Kanan > Jalur baru Sidoagung – Giripurno | kiri > terminal baru Karanggayam | bawah > jalur kereta double track, yang merupakan bukti nyata kinerja kemenhub di Kebumen, Jawa Tengah, pada 5 tahun terakhir. Dokpri

Suatu wilayah dapat dikatakan maju apabila infrastruktur transportasi di wilayah tersebut cukup memadai. Infrastruktur transportasi yang memadai akan mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas harianya. Karena pastinya bentuk dukungan ini merupakan langkah awal proses pembangunan suatu daerah.

Bagi para petani, mereka akan lebih mudah dalam mendistribusikan hasil pertaniannya ke berbagai wilayah. Untuk para pelajar, mereka akan lebih mudah saat berangkat ke sekolah. Sedangkan untuk para pekerja, mereka akan lebih cepat sampai ke tempat kerja karena akses dan jalan yang mudah dilalui.

Dan kabar baiknya, hal itu pun sudah dirasakan oleh saya sebagai warga Kebumen dengan adanya pembangunan infrastruktur transportasi untuk 3 hal yang berbeda oleh Dinas Perhubungan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Jalur Baru Sidoagung – Giripurno

Jalur baru yang menghubungkan antara Desa Sidoagung (Dusun Panthongan Curug ) dengan Desa Giripurno. Dokpri

Beberapa hari yang lalu saya dibuat kagum saat berkunjung ke Desa Giripurno yang berada di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Pasalnya, jalur yang baru saja selesai pengerjaannya sekitar 6 bulan yang lalu, merupakan jalur alternatif karena dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan, dibanding jika harus melewati jalur biasanya yang memutar.

Jika biasanya untuk menuju Desa Giripurno, saya harus melewati desa Legok yang memutar dan berbelok-belok serta memakan waktu bisa lebih dari 1 jam, maka jika melalui jalur ini, hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit. Itu pun dengan kondisi jalan yang masih berupa tanah. Jika nanti sudah dilakukan pengerasan, tentu lebih cepat lagi. Lebih menariknya yaitu karena jalur ini tidak terlalu menanjak, sehingga tidak terlalu membebani kendaraan.

Pembukaan jalur baru ini menurut seorang warga Giripurno saat saya berbincang-bincang dengannya, memang sudah direncanakan jauh sebelum ini. Namun baru tahun ini terrealisasi.

Pembukaan jalur ini merupakan ide cerdas dari Kepala Desa Giripurno yang saat ini menjabat, yaitu Bapak Parsum. Beliau sudah mengusulkan pembukaan jalur ini jauh sebelum ini dengan mengajukan proposal pembangunan ke dinas terkait. Dan Alhamdulillah sekarang sudah terlaksana. Dan kabar baiknya, beberapa hari kedepan, jalan ini juga akan di survey oleh Bupati Kebumen untuk proses pembangunan selanjutnya.

Karena masih tahap pembukaan, maka jalur ini pun belum terlalu banyak di lewati warga karena masih berupa jalan tanah. Dan tentunya ada banyak manfaat dari dibukanya jalur baru ini. Di antaranya:

Dalam bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, warga Giripurno yang notebene bermata pencaharian sebagai petani jadi lebih mudah memasarkan komoditi atau hasil buminya. Hasil pertanian seperti ketela, bawang merah, dan gula jawa, dapat dengan mudah di distribusikan ke pasar terdekat. Seperti Pasar Karanganyar, Pasar Giwangretno, atau pun Pasar Tumenggungan Kebumen.

Akses ini juga merupakan kabar gembira untuk industri genteng Sokka, karena Kebumen memang sangat terkenal dengan sentra gentengnya. Nantinya para pemilik pabrik akan lebih mudah dalam pendistribusian hasil industrinya seperti genteng dan batu bata, atau saat akan mencari kayu untuk proses pembakaran genteng di pabrik. Karena Giripurno juga merupakan gudangnya kayu bakar.

Sebaliknya, warga Giripurno juga akan lebih mudah saat akan membeli kebutuhan bahan bangunan seperti batu bata, pasir, genteng, dan lain sebagainya, karena jalur ini lebih dekat. 

Dalam Bidang Pendidikan

Dalam bidang pendidikan, warga Giripurno dan sekitarnya akan lebih mudah dalam pemenuhan akses pendidikan. Untuk sekolah terdekat, misalnya seperti SDN 4 Sidoagung, SMP terdekat di daerah Sruweng, ataupun berbagai sekolah di Kecamatan Karanganyar. Dengan begitu akan meminimalisir tingkat angka putus sekolah. Secara, seringkali ada saja warga di daerah pegunungan yang enggan melanjutkan pendidikan karena jarak rumah ke sekolah yang terlalu jauh.

Pariwisata

Dalam bidang pariwisata, Giripurno memiliki Bukit Langit yang merupakan satu-satunya wisata yang dimilikinya. Bagi warga Sidoagung dan sekitarnya, tentu akan mempermudah akses karena lebih cepat daripada harus memutar. Karena semakin dekat perjalanan, semakin sedikit waktu dan biaya yang di keluarkan.

 Bukit Langit, satu-satunya wisata di Giripurno. Dokpri

Untuk saat ini, mungkin baru itu saja manfaat yang bisa dirasakan warga karena memang masih dalam tahap pembangunan. Kedepan, bukan tidak mungkin jika sepanjang jalur baru ini akan semakin berkembang seiring pembangungan yang terus berjalan.

Kata seorang warga yang saya wawancarai, jika nanti sudah ramai, bukan tidak mungkin jika harga-harga tanah di sepanjang jalur akan terus naik. Fasilitas, sarana dan prasarana seperti sekolah, pertokoan, dan fasilitas lainnya, pun akan bermunculan layaknya di daerah dataran rendah pada umumnya.

2. Terminal Baru Karanggayam

Terminal baru Karanggayam untuk angkutan pedesaan. Dokpri

Tepat sehari sebelum tulisan ini diturunkan, terminal baru Karangggayam yang berlokasi di Pasar Karanggayam, baru saja diresmikan oleh Bupati Kebumen, Bapak Yazid Mahfud, yang saat itu hadir pula Dandim 0709 Letkol Inf Zamril Philiang, kemudian Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kebumen RAI Ageng Sulistyo Handoko.

Bupati Kebumen mengatakan bahwasanya keberadaan terminal ini merupakan langkah penting tahap awal untuk membuka peluang perubahan untuk dari segala aspek. Karena kunci kemajuan suatu wilayah terletak pada trasnportasinya.

Beliau juga mengatakan bahwa Kecamatan Karanggayam merupakan salah satu Kecamatan dengan kemiskinan tertinggi. Sehingga keberadaan terminal ini di harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Terminal yang dimulai pengerjaannya pada 15 Juli hingga 12 Oktober 2019 lalu, menghabiskan dana sekitar 339,2 juta rupiah yang di ambil dari dana APBD.

Ada 50 angkutan dengan 3 trayek di terminal baru ini. Yaitu trayek Karanganyar-Karanggayam-Kajoran-Ginandong PP dengan 22 kendaraan. Kemudian Karanganyar-Karanggayam-Soma PP sebanyak 20 kendaraan. Dan Karanganyar-Kebakalan PP dengan 6 kendaraan.

Dengan adanya terminal ini, masyarakat akan lebih mudah saat akan bepergian dari suatu tempat ke tempat lainnya. Bagi pemerintah, keberadaan terminal akan mempermudah dalam menata lalu lintas dan pemungutan retribusi sebagai pengendali kendaraan umum. Sedangkan bagi pengusaha, terminal berfungsi sebagai pengaturan operasi bus, penyediaan fasilitas istirahat dan informasi bagi awak bus, dan juga sebagai pangkalan bus.

3. Jalur kereta api double track Kutoarjo-Purwokerto

Ya, bukan hanya pembukaan jalur baru Sidoagung-Giripurno dan juga terminal Karanggayam, namun bukti nyata kerja Dinas Perhubungan juga sangat terlihat dengan adanya pembangunan rel kereta ganda yang membentang dari Kutoarjo hingga Purwokerto, yang kalau saya lihat saat ini masih tahap finishing. Karena masih banyak pekerja rel kereta yang masih banyak bebenah disana sini walaupun jalur baru ini sudah beroperasi sejak Juli 2019 lalu.

Dengan adanya jalur double track ini, tentu saja dampak positif akan lebih dirasakan kemudian. Baik untuk penumpang ataupun pihak perkereta apian. Misal dengan bertambahanya jumlah jadwal perjalanan, waktu tempuh yang lebih cepat, meminimalisir kecelakaan, dan lain sebagainya. 

Nah, dari ketiga infrastruktur transportasi yang baru dibangun di Kabupaten Kebumen di atas, tentu akan berdampak bagi percepatan dan pemerataan pembangunan di wilayah Kebumen. Terutama untuk jalur yang menghubungkan desa saya, yaitu Sidoagung-Giripurno. Kontribusi ini juga sekaligus bukti bahwa kinerja kemenhub di 5 tahun terakhir patut di acungi jempol.

—–

Note : Tulisan ini dibuat oleh Amir Mahmud berdasarkan fakta di lapangan pada 12 November 2019, dan juga berdasarkan dua sumber di bawah. Oiya, jangan lupa untuk follow media sosial kemenhub pada tombol di bawah ini untuk informasi terbaru darinya. 

Media Sosial Kemenhub

Sumber referensi artikel :
1. http://www.inikebumen.net/2019/11/keren-karanggayam-kini-punya-terminal.html
2. https://www.kompasiana.com/afdalilzikri/55dd43cecf92735f05f714f2/beralihnya-fungsi-terminal
Share This