Butik Emas Antam Yogyakarta. Foto by Vibe Elnovo via google maps

Pertengahan 2019 lalu saya menang lomba blog dari Blibli.com dan berhasil meraih juara pertamanya. Artikelnya bisa baca di sini. Dan sebagai apresiasinya, saya mendapatkan voucher belanja yang saya gunakan untuk membeli emas antam online. Pengalaman membeli emas antam online di blibli.com juga sudah saya ceritakan di blog ini.

Awalnya saya niatkan emas ini untuk investasi, namun karena saya BU alias butuh uang, maka saya menjualnya walaupun jauh lokasi tokonya jauh di Jogjakarta. Menurutku sih enggak jauh ya. Daripada ke Jakarta atau Bandung, tentu lebih jauh.

Maaf saya bukan lagi pamer. Dan saya harap semua juga sudah tau kalau yang saya tulis ini sebagai edukasi buat mereka yang ragu-ragu pengen beli emas online karena khawatir bisa jual lagi atau enggak ?

Seperti sebelum saya membeli emas antam online ini. Di pikiran selalu terbesit “kalau beli emas antam online, nanti jualnya gimana ya?”

Nah, di tulisan ini saya ingin menjawabnya.

Jadi beberapa hari yang lalu saya jual emas antam yang saya miliki. Dan berangkatlah saya ke butik emas antam di Jogjakarta. Sebelumnya tentu saja saya belum pernah kesini.

Dari rumah, saya berangkat jam 8 pas karena publish artikel dulu. Jadi kesel sendiri karena persiapan gak matang. Terlebih saat akan berangkat, saya googling lagi untuk cari info lokasi, dan ternyata untuk pelayanan buy back (penjualan) hanya buka sampai jam 12.45 tet. Jadinya buru-buru banget berangkatnya dan agak ngebut karena takut telat. Secara, Jogja kan jauh banget men ada 120 km kalau dari Kebumen tempat saya. Di jalan saya juga banyak berenti karena buka maps dan kesasar pula.

Dan Alhamdulillah seneng banget karena sampai sana pukul 14.40 dan masih dapat antrian terakhir. Karena jika sedikit lagi saya telat, gagal deh kunjungan saya dan harus kembali lagi esok hari.

 Butik Emas Antam Yogyakarta

Saya sedang jual emas di butik emas Yogyakarta. Dokpri

Jadi buat kalian yang mau jual emas antam di Butik Emas Antam YogYakarta, jadwal penjualan yaitu dari dari hari Senin-Jumat pukul 09.00 sampai pukul 12.45. Sementara pembelian dari Pukul 12.45 sampai selesai pukul 16.00 alias pukul 4 sore. Dengan dua orang teller yaitu perempuan dan laki-laki yang semuanya ramah.

Emas pajangan di butik antam Yogyakarta. Tapi mungkin ini hanya tiruan untuk sekedar representasi. Dokpri

Setelah menunggu antrian 3 orang kalau gak salah, akhirnya saya pun dapat giliran maju di nomor 33 alias antrian terakhir. 

Disini saya menjual emas antam sebanyak 6 gram (masing-masing 2 gram. Jadi ada 3 buah) dengan harga pembelian yang berbeda-beda pula.

Yang 2 buah (4 gram) saya beli di lapak A di Blibli.com dengan harga Rp 1.588.900 (per gram jadinya Rp 794.450).

Sementara sisanya yang 2 gram saya beli di lapak B di Blibli.com juga dengan harga Rp. 1.530.000,- (pergram jadinya Rp 765.000,-).

Sedangkan harga beli di situs logam mulia saat itu kalau gak salah lebih murah 50 ribu pergramnya. Dan setelah saya jual, harga pergramnya yaitu Rp. 687.000,-. Aliasnya ada selisih Rp. 107.450,- hmmm lumayan. Oiya, ada biaya materai Rp. 7.000,- dan bisa bawa materai sendiri dari rumah lho biar gak dikenakan biaya.

Dari hasil penjualan emas 6 gram, saya terima uang Rp 4.122.000,-

Baca juga : Baru Sebentar Sudah Untung – Berikut Pengalaman Saya Menabung Emas di Pegadaian

Sebelum menjual, kita harus mengisi berbagai data yang diperlukan, seperti nomor KTP dan buku tabungan. Petugasnya bilang, ngisinya jangan sampai salah ya dan harus hati-hati. 

Kemudian pas saya ngasihkan barangnya, kwitansi pembeliannya gak dibaca sama petugasnya. Dan setelah saya tau dari penjual emas di Blibli.com, ternyata kwitansi hanya pelengkap saja. Dan petugasnya juga bisa tau kalau emas ini saya dapat dari marketplace, padahal gak baca kwitansinya. Mungkin karena emas yang saya beli sudah terdaftar di system marketplace. Kemudian petugas juga men-scan emas yang kita beli dengan smartphonenya. Pakai aplikasi certieye kali ya. 

Kwitansi penjualan emas di Butik Emas Antam Yogyakarta.Dokpri

Emas ini saya jual karena memang lagi butuh. Dan kalau itu voucher gak dibelikan emas, sepertinya beli barang lain kurang bermanfaat deh.

Untuk lokasi butiknya ada sekitaran UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta, tepatnya di Jalan Laksda Adisucipto No. 26.

Sebelum masuk, disini ada satpam yang ramah banget yang menyambut kita dengan senyum. Tempat parkirannya juga luas banget ke dalam.

Setelah masuk, disitu ada Pak Polisi yang bertugas di antrian ngasih kita nomor antrian dan beberapa pertanyaan seputar tujuan pengunjung. Pak Polisinya juga ramah banget. Tapi saya agak bingung menjawabnya karena logatnya udah beda dengan saya.

Ruang tunggunya juga nyaman banget dan banyak etalase tempat memajang emas. Disitu kalian bisa melihat koleksi dan macam emas apa saja yang bisa dipilih untuk berinvestasi.

Kemudian, ada juga petunjuk transaksi pembayarannya dalam sebuah pamflet. Saya tulis ulang ya sesuai apa yang bisa saya mengerti.

Pamflet transaksi emas di butik emas antam Yogyakarta

Pamflet transaksi emas di butik emas antam Yogyakarta. Dokpri

1. Siapkan KTP, NPWP, dan buku tabungan

Ya, jangan lupa bawa KTP dan NPWP ya kalau ada (NPWP-nya). Buku tabungan juga karena nanti ditanyakan. Kemudian kalian juga harus datang sendiri ya. Karena kayaknya gak boleh diwakilkan.

Saat saya bilang ke petugasnya “saya ada NPWP, Mas ?” petugasnya jawab “NPWP hanya berlaku untuk transaksi di atas 10 juta, Mas”

2. Pembayaran buy back sekitar 2×24 jam baru masuk

Kemarin saya pakai bank BRI untuk mencairkan dana. Petugasnya bilang kalau dana baru bisa cair dalam 2×24 jam.Dan ternyata malah lebih cepat. Sektiar pukul 13.000 transaksi selesai, keesokan harinya sekitar pukul 09.00 dana sudah masuk. Kayaknya kalau kita pakai bank tertentu, misal BNI, dana bisa langsung masuk. Untuk BRI, kemaren di saya ada potongan Rp 1.500,- ya.

3. Harga asli sesuai yang ada di web PT. Antam

Sebelum berkunjung, baiknya cari tau berapa harga asli emas antam dan antam tidak memberikan diskon.

4. Pengambilan langsung oleh konsumen dan tidak bisa diwakilkan untuk pembelian online

Kalau saya baca poin 6 ini, untuk pemesanan online dan pengambilan di butik antam, maka pembeli membawa KTP dan juga email bukti pembelian dan tidak dapat diwakilkan. Kecuali atas nama perusahaan baru bisa. Caranya dengan membawa surat penunjukan asli dari perusahaan.

Eh, berarti bisa beli online dan ambil offline gitu ya? Baru tau saya. 

5. Jika kemasan rusak, maka dikenakan potongan harga

Untuk kemasan rusak ada sertifikat tidak ada, maka harga akan turun. Tapi entah berapa saya kurang paham. Makanya kudu hati-hati ya jangan sampai hal itu terjadi.

6. Pembelian Cash and Carry

Yaitu barang dibayar terlebih dahulu sebelum barang diberikan ke konsumen atau pembeli.

Oiya, dengan membeli emas Antam, berarti kita mendukung pajak Negara. Nah, itulah pengalaman saya jual emas antam di butik antam Jogjakarta. Jadi gak usah ragu buat beli emas online Antam. Karena kita bisa jual di galeri Antam. Semoga bermanfaat ya. Terima kasih 🙂