2016-2018 yang lalu saya adalah seorang blogger yang ngebet dan sangat ngoyo dengan pekerjaan. Mentang-mentang pekerjaan dilakukan dari sebuah hobi, saya bisa bekerja dari pagi buta hingga tengah malam. Bahkan saya pernah hanya tidur 1 jam sehari karena mengejar deadline.

Hasilnya ?

Saya cuma capek doang. Dan yang punya hajat tidak memberikan apa-apa ke saya setelah memporsir tenaga saya dengan begitu kerasnya. Malahan saya pernah tersesat di kota orang dan uang saya saat itu tinggal sedikit dan badan sudah sangat lelah. Alhasil hati yang ngenes pun cuma bisa ditanggung sendiri. Ough sakit banget rasanya.

Karena suka bekerja melebih ambang batas waktu, saya jadi terkadang sakit. Saya pernah mengerang-ngerang kesakitan di bagian kepala karena suka kerja lembur. Dan yang paling parah adalah karena… ah saya gak mau cerita. Oleh karenanya, saya sampai membuat jadwal jam kerja sendiri di rumah. 

Dan sekarang saya gak mau lagi dan udah jarang banget lembur. Daripada lembur, mending produktif di siang hari. Malamnya bisa digunakan untuk bersantai agar pikiran lebih fresh dan bersiap untuk bekerja lagi esok hari. Kalau udah pukul 17.00 sore, saya udah gak buka laptop lagi dan pukul 21.00 saya sudah tidur. Dan langsung saja, berikut beberapa alasan mengapa kita harus bekerja sewajarnya.

1. Bekerjalah sewajarnya karena kamu bukan robot

Foto : pixabay

Kalau kamu pekerja, karyawan, ataupun freelancer, jangan terlalu keranjingan bekerja biarpun itu passionmu. Bekerjalah sewajarnya, jangan terlalu ngoyo atau kamu akan sakit sendiri jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Semisal karena suka lembur agar kerjaan cepat selesai. Kalau kamu sakit, upahnya bisa jadi hanya digunakan untuk berobat saja. Kan percuma. Udah badan sakit, keluar uang pula. Sehat itu murah, sakit itu mahal. 

Baca Juga : Ditanya Calon Mertua Apa Kerjaanmu ? Berikut 23 Hal Enak dan Gak Enaknya Jadi Freelancer

Seperti yang saya alami. Karena terlalu overwork, akhirnya upah kerja banyak digunakan untuk biaya untuk berobat. Kan percuma. Dan siapa sih yang mau sakit? Kalau udah waktunya istirahat, baiknya diistirahatkan ya. Walaupun kamu seorang pekerja lepas.

Jangan mentang-mentang punya jam kerja panjang dan gak ada yang ngatur, terus bisa bekerja semaunya tanpa mempedulikan kesehatan. Itu tidak baik bro. Istirahatlah jika memang sudah waktunya. Karena hidup itu bukan hanya tentang bekerja. Tapi ada waktunya santai agar tetap rileks, bersosialisasi, dsb. Kalau kamu sakit, kamu yang akan merasakannya sendiri.

Baca Juga : Hal-hal Beserta Makanan Yang Dihindari Saat Sakit Asam Lambung – Pengalaman Pribadi

Buat kamu yang karyawan, mungkin gak usah terlalu dibela-belain lembur kalau emang nggak urgent banget. Kerjalah sewajarnya karena kamu bukan robot. Kalau kamu udah gak kuat bekerja, kantor mah tinggal cari karyawan lagi.

2. Jangan hanya sekedar sibuk, tapi produktif

Foto : pixabay

Beberapa penyebab mengapa orang memiliki jam kerja panjang, itu beda-beda. Mereka yang pandai memecahkan masalah, pekerjaan akan cepat selesai. Sebaliknya, mereka yang agak lambat, membutuhkan waktu yang lebih lama.

Selain itu, orang memiliki durasi kerja yang panjang juga bisa dikarenakan hanya sekedar sibuk saja. Misal selama bekerja dia hanya main-main saja seperti stalking medsos atau nonton video. Sehingga jam kerja pun menjadi panjang.

Orang yang hanya sekedar sibuk, bisa jadi, sebagian besar waktunya ia gunakan untuk bermain-main ketimbang bekerja. Alhasil ia hanya capek doang seharian. Berbeda dengan mereka yang produktif.

Bagi mereka yang produktif. Walaupun waktunya terbatas, tapi pekerjaan bisa cepat selesai karena serius dalam bekerja dan mengabaikan hal-hal yang dapat mengganggu pekerjaan sehingga pekerjaan pun cepat selesai.

3. Manfaatkan jam malammu antara 6-12 pm untuk mengembangkan bakat

Foto : pixabay

Saat sudah dirumah sepulang kerja, waktu antara pukul 06.00 hingga 12.00 malam adalah waktu produktif. Kamu bisa memanfaatkannya untuk membaca buku, memperdalam skill atau keahlian, menekuni hobi semisal menulis, menggambar, membuat karya kreatif dsb, tentu lebih bermanfaat ketimbang digunakan untuk bersantai ria. Tidak apa-apa sih bersantai, misal nonton drakor atau fil favorit, tapi sekali dua kali ya. Jika dilakukan terus menerus, tentu karir progress kamu akan begitu-begitu saja seperti hamster berjalan di roda berputar.

Mengenai hal ini, saya seringkali kagum dengan teman-teman mom blogger yang cukup produktif biarpun mereka adalah ibu bekerja. Jadi selepas kerja atau saat anak-anak sudah tidur, baru deh mereka memanfaatkan waktunya atau istilahnya “me time” untuk menekuni hobi mereka yaitu menulis. Tida heran jika saya lihat mereka bisa berprestasi walaupun harus mengurus rumah, anak, suami, dan juga harus bekerja. Salut banget dah.

Saat ditanya “apa gak repot ngurusin rumah tangga, tapi tetap produktif dengan blognya?” Jawabnya kebanyakan ya emang kudu pinter-pinter bagi waktu.

4. Bekerjalah sewajarnya, atau hasil kerjamu hanya untuk berobat

Foto : pixabay.com

Awal 2019 lalu saya pernah menjalani operasi karena sakit. Rasanya sedih banget dong ya. Semua saya lakukan karena pola hidup tidak sehat dan jam kerja yang tak terkontrol. Rata-rata jam kerjaku waktu itu lebih dari 10 jam sehari. Bahkan saya jarang sekali tidur cukup.

Tiap hari yang ada hanya mata pucat karena sering lembur. Mentang-mentang freenlancer, dibenak saya hanya bekerja dan bekerja. Bahkan saya jadi jarang bergaul dan dengan orang-orang sekitar. Hingga akhirnya saya jatuh sakit dan keluar biaya yang lumayan banyak untuk berobat.

Baca Juga : Mau Cabut Gigi Geraham saat Sakit Asam Lambung ? Ini Pengalaman Saya

Dari situ saya sadar bahwa sebaiknya kita dalam bekerja sewajarnya saja. Jangan ngoyo. Kalau sakit, uang hasil kita kerja ngoyo hanya sebagai ganti berobat. Kapok deh pokoknya.

Dan sekarang saja, terkadang saya masih berobat. Seperti beberapa bulan kemaren. Saya menang lomba dan dapat hadiah uang tunai.Dan ternyata uangnya habis buat biaya berobat.

5. Terlalu sibuk bekerja membuatmu jarang bergaul

Foto : pixabay

Seperti diatas saya tuliskan, karena workholic, saya jadi jarang bergaul dengan teman-teman sekitar. Tentu ini tidak nyaman sekali rasanya karena kita makhluk sosial yang butuh orang lain.

Hidup bukan hanya tentang bekerja. Tapi ada banyak hal lain yang musti dilakukan. Misalnya bersosialisasi dengan teman atau tetangga agar hati terhibur. Dengan hati yang gembira, bekerja pun menjadi lebih nyaman dan maksimal. Tentu kalian ingat kan apa kata Rhoma Irama. Terlalu banyak kerja bisa bikin stress.

6. Sukses tidak ditentukan dari banyaknya jam kerjamu

Untuk pertanyaan ini menurutku masuk akal juga. Jaman sekarang mungkin kita tak perlu bekerja terlalu keras, tapi kerja cerdas. Contoh bodohnya begini. Misal kita yang biasa kerja 12 jam sehari, bisa dipangkas menjadi 8 jam sehari namun penuh produktivitas. Sisanya yang 4 jam bisa digunakan untkuk bersantai atau mengembangkan hobi.

Orang yang bekerja cerdas, tingkat kesuksesannya bisa sama atau bahkan lebih ketimbang orang yang hanya bekerja keras doang. Karena mereka bekerja dengan penuh perhitungan yang matang sehingga hasilnya lebih maksimal.

Jadi kesimpulannya, bekerja keras boleh tapi sewajarnya. Kalau kamu sakit dan meninggal, kamu sendirilah yang akan merasakannya. Kalau kita sakit, segala cita-cita akan terhalang. Banyak duit tapi gak bisa kemana-mana, sama saja bohong kan ?

Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, kita itu gak selalu harus mengetahui semua hal. Karena bisa jadi hal itu malah membuat kita semakin menderita. Tetaplah semangat!