Di awal pembahasan ini saya akan bercerita tentang kisah seorang pemuda Papua yang berhasil memanfaatkan hutannya menjadi kampung ekowisata. Adalah Dominggus Kalami atau yang akrab disapa Absalom. Beliau adalah salah satu pemuda yang berhasil memajukan Kampung Malagufuk menjadi lebih maju.

Dulunya masyarakat kampung tersebut kesehariannya adalah petani yang mengolah lahan dan sayur mayur. Dan mereka harus berjalan kaki sejauh 3 km untuk menjual hasil pertaniannya ke pasar. Namun hal itu berubah semenjak kedatangan Charles, yang merupakan ahli dan seorang pemandu wisata sekaligus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Papua Barat.

Atas inisiatifnya yang mengatakan bahwa hutan klasow di daerahnya bagus untuk dijadikan ekowisata dan begitu potensial dan menjanjikan di hari esok, Absalom pun pada akhirnya mengikuti sarannya dan mengubah hutan klasow menjadi ekowisata.

Ekowisata Kampung Malagufuk. Foto : Yayasan EcoNusa/Moch. Fikri

Daya tarik yang ditawarkan ekowisata ini yaitu wisata pengamatan burung (birwatching) yang juga dilengkapi dengan dengan komponen wisata lainnya seperti atraksi, akomodasi, aksesibilitas, dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan oleh pengunjung.

Jenis burung yang ada di hutan Klasow yaitu seperti Cendrawasih kuning kecil, Magnificent Riflebird, Golden Myna, Rufous Bellied Kookaburra, Moustached Treeswift, Papuan hornbill, dan ada pula kupu-kupu dengan bentang sayap seperti sayap burung. Geser gambar di bawah.

Absalom sedang memanen sayuran. Foto : Yayasan EcoNusa/Moch. Fikri

Setelah usahanya membuahkan hasil, Absalom pun mengakui bahwa ekowisata tersebut bagus karena hutan jadi terjaga dengan baik, ekosistemnya tidak rusak, habitatnya juga terjaga, dan mendatangakan kesejahteraan bagi masyarakat. Ia juga mengatakan jika hutan hancur, ia bingung mau kemana karena hutan adalah sumber pangan bagi warganya.

Kini masyarakat Kampung Malagufuk tak perlu lagi menjual hasil pertanian mereka ke pasar yang lokasinya cukup jauh. Karena hasil pertanian bisa dijual ke pengunjung yang datang untuk berwisata.

Dalam satu kali lawatan, penghasilannya bisa 7-8 juta yang dibagikan kepada seluruh kru-nya. Dan saat ini sudah ada tiga homestay di Kampung Malagufuk sebagai tempat menginap para tamu. Dan salah satunya milik Absalom sendiri.

Berbicara mengenai Papua, maka kita akan berbicara tentang hijaunya hutan Papua yang menyimpan banyak sekali destinasi wisata dan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Di Papua terdapat 20 ribu spesies tanaman, 125 spesies mamalia, 223 reptil, dan 602 jenis burung yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat. Serta banyak hal lain yang membuktikan bahwa papua adalah destinasi wisata hijau. Berikut beberapa di antaranya : 

Klik gambar-gambar di bawah untuk memperbesar.

1. Papua kaya akan hutan mangrove 

Di Papua ditemukan 78 jenis mangrove di kampung Yenanas, Pulau Balanta, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Dan 27 di antaranya merupakan jenis langka. Pulau Batanta sendiri adalah salah satu pulau di Kepualau Raja Ampat dimana masih memiliki hutan mangrove yang kondisinya masih baik dan tersebar di beberapa tempat.

Mangrove sendiri merupakan habitat dari hewan laut seperti udang, kepiting, ikan, dan kerang. Masyarakat Papua begitu menjaga mangrove agar hewan air bisa berkembang untuk kemudian di ambil manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari.

2. Kekayaan alam bawah laut Raja Ampat berupa ikan dan terumbu karang

Menurut penelitian bersama yang dilakukan oleh Conservation International, The Nature Conservancy, Lembaga Oseanografi Nasional (LON) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 2001-2002 lalu, alam bawah laut Raja Ampat memiliki 540+ jenis karang keras, 1300+ jenis ikan, 700+ hewan lunak, dan hampir 75% spesies karang yang ada di dunia ada di sini. Di sini kamu isa melihat Papuan Epaullate sampai hiu karpet Wobbegong. Kemudian kuda laut hingga ikan dengan sayap yang bentangannya hingga 5 meter juga ada di sini lho.

3. Di Papua, kamu bisa melihat tumbuhan langka sarang semut

Hijaunya Papua membuat banyak flora banyak tumbuh di sini. Salah satunya sarang semut yang merupakan tanaman obat dan mengandung flavonoid dan tanin. Terlihat seperti sarang semut namun ini adalah tumbuhan. Manfaat yang di dapat diantaranya seperti obat sakit perut (ernis 2013). Kemudian kanker, tumor, jantung koroner, TBC, rheumatik, leukimia (khairudin et al 2012, soeksmono et al 2010, Prachayasittiku et al 2008).

4. Papua menyimpan koleksi aneka burung cantik dan menarik

Kalau kamu ke Papua, kamu bisa melihat banyak macam burung langka di sini. Misal seperti mambruk yang merupakan satwa endemik yang hidup di hutan Papua, tepatnya di Biak. Burung mambruk ini memiliki hanya memiliki 3 jari kaki dengan dominasi warna abu-abu dengan suara seperti tertahan di tenggorokan. Ada 3 jenis burung mambruk yaitu mambruk ubiaat, mabruk Victoria, dan mambruk selatan. Kemudian ada juga cendrawasih, burung wallace papua, kasuari, burung namdus, dan banyak lagi yang lainnya.

Koleksi Burung Cantik di Papua. Sumber : https://www.econusa.id/en/about

5. Satwa unik kadal monitor ada di Papua

Papua itu sangat hijau hingga banyak binatang langka dapat ditemui di sini. Seperti kadal monitor contohnya. Kadal hitam ini mirip seperti biawak namun sisiknya berwarna biru. Kadal ini baru ditemukan di Raja Ampat dan belum ditemukan di daerah lain di Indonesia bahkan dunia.

6. Di Papua, ada tanaman obat mata bernama Rabon Bi

Di Papua kamu bisa menjumpai tumbuhan bernama Rabon Bi. Buahnya mirip seperti jambu air namun tepiannya selalu berwarna hijau. Buah ini tidak untuk di makan melainkan sebagai obat mata.

7. Dua anggrek spesies baru di Papua

Di Papua telah ditemukan dua spesies anggrek baru oleh LIPI, yaitu Dendrobium Nagataksaka dan Eulopio Lagaligo. Spesies baru ini memiliki keunikan yaitu kuntum bunganya memiliki petal tegak seperti tanduk dan bibir bunga yang menjulur panjang menyerupai kepala seekor naga. Genus Dendrobium merupakan spesies bunga anggrek dengan bentuk unik dan banyak digemari pecinta bunga hias.

8. Flame of Irian. Bunga merah membara bak bara api

Di Papua kamu bisa menjumpai bunga unik yang tumbuh merambat dan berwarna merah membara seperti api. Ujung-ujungnya lancip dan melengkung keatas seperti lidah api yang membakar. Tumbuhan ini hidup bergerombol dengan ukuran bunga antara 7-10cm. Sayangnya bunga ini terancam punah karena penebangan hutan.

Jika di atas adalah jenis keanekaragaman hayati di Papua, maka di bawah ini adalah destinasi wisata hijau dengan nuansa hijau yang bisa kalian kunjungi. Di destinasi tersebut, tentu banyak keanekaragamn hayati berupa flora dan fauna serta makhluk hidup lainnya seperti diatas saya terangkan. Pesan saya, melihat boleh, namun jangan merusaknya agar kealamian Papua tetap terjaga. Dan berikut destinasi wisata hijau di Papua.

1. Teluk Sarawandori

Bisa Anda lihat sendiri betapa hijau dan beningnya Teluk Sarawandori ini. Di kelilingi oleh perbukitan yang hijau, liburan tentu lebih menyenangkan. Lokasinya berada di Kampung Sarawandori distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Jaraknya sekitar 10 kilometer dari Gunung Yamoi

2. Air Terjun Sasnek

Papua memiliki banyak air terjun. Salah satunya air terjun sasnek yang terletak di tengah hutan rimba tropis, kampung Sasnek, Distrik Sawiat, Kabupaten Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat. Di air terjun yang memiliki ketinggian 20 meter ini, kamu juga bisa melihat hewan-hewan unik dan langka yang belum pernah dijumpai. Oiya, kamu juga bisa bersantai di pondok-pondok yang dibuat oleh warga.

3. Danau Paniai

Kalian pasti gak nyangka kan kalau Danau terindah di dunia ada di Papua ? Yup, itu benar sekali. Karena pada konferensi danau se-dunia tahun 2007, Danau Paniai dinobatkan menjadi Danau terindah di dunia. Danau seluas 14,500 hektar ini dikelilingi oleh hijaunya perbukitan, sehingga suasananya menjadi sangat asri. Yang menarik dari danau ini yaitu walaupun banyak warga tinggal di sekitar danau, tapi keasrian dan kehijauannya tetap terjaga

4. Danau Sentani

Untuk diketahui, Danau yang terbentang di antara kota Jayapuran dan Kabupaten Jayapura ini dikelilingi oleh 24 Desa sekaligus. Luas sekali, kan ? Di Danau yang terletak di lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops ini, kalian bisa menemukan berbagai macam keanekaragaman hayati yang jumlahnya sangat banyak. Saat kamu melakukan perjalanan ke danau-danau kecil di dalamnya, kamu bisa menemukan berbagai macam fauna unik baik darat maupun laut. Disini kamu juga bisa menjumpai pohon-pohon seperti matoa, pinang, dan kayu putih.

5. Air Terjun Bihewa

Buat kalian yang suka wisata air, di Papua ada air terjun Bihewa di Nabire. Air terjun setinggi 40 meter ini memiliki 7 tingkatan dengan karakter air terjun yang berbeda-beda dan view yang berbeda pula tentunya. Di sepanjang air terjun banyak terdapat kolam-kolam kecil yang asik buat berendam. Di sekililingnya banyak ditumbuhi pepohonan hijau karena emang letaknya di hutan. Dan yang terpenting airnya begitu jernih dan bersih. Menjadikan berwisata di sini semakin seru.

6. Taman Nasional Lorentz

Kamu pasti gak nyangka jika taman nasional terbesar di Asia Tenggara ada di Papua. Yaitu Taman Nasional Lorentz. Taman seluas 2,4 juta hektar ini membentang di empat wilayah, yaitu Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Paniai, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Fak-Fak. Gak heran deh jika taman ini dinobatkan menjadi taman nasional terbesar di Asia Tenggara. Di sini kamu bisa melihat betapa luas dan hijaunya hutan papua. FYI, Taman Nasional Lorentz merupakan satu di antara 3 wilayah di dunia yang memiliki gletser di daerah tropis.

7. Air Terjun Karmon

Tidak seperti air terjun pada umumnya, air terjun karmon ini memiliki kontur berundak undak. Air terjun yang memiliki ketinggian 30 meter ini letaknya berada di tengah hutan dan sekililingnya banyak di tumbuhi hijaunya pepohonan hutan. Pemandangannya juga cukup menarik, tidak kalah dengan air terjun Bihewa di Nabire. 

8. Sungai Kalibiru

Destinasi Hijau Papua yang ke delapan yaitu Kalibiru. Orang setempat menamainya Warabiae. Kalibiru ini letaknya berada di tengah hutan dan lokasinya belum terlalu terjamah oleh manusia. Jadi masih sangat alami. Dinamakan Kalibiru karena airnya berwarna biru alami dan bening bak Kristal.

Perjalanan membelah Teluk Mayalibit ke lokasi memakan waktu kurang lebih 15 menit hingga ke daratan, dan berjalan lagi sekitar 30 menit menyusuri sungai. Sepanjang perjalanan kalian akan menikmati indahnya perbukitan hijau.

Nah, biarpun warna airnya biru, tapi bagian hulu sungainya tidak biru sama sekali namun sangat jernih dan debit airnya sangat banyak. Sumber airnya berasal dari mata air dari sebuah batu. Aliasnya air keluar dari mata air pegunungan dan sangat dijaga kebersihannya.

Selain wisata hijau di atas, tentu masih ada banyak banget destinasi wisata hijau lainnya di Papua. Misalnya seperti :

  1. Phianemo di Raja Ampat
  2. Taman Hutan Bakau Ruar di Biak
  3. Air Terjun Masriv Korido di Pulau Supiori
  4. Air Terjun Sesnek di Kabupaten Sorong Selatan
  5. Taman Nasional Teluk Cendrawasih di Nabire
  6. Air Terjun Wafsarak di Biak
  7. Bukit Telletubbies di Jayapura
  8. Taman Nasional Wasur di Merauke
  9. Telaga Samares di Biak
  10. Taman Burung & Taman Anggrek di Biak
  11. Kebun Raya Wamena
  12. Dan banyak lagi yang lainnya

Dan bukan itu saja, karena ternyata ada fakta lain tentang hijaunya Papua yang menarik untuk diketahui. Misalnya seperti :

1. Hutan Papua Berkontribusi Menyelamatkan Suhu Bumi

Hutan Papua merupakan harapan bagi bumi setelah banyak rusaknya hutan Kalimantan dan Sumatera. Hutan Papua juga merupakan hutan terbesar ketiga penyumbang oksigen setelah hutan amazon di Amerika Latin dan hutan Konggo di Afrika Tengah.

Hutan Papua sumber kehidupan masyarakat Papua. Foto : www.econusa.id

2. Hutan Papua sebagai sumber penghidupan masyarakat

Hutan diibaratkan “Ibu” oleh masyarakat adat Papua. Dari hutan, mereka bisa mencari sumber penghidupan seperti bahan pangan, tanaman obat, hingga bahan pembuat rumah. Jadi hutan papua berperan penting bagi keberlangsungan masyarakatnya karena masih banyak yang bergantung pada alam.

Mama Kramandodo sedang mencari kepiting. Foto : Yayasan EcoNusa/Kei Miyamoto

Bukti nyata hijaunya papua menghidupi masyarakatnya, juga datang dari Mama Mariam Kramandondo yang memiliki keseharian mencari kepiting karaka atau kepiting bakau di Kampung Mandoni, Kabupaten Fakfak, Priovinsi Papua Barat. Dari menangkap kepiting, Beliau bisa menyekolahkan anak-anaknya hingga ke Manado. Beliau mengatakan bahwa anaknya sudah ada yang jadi guru dan suster.

Dari mencari kepiting, ia bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan. Saat musim hujan tiba, jumlah kepiting akan bertambah banyak. Satu karung bisa berisi 20 ekor, 30 ekor, dan 50 ekor. Dalam satu penjualan, ia bisa mendapatkan penghasilan antara 700 ribu hingga 1 juta.

Selain menjual kepiting, Mama Kramandodo juga terkadang menjual abon kepiting ke knator-kantor di daerahnya. Satu mangkuk dihargai 10 ribu dan 20 ribu jika jumlahnya banyak. Di daerahnya, tanaman mangi-mangi (mangrove) yang merupakan habitat kepiting, sangat dijaga kelestariannya. Tujuannya tentu agar penduduk bisa tetap memiliki penghasilan dari mencari kepiting.

Dan selain dari kepiting, penduduk setempat juga mencari kerang dan ikan. Dimana jika tumbuhan mangi-mangi tempat bernaung hewan-hewan air ini berkurang, maka tangkapan pun berkurang. Maka dari itu, kelestarian hutan sangat penting untuk keberlangsungan hidup mereka kedepan. Dari cerita di atas, menjadi bukti bahwa hutan papua memang berkontribusi besar ke kehidupan masyarakatnya.

3. Hutan Papua sebagai wilayah konservasi dunia

Kabar baik untuk kita semua, bahwasanya Papua kini menjadi Provinsi konservasi pertama di Dunia. Artinya hutan Papua akan dirawat dan dijaga sebaik mungkin agar tetap hijau karena juga berkontribusi mendinginkan suhu bumi.

DPRD Papua telah mengesahkan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Propinsi Pembangunan Berkelanjutan, yang menyatakan bahwa Papua Barat adalah Provinsi Konservasi pertama di Dunia.

Menurut Ketua DPRD Papua Barat yaitu Pieter Kodjol, perdasus mengenai pembangunan berkelanjutan ini nantinya berfungsi memastikan bahwa pembangunan di Papua Barat dilaksanakan dan dilakukan sesuai aturan lingkungan dan memastikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya.

Aturan ini nantinya juga akan melindungi ekosistem darat dan laut yang masih banyak terdapat di Papua, selain untuk mempromosikan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan, serta mengakui hak-hak dari masyarakat adat.

Dari kebijakan baru ini, nantinya akan menyatukan masyarakat adat, organisasi non pemerintah, lembaga pemerintah, dan juga akademisi yang selanjutnya untuk menentukan jalan pembangunan yang berkelanjutan di tanah Papua.

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, memberikan fakta bahwa Papua adalah destinasi wisata hijau dengan keanekaragaman hayati yang sangat kaya dan unik, yang patut kita jaga untuk keberlangsungan kehidupan masyarakat Papua. Selain itu hijaunya hutan Papua berkontribusi besar pada pendinginan suhu bumi. Terlebih karena Hutan Papua sebagai wilayah konservasi pertama di Dunia. 

Artike ini diikutsertakan dalam Lomba Blog yang diadakan oleh EcoNusa vs Blogger Perempuan Network. 

#BeradatJagaHutan #PapuaBerdaya #PapuaDestinasiHijau #EcoNusaXBPN #BlogCompetitionSeries 

Sumber referensi artikel
1. https://www.tripzilla.id/wisata-alam-di-papua/20284
2. https://www.pokjapapua.or.id/papua-barat-saj-jadi-propinsi-konservasi/
3. https://www.hutanpapua.id
4. https://www.econusa.id
5. https://travel.tribunnews.com/2020/03/18/7-fakta-unik-papua-nugini-berada-di-pulau-terbesar-kedua-di-dunia-hingga-punya-banyak-bahasa
6. https://www.tripadvisor.co.id/Attractions-g297702-Activities-c57-oa30-Papua.html#FILTERED_LIST
7. Youtube : https://youtu.be/EvkFlfEy2Jo
8. Youtube : https://youtu.be/0Hp8zwKyVmo