Hai kawan-kawan freelancer, apa yang kalian rasakan saat sedang konsen konsennya bekerja, namun banyak suara-suara dari luar yang mengganggu fokus kita. Suara-suara tersebut bisa berasal dari adik kecil kita yang sedang menangis, percakapan suadara di rumah, suara berisik televisi, atau suara ibu-ibu gossip di depan rumah yang terdengar keras dan rasanya “ingin ku teriaaaakkkk” tapi gak tau gimana negurnya. Atau suara musik yang terdengar sangat keras dan bikin konsentrasi kita buyar.

Saya yakin satu di antara kalian ada yang merasakan hal serupa. Di sini kita di uji mental untuk sabar, bahwa inilah salah satu resiko menjadi freelancer saat masih hidup serumah dengan saudara kita. Dan bagaimana pun mereka adalah saudara kita.

Nah, maka dari itulah, memiliki ruang kerja pribadi menjadi sangat penting, terutama bagi freelancer yang masih hidup dengan orang tua dan saudara-saudara kita. Dan berikut alasan memiliki ruang kerja atau kantor sendiri bagi freelancer.

1. Meminimalisasi gangguan suara-suara dari luar, kerja jadi lebih tenang dan fokus

Memiliki ruang kerja sendiri dengan kamar tertutup membuat kita bisa lebih fokus saat bekerja. Suara-suara dari luar atau percakapan-percakapan bisa diminimalisasi. Sehingga kita bisa konsentrasi dan fokus penuh pada pekerjaan yang sedang kita kerjakan.

Saat ide sedang mengalir-mengalirnya, tapi di luar berisik dan kita enggan untuk menegurnya, tentu cuma bisa ngenes dalam hati, bukan ? Terlebih jika itu suara gossip dan kita memahami percakapan mereka karena mau tak mau harus mendengarnya.

Emang sih bisa diakalin dengan menyetel musik keras-keras, tapi malah gagal konsen dan kita pusing sendiri. Atau bisa juga pasang headset di telinga, yang lama kelamaan malah kuping jadi berkurang pendengarannya. Semua jadi serba salah pokoknya.

Ruang kerja sendiri tidak melulu harus kantor yang bagus dan nyaman. Kita bisa mendesain kamar kita agar kedap suara. Misal dengan memasang ternit atau plafon, sehingga suara-suara dari luar bisa diminimalisasi atau bahkan tidak terdengar. Namun jangan lupa kasih ventilasi ya agar tidak pengap, kecuali kalau kalian pakai AC. Tapi berlama-lama dalam ruangan AC selama bertahun-tahun, tentu tidak baik untuk kesehatan ya. Mungkin baiknya yang alami saja, sejuk tanpa AC. Intinya buat kamar kerja seenak dan senyaman kalian saja.

Kalau untuk ruang kerja saya sendiri, terdapat jendela besar dan sinar matahari masuk ke dalamnya. Jadi lebih nyaman udara segar masuk. Namun saat ini jendela masih paten, jadi belum bisa kebuka. Saat sedang bekerja, pintu saya tutup dan kerja jadi lebih fokus.

Setelah ruang kerja saya miliki, saya juga membuat jadwal kerja harian bagi saya yang seorang freelancer dengan kertas putih besar yang saya pasang di depan laptop. Tujuannya agar kita bisa tahu apa saja yang harus dilakukan di hari itu, dan juga agar kita lebih bisa produktif dan menghargai waktu. Lihat gambar di atas.

Baca juga : 

Suka Duka Tangis dan Tawa dari Refleksi 4 Tahun Saya Menjadi Fulltimer Blogger

Untuk Orang Awam, Blogger Awam dan Pemula – Ini Lho Analogi dan Konsep Termudah Cari Uang Lewat Blog dari Nol sampai Menghasilkan

Air Mata telah Ku Korbankan Demi Passion Menulis

Berapakah Biaya untuk Membuat Blog Seperti Kangamir.com ?

2. Lebih professional

Punya kantor sendiri sendiri tentu terlihat lebih professional karena lebih niat. Dengan punya ruang kerja sendiri, membuktikan bahwa kita emang sungguh-sungguh dengan pekerjaan kita walaupun hanya seorang freelancer, yang seringkali dianggap aneh orang-orang.

“Kerjamu apa sih, gak bisa dipahami orang-orang tapi punya kantor sendiri”

Dan tentu saja itu merupakan branding tersendiri. Misal saat kita bertemu rekan kerja atau klien yang ingin bekerjasama dengan kita secara langsung. Berdiskusi di ruang kerja sendiri tentu lebih nyaman dan klien akan menganggap kamu lebih serius dan niat.

Jika branding kita bagus, maka pelanggan kita pun banyak karena citra positif dan kepercayaan yang kita dapatkan dengan memiliki kantor sendiri.

3. Privasi lebih terjaga

Seringkali dalam pekerjaan kita, seorang freelancer harus mengekspresikan diri yang jika diliat orang jadi tidak PD dan keki. Misal saat harus tampil di layar kamera atau mengekspresikan hal lainnya. Kadang jadi grogi atau keki jika ada yang ngeliatin. Nah, dengan memiliki kamar kerja sendiri yang tertutup, kita bisa bebas dan leluasa mempraktikkan apa yang kita inginkan. Sehingga pekerjaan kita pun lebih cepat selesai.

Nah, itulah alasan memiliki ruang kerja sendiri bagi freelancer. Alhamdulillah saya sudah mempraktikannya.