

Baca Juga : Blogger Ini Sukses Masuk Undip Semarang Berkat Prestasi Lomba Blog

Theme sederhana atau theme yang kompleks memang bagus karena biasanya lebih seo friendly. Tapi saya lebih suka theme blog page builder ini dimana saya bisa membuat halaman landing page atau regular page, selain karena bisa membedakan antara blog saya dengan yang lainnya.

8. Menjaga reputasi brand, maka orang akan menjaga nama baik kita

menjaga reputasi brand

Ilustrasi.com/Tumisu

Saya sering nonton vlognya Ria SW tentang kuliner. Saat makanan yang ia cicipi terasa tidak cocok olehnya, ia tidak pernah bilang tidak enak. Ia hanya bilang kurang suka atau tidak cocok dengan lidahnya.

Sebagai blogger, sepertinya saya belum pernah menerima produk atau jasa yang tidak sesuai dengan apa yang saya tuliskan. Makannya sebelum saya menerima sebuah perjanjian kerjasama, saya teliti dulu mengenai pro dan kontra produk atau jasa tersebut.

Jika dirasa kurang cocok, maka saya mundur alon-alon (pelan-pelan). Karena pastinya tidak ada produk yang sempurna.

Selain kedelapan tips di atas, tiga tips lainnya seperti meningkatkan branding lewat media sosial, disiplin dalam menjalankan tugas (misal menyelesaikan deadline tepat waktu) dan juga networking atau membangun relasi, juga merupakan tips meningkatkan persona branding.

Baca juga artikel tentang cara meningkatkan fee blog karena tipsnya hampir sama dengan cara meningkatkan personal branding blogger di URL ini https://www.kangamir.com/2021/12/28/cara-agar-blog-dilirik-brand/

Personal branding memang penting dilakukan untuk membedakan blog satu dengan yang lainnya. Personal branding ibarat nama atau merk tertentu. Semakin tinggi masyarakat sadar akan sebuah merk, semakin tinggi pula popularitas sebuah merk untuk digunakan.

Imbasnya tidak lain adalah cuan yang meningkat. Semoga ke delapa tips diatas membuka wawasan kita untuk menjadi blogger yang lebih berkualitas.

Bagikan biar yang lain tahu